
Alex terkejut saat melihat notifikasi pesan dari salah satu bank yang ada di ponselnya. Alex sampai mengucek matanya dan membaca pesan itu berulangkali. Ternyata apa yang dibacanya itu benar adanya kalau ada pengeluaran dari salah satu kartunya yang berjumlah cukup fantastis.
"Bukannya ini dari kartu yang ku berikan pada Grizz? Dia yang memakainya atau ada oranglain yang menyalahgunakannya" gumam Alex bertanya-tanya.
Namun Alex seketika saja ingat kalau saat ini Grizz sedang berada di sebuah mall bersama Dara dan Bibi Yun. Entah digunakan untuk Dara atau Bibi Yun pikirnya karena sedikit mustahil kalau Grizz yang menggunakannya. Pasalnya Grizz jarang mau untuk menggunakan kartu saat berbelanja.
"Biarkan sajalah, yang penting tidak disalahgunakan oranglain. Nanti biar ku tanya saat di rumah" ucapnya sambil mengedikkan bahunya.
Alex lebih memilih untuk larut dalam pekerjaannya di kantor. Terlebih nantinya Luis akan sering ijin keluar untuk menyiapkan pernikahannya. Pasti pekerjaan akan menumpuk kalau tak ada Luis yang membantunya. Walaupun sebenarnya ada Felix dan ketiga sahabatnya juga yang membantu tapi mereka tak bisa seintens Luis.
***
"Tadi di mall, kamu belanja apa?" tanya Alex pada istrinya.
Setelah makan malam, Alex memilih untuk mengajak istrinya itu masuk dalam kamar. Terlebih Alex melihat kalau istrinya itu matanya telah sayu dan terlihat berjalan gontai. Alex pikir bahwa istrinya itu kelelahan karena dalam kondisi hamil namun malah pergi ke mall.
Grizz yang kepalanya menyandar pada bahu Alex pun sedikit terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh suaminya. Grizz jadi ingat kalau ia belum meminta ijin pada suaminya untuk membeli banyak barang dengan kartu yang diberikannya. Bahkan kemungkinan besar totalnya mencapai ratusan juta.
"Maaf..." ucap Grizz tiba-tiba tanpa menjawab pertanyaan Alex.
"Kenapa minta maaf? Kan Kak Alex hanya tanya kegiatanmu hari ini terutama belanja apa" tanya Alex dengan mengernyitkan dahinya heran.
"Tadi Grizz belanja banyak sampai ratusan juta pakai kartu yang dikasih Kak Alex. Eh... Nggak tahu juga sih itu kartu yang kasih siapa, soalnya ada empat kartu kaya gitu di dompet Grizz. Grizz hanya asal ambil saja" ucap Grizz dengan celotehan khasnya.
__ADS_1
"Kartu yang Grizz pakai belanja nggak bikin yang punya bangkrut kan?" tanyanya dengan tatapan penasaran.
Alex hanya bisa terkekeh pelan mendengar celotehan dari Grizz. Ternyata memang benar kalau Grizz sendiri yang memakai kartunya. Namun Alex malah senang kalau Grizz mau menggunakan uangnya. Pasalnya setiap Grizz menggunakan uangnya hanya untuk membelikan oranglain.
Bukannya tak suka jika uangnya digunakan oleh oranglain, hanya saja ia ingin Grizz juga merasakan kerja keras suaminya itu. Bahkan Grizz ketika berbelanja selalu melihat harganya. Ketika harganya mahal, Grizz tak mau membelinya. Alhasil Alex sendirilah yang membelinya demi kebutuhan Grizz.
"Enggak dong. Semuanya aman dan nggak ada yang bangkrut. Jadi tadi Grizz beli apa?" tanya Alex dengan tatapan penasarannya.
"Huh... Grizz tadi beli anting. Ternyata harganya per anting katanya sampai 20 juta ke atas. Grizz udah terlanjur pilih, awalnya mau nggak jadi tapi Bibi Yun memintanya pakai kartu yang dikasih Kak Alex. Karena Grizz nggak tahu yang mana kartu yang dikasih Kak Alex, Grizz asal ambil aja" ucap Grizz bercerita.
"Nah... Gitu dong. Kalau dikasih sesuatu itu digunakan" ucap Alex sambil tersenyum.
Grizz menatap mata Alex sambil mengedipkan matanya berulangkali. Padahal Grizz pikir kalau Alex akan marah padanya mengenai borosnya dia membeli sesuatu. Namun ini malah Grizz melihat kalau Alex tersenyum dan senang karena dia menggunakan uangnya.
"Besok kalau mau beli sesuatu langsung saja itu dipakai kartunya. Itu kalau belinya di mall ya, lagian masih ada kartu dari kakakmu juga kan? Pasti kakakmu itu uangnya sangat banyak, kalau nggak kamu pakai malah jadi jamura nanti" ucap Alex mencoba untuk mempengaruhi Grizz.
"Kok kaya ibu sih ucapannya. Tadi juga ibu bilang kalau kartunya nggak dipakai nanti bisa jamuran" ucap Grizz sambil geleng-geleng kepala.
Ternyata pikiran Grizz ini mudah diarahkan. Terlebih kalau dia tak mau berbelanja dan menggunakan uang yang diberikannya. Pasti ada cara agar Grizz tak terlalu hemat. Pasalnya selama ini dia dan Tuan Grey juga bekerja juga demi memenuhi kebutuhan Grizz.
"Kamu pasti hari ini lelah kan? Ayo tidur" ajak Alex mengalihkan pembicaraan.
Grizz menganggukkan kepalanya. Grizz segera saja memeluk tubuh Alex kemudian memejamkan matanya. Bahkan dengan cepat Grizz sudah langsung tertidur lelap. Sepertinya memang Grizz hari ini begitu kelelahan sehingga langsung tertidur.
__ADS_1
***
"Ima... Dua hari yang lalu aku ke warung makan tapi kok kamu belum ada di sana?" tanya Grizz tiba-tiba saat memasuki kelasnya dan melihat Ima sudah duduk di kursi sampingnya.
Ima yang tengah membaca buku pun langsung mengalihkan pandangannya saat mendengar ada suara orang yang memanggilnya. Bahkan kini Grizz menjadi pusat perhatian mahasiswa lainnya karena sudah dua hari ini dia tak berangkat kuliah. Grizz hanya acuh saja dengan pandangan yang dilayangkan oleh mereka itu.
"Ish... Kan waktu itu aku harus kuliah. Kamunya nggak berangkat kan? Lagian kamu tuh, udah dua hari nggak kuliah. Kamu kemana aja?" tanya Ima dengan tatapan penasarannya.
"Grizz kesiangan bangun, Ima. Makanya daripada terlambat masuk, mending nggak berangkat sekalian" ucap Grizz sambil menunjukkan deretan gigi putihnya.
"Astaga... Bukannya lebih baik terlambat ya daripada nggak masuk sama sekali" ucap Ima sambil geleng-geleng kepala.
Grizz tak menjawab pertanyaan Ima karena dosen ternyata sudah masuk kelas. Grizz segera saja fokus dengan kuliah hari ini yang ternyata membuatnya bersemangat lagi. Padahal Grizz tadinya sudah malas mau berangkat kuliah karena rasa mualnya yang selalu menghampiri ketika pagi hari.
***
"Grizz bawa bekal. Tadi dikasih sama ibu, kalau kamu gimana? Bawa bekal nggak?" tanya Grizz pada Ima setelah selesai dengan jadwal kuliahnya.
Keduanya masih saja duduk di dalam kelas karena satu jam lagi ada jadwal kuliah lagi. Grizz yang memang sengaja dibawakan bekal makanan sehat oleh Bibi Yun pun langsung mengeluarkan bekalnya dengan semangat. Ima pun juga mengeluarkan bekalnya dan menunjukkannya pada Grizz.
"Bawa dong" ucap Ima sambil tersenyum.
Keduanya pun makan bekal yang dibawa. Bahkan tak jarang kalau Grizz mencicipi makanan yang dibawa oleh Ima. Begitu juga Ima yang sering disuapi makanan oleh Grizz. Keduanya saling berbagi makanan tanpa mempedulikan mahasiswa yang juga duduk dalam kelas.
__ADS_1
Sepertinya mereka iri dengan kedekatan Grizz dan Ima. Walaupun baru bertemu beberapa hari, namun keduanya sudah akrab bak saudara.