
Luis dan Alex sudah mengatakan pada Bibi Yun mengenai acara lamaran yang akan diadakan untuk Dara. Bahkan Dara juga dipanggil masuk dalam kamar Bibi Yun untuk ditanyakan beberapa hal. Walaupun Bibi Yun sudah menganggap kalau Dara itu adalah anaknya sendiri, namun ia harus memastikan ketulusan gadis itu.
Terlebih Bibi Yun mengetahui dari Luis mengenai pernikahan ini yang terjadi karena masalah dalam keluarga Dara. Bibi Yun tak ingin jika kedua anaknya itu nanti malah saling menyakiti karena dipersatukan oleh masalah.
"Dara, kamu yakin mau menerima Luis sebagai calon suamimu? Bukannya ibu tak percaya padamu, namun Luis ini sudah ibu anggap sebagai anakku. Aku tak ingin anakku terluka karena seorang perempuan" ucap Bibi Yun dengan tegasnya.
"Iya, ibu. Dara mau menerima Kak Luis sebagai calon suamiku walaupun kami dipersatukan dari sebuah masalah. Asal ibu tahu, Dara memang belum mencintai Kak Luis namun rasa nyaman ketika bersamanya itu adalah modal aku untuk mulai mencintainya" ucap Dara dengan tegas.
Bibi Yun menganggukkan kepalanya mengerti. Walaupun hanya rasa nyaman, namun Bibi Yun akhirnya mengerti kalau memang kisah Luis ini hampir sama dengan Alex. Ia yakin kalau Dara ini adalah orang baik yang takkan pernah mengkhianati Luis.
"Baiklah, ibu merestui kalian untuk menikah. Tapi ingat satu hal, jangan pernah saling menyakiti sesama. Kalau kalian memang sudah bosan dan tak saling mencintai lagi, lebih baik berpisah tanpa harus saling membenci" ucap Bibi Yun memberikan nasihat.
"Tidak, kami takkan berpisah. Menikah adalah sekali seumur hidup" seru Dara dan Luis secara bersamaan.
Bibi Yun dan Alex yang mendengar hal itu tersenyum. Mereka berdua merasa sedikit lebih tenang karena akhirnya mendapatkan pernyataan itu. Artinya keduanya memang berkomitmen untuk tak saling berpisah walaupun mungkin perasaan belum tumbuh kuat.
Dara dan Luis saling pandang kemudian tersenyum. Luis merasa bahagia karena ada seseorang yang mau mengupayakan agar tak berpisah. Dara segera saja memeluk Bibi Yun karena merasa malu diperhatikan oleh Luis. Bibi Yun terkekeh pelan melihat keduanya yang seakan malah malu-malu kucing.
"Kalau begitu, kapan kita akan menemui keluarga Dara?" tanya Bibi Yun sambil mengelus lembut lengan atas anak perempuannya itu.
"Aku hubungi mereka dulu kira-kira ada di rumahnya kapan. Khawatirnya nanti kita ke sana namun malah tak ada orang sama sekali" ucap Dara membuat ketiganya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Tentunya Dara melakukan hal ini agar nantinya orangtuanya itu tidak mengelak atau memberi alasan sibuk kepadanya. Yang penting minggu ini seharusnya mereka bisa meluangkan waktunya untuk bertemu dengan keluarga Luis. Saat mereka tengah membahas hal serius, tiba-tiba saja Grizz melongokkan kepalanya masuk dalam kamar Bibi Yun.
"Halo... Ini kenapa pada kumpul di sini tapi nggak ngajak Grizz?" tanya Grizz dengan tatapan penasarannya.
"Astaga..." seru semuanya yang terkejut saat melihat kepala Grizz yang masuk dari pintu yang terbuka sedikit.
Bahkan mereka sampai mengelus dadanya karena terkejut dengan sikap yang ditunjukkan oleh Grizz itu. Apalagi hanya kepalanya saja yang terlihat, sedangkan tubuhnya masih di luar. Alex langsung memberikan kode pada Grizz untuk masuk ke dalam kamar dan bergabung dengan mereka.
"Sahabatmu ini mau menikah lho, Grizz. Dara mau menikah dengan Luis" ucap Bibi Yun.
"Lho... Kok udah diterima aja? Bukannya kemarin Dara bilang sama Grizz nggak mau ya" tanya Grizz dengan terkejut.
"Kemarin kan belum memastikan Grizz, kalau sekarang sudah pasti. Dara mau menemani Kak Luis sebagai calon suami" ucap Dara memberikan alasan.
"Kak Luis, nggak boleh sakitin Dara ya. Dan Dara juga tidak boleh menyakiti Kak Luis. Grizz tendang satu-satu nih kaki kalian kalau sampai saling menyakiti" ucap Grizz dengan mengancam keduanya.
Keduanya hanya menganggukkan kepalanya dan terkekeh lucu karena ancaman dari Grizz itu. Pasalnya itu malah bukan seperti ancaman, melainkan gertakan sambal saja. Bahkan kini Luis langsung tertawa melihat istri dari sahabatnya yang begitu lucu itu, apalagi dengan matanya yang melotot seperti mata boneka.
"Asyikkk... Dara udah nggak jomblo lagi. Besok Grizz cari perlengkapan untuk acara lamarannya ya. Grizz bantu carikan makanannya saja" ucap Grizz dengan antusias.
"Bukannya malah membantu mencarikan makanan, namun yang ada semuanya malah masuk dalam perutmu" ucap Dara dengan ledekannya.
__ADS_1
"Kan sambil menyelam minum air, begitu pepatahnya. Sambil carikan makanan, maka sekalian nyicip-nyicip sampai kenyang dulu lah" ucap Grizz sambil terkekeh kecil.
Mereka semua tertawa melihat tingkah lucu dari Grizz itu. Suasana yang begitu memabahagiakan benar-benar terasa. Mereka seakan menyalurkan energi positif antar sesama yang membuat senyum terlihat dari wajah semuanya. Mereka hanya berharap kalau tak ada lagi yang namanya masalah berat di hadapan semuanya.
***
Orangtua Dara telah dihubungi kalau bisa ditemui atau diajak bertemu saat weekend nanti. Dara langsung mengutarakan niat Luis yang ingin melamarnya langsung. Bahkan tak segan untuk Dara yang mengutarakan kalau Alex dan ibunya yang akan melamarkannya secara langsung. Tentu saja itu membuat kedua orangtuanya terdiam kaku dan tak menjawab apapun.
Dara juga sudah mengatakan pada Luis mengenai adanya kedua orangtuanya pada weekend nanti. Bahkan Luis menyerahkan kepada Grizz untuk membeli sesuatu yang nanti wajib ia bawa ke rumah Dara saat melamar dia. Awalnya Luis ingin membelinya sendiri atau mengajak Dara, namun gadis itu ternyata memilih untuk pergi bersama dengan Grizz dan Bibi Yun.
"Nanti biar Grizz saja yang bantu. Yang penting uangnya kasihkan ke kami. Jangan lupa ada uang jajan es krimnya juga ya" ucap Grizz memberi peringatan pada Luis.
Luis yakin kalau bersama dengan Grizz pastinya hanya akan kebanyakan jalan-jalan dan makan di mall. Makanya Luis langsung meminta Bibi Yun untuk memperingatkan kedua gadis itu kalau tujuannya ke mall adalah membeli sesuatu yang dibawa saat lamaran.
"Ayo kita pergi" seru Grizz sambil berlari kecil kearah Dara yang menunggunya di depan rumah.
"Jangan lari-larian, Grizz. Kamu itu bawa dua anak dalam perut lho" tegur Dara.
"Babynya yang minta buat Grizz lari kok" ucap Grizz memberi alasan.
Tentu saja itu hanyalah alasan Grizz saja agar tak dimarahi. Dara dan Bibi Yun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah aktif Grizz itu. Ketiganya segera saja masuk dalam mobil kemudian Nela yang akan menyetirnya. Sedangkan Neli duduk di samping kembarannya itu dengan ketiga perempuan di kursi penumpang. Mobil melaju dengan kecepatan sedang, sedangkan di belakang diikuti oleh beberapa kendaraan bodyguard.
__ADS_1