Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Pengakuan


__ADS_3

Semuanya sudah ada di rooftop rumah Josh. Disana takkan ada yang bisa mendengar ucapan mereka kecuali kalau teriak. Grizz disana perempuan sendiri sehingga lebih memilih dekat dengan suaminya. Grizz menatap semua orang yang ada disana dengan tatapan aneh.


Bahkan Tuan Grey tampak sedari tadi terus menatapnya membuatnya sedikit risih. Namun Alex selalu membisikkannya kalimat penenang agar gadis itu nantinya bisa menerima kenyataan yang akan diungkapkan. Walaupun terlihat risih, namun ia bisa melihat ada pandangan rindu yang ingin diungkapkan laki-laki itu padanya.


"Grizz, kamu masih ingat dengan Kak Rey bukan?" tanya Alex mengawali ucapannya.


"Iya dong. Masa sampai lupa sama kakakku sendiri. Memangnya Kak Alex sudah tahu dimana makamnya? Kalau sudah, besok kita kesana yuk" ucap Grizz dengan antusias.


Mendengar ucapan dari Grizz itu, langsung saja membuat Tuan Grey dan David kebingungan. Pasalnya mereka belum diberitahu oleh Alex dan Josh mengenai cerita yang diucapkan oleh Grizz ini. Josh menatap tak enak hati karena lupa menceritakan beberapa hal seperti ini. Akhirnya mereka kini duduk semua terlebih dahulu di kursi yang telah disediakan agar suasananya tak terlalu tegang.


"Coba Grizz ceritakan. Kok bisa sih kamu menduga kalau kakakmu itu sudah meninggal? Padahal kamu selama ini juga belum pernah melihat makamnya dan ibumu juga tak pernah memberi jawaban apa-apa" ucap Nicho mencoba mencari tahu.


"Jadi waktu itu..."


Grizz terdiam kemudian mengingat beberapa kejadian pada masa lalunya tentang kakaknya yang selalu ia cari. Dari mulai terakhir ia melihat sosok kakaknya hingga tak pernah bertemu dengannya lagi. Ia melihat ayahnya sedang menggandeng kakaknya pergi dari rumah untuk membantunya bekerja saat itu.


"Kak Ley, mau temana?" tanya Grizz dengan polosnya waktu itu.


"Kakakmu mau ayah ajak bekerja. Minggir" sentak Harto sambil menendang kaki mungil Grizz.

__ADS_1


Pandangan mata Kak Rey waktu itu terlihat sendu saat menatap adiknya yang akan ditinggalkannya. Sehari-hari, ia selalu bersama dengan Grizz sehingga akan terasa kalau sampai jauh dari adik kecilnya itu. Bahkan kini ia ingin sekali memeluk Grizz kecil yang kakinya sudah ditendang oleh ayahnya itu.


"Cepat bawa aku dari sini dan jangan sakiti adikku lagi" ucap Kak Rey dengan nada datarnya.


Saat itu, Rey kecil sudah tahu mengenai dirinya yang akan dijual oleh ayahnya kepada seorang penguasa dunia bawah. Ibunya pun mengetahui tentang hal ini namun tak bisa melawan keputusan suaminya. Ia sudah berusaha membujuk Harto namun tidak berhasil. Sedangkan Grizz kecil tentu tak mengetahui fakta itu hingga saat dewasa ini.


Semenjak saat itu, Grizz kecil selalu bertanya kepada kedua orangtuanya mengenai keberadaan Kak Rey. Namun ibunya tidak pernah menjawab bahkan selalu menitikkan air matanya jika ia bertanya tentang Kak Rey. Sedangkan untuk ayahnya sendiri, ia akan selalu marah-marah dan mengatakan kalau Kak Rey telah meninggal.


Grizz juga sudah bertanya dimana makam dari kakaknya itu setelah beranjak dewasa. Namun ayahnya akan selalu marah-marah dan memukulinya membuat ia hanya bisa memendam keinginannya itu. Semua orang yang ada disana setelah mendengar cerita yang diungkapkan oleh Grizz itu hanya bisa menahan nafasnya.


"Kak Rey yang kamu maksud belum meninggal" ucap Josh sambil berusaha menahan isak tangisnya.


"Mana Kak Rey? Mana Kak Josh? Kak Josh nggak boleh bohong ya. Jangan buat Grizz berharap" seru Grizz sambil berdiri didepan Josh.


Bahkan kini mata Grizz sudah meluncurkan cairan bening hingga membasahi kedua pipinya. Antra sedih, terharu, bahagia, dan kecewa bercampur menjadi satu. Kalau memang kakaknya itu masih hidup, mengapa tak mencari keberadaannya. Namun ia bahagia karena ternyata ia masih mempunyai keluarga di dunia ini.


"Kak Josh pasti bohong. Kalau memang Kak Rey masih hidup, dia akan menemui Grizz. Apa Grizz nyusahin sampai dia nggak mau menemani aku? hiks" serunya sambil memegang kerah baju Josh dan digoyang-goyangkan.


Mereka semua yang ada disana tak menyangka dengan respons Grizz yang diluar dugaan seperti ini. Ini baru satu fakta mengenai kakak kandungnya yang masih hidup, bagaimana dengan yang lainnya? Tentu Grizz akan terkejut sekaligus shock berat dengan apa yang akan diungkapkan. Alex yang melihat Grizz seperti itu sudah tak bisa berkata-kata lagi, ia memberi kode pada Tuan Grey untuk mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


Greppp...


Tuan Grey menganggukkan kepalanya kemudian berdiri dari duduknya dan menghela nafasnya berulangkali. Tiba-tiba saja, Tuan Grey langsung memeluk Grizz dari belakang membuat gadis itu memberontak hingga melepaskan cekikan pada kerah baju Josh. Josh langsung meraup udara sebanyak-banyaknya untuk menetralkan pernafasannya.


"Kak Josh bohong..." serunya.


"Enggak. Kak Josh nggak bohong. Kak Rey memang masih hidup dan sekarang tengah memeluk kamu" ucap Josh memberitahu.


Tiba-tiba saja Grizz berhenti memberontak bahkan tubuhnya mematung. Tubuhnya sama sekali tak bergerak karena dekapan hangat yang kini ia rasakan sekaligus fakta yang begitu mengejutkannya. Ia tahu kalau yang memeluknya ini bukan salah satu dari sahabat Alex karena bau parfumnya yang berbeda.


"Ini Kak Rey. Dulunya kamu nggak bisa manggil kakak dengan panggilan Grey karena susah dan masih cadel. Kamu ingatkan? Kamu ngambek karena nggak bisa panggil dengan panggilan Kak Grey" ucap Tuan Grey sambil terkekeh pelan namun air mata sudah jatuh dari pelupuknya.


Grizz masih mencerna semua yang diucapkan oleh Josh dan Tuan Grey. Fakta yang begitu tiba-tiba ini malah membuatnya linglung. Ia bingung harus percaya dengan siapa. Disisi lain, ada ketenangan dalam hatinya karena seperti ada sosok pelindung dalam hidupnya.


Ada rasa kecewa dan sedih yang ia rasakan kini walaupun perasaan bahagia itu lebih banyak. Ia tak menyangka masih mempunyai sosok keluarga kandung dalam hidupnya. Tuan Grey langsung melepaskan pelukannya dari Grizz kemudian membalikkan tubuh gadis itu.


"Tapi kata ayah, Kak Rey sudah meninggal" ucap Grizz sambil menggelengkan kepalanya.


"Lihat kakak, ini Kak Rey yang selama ini kamu cari. Kakak belum meninggal. Kak Rey pergi dari rumah itu karena dijual sama Harto. Harto itu pembohong, uang hasil penjualan kakak ini ia gunakan untuk bermain kartu dan menghidupi selingkuhannya. Ibu pun tahu hal itu, namun beliau tak bisa berbuat apa-apa" ucap Tuan Grey dengan pandangan mata penuh penyesalan.

__ADS_1


__ADS_2