Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Kampus


__ADS_3

Dara sudah memasuki gedung fakultasnya sendiri setelah diantar oleh dua orang bodyguard Grizz. Dara tak ingin dengan Grizz yang diawasi dan dijaga oleh bodyguard karena memang ia tak suka kalau ada orang yang mengikutinya. Sebenarnya ia sudah ditawari oleh Luis tentang masalah bodyguard ini dan Dara memilih untuk tidak menggunakannya.


Dara merasa kalau ia masih mampu melindungi dirinya sendiri. Walaupun tak ayal ia sedikit takut juga dengan anggota dunia bawah yang mungkin saja mengintainya. Terlebih waktu itu ia juga mengikuti Grizz masuk dalam hutan terlarang. Namun Luis juga akan meminta anak buah Alex agar menjaga Dara dari jauh, itu pun gadis itu mengetahui dan menyetujuinya.


Sedangkan Grizz, ia kini tengah berdebat di tempat parkir dengan kedua bodyguardnya. Tentunya ini tak lepas dari Grizz yang tak ingin diikuti sampai masuk ke dalam. Apalagi rencananya, Nela dan Neli itu akan menunggu Grizz di depqn kelas.


"Gedungnya besar sekali. Kak Nela dan Kak Neli, lebih baik tunggu Grizz di depan gerbang saja. Grizz nggak mau ya kalau teman-teman barunya pada takut dekat-dekat sama aku" ucap Grizz sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


"Tidak, nona. Ini sudah janji kami kepada Tuan Alex dan lainnya untuk menjaga juga mengikuti kemanapun anda pergi" ucap Nela dengan tegasnya.


Grizz yang kesal pun memilih pergi berlalu dari tempat parkir sambil menghentak-hentakkan kakinya. Ia masih kesal dengan keduanya yang lebih mematuhi perintah dari Alex daripada dirinya. Nela dan Neli yang melihat tingkah lucu dari atasannya pun hanya bisa geleng-geleng kepala. Melihat penampilan dan tingkah Grizz saat ini, takkan ada yang menduga kalau wanita itu sudah menikah dan menjadi mahasiswa.


Nela dan Neli pun berjalan mengikuti Grizz dari belakang. Bahkan beberapa mahasiswa langsung memusatkan perhatiannya kearah Grizz. Bukan hanya karena penampilannya, tetapi juga dengan adanya dua bodyguard di belakangnya. Mereka seperti tengah mengingat sesuatu saat ada pengumuman waktu OSPEK kemarin.


"Besok akan ada mahasiswa baru yang tak lain adalah istri dari seorang Raja Bisnis. Jangan sampai membuat ulah atau bersikap kurang ajar padanya kalau tak ingin keselamatan kalian jadi taruhannya".


Begitulah kiranya pengumuman yang disampaikan oleh pihak kampus saat penutupan OSPEK kemarin. Setelah mendengar pengumuman dari pihak kampus, mereka berbondong-bondong mencari informasi tentang wajah dari istri Raja Bisnis yang dimaksud. Ternyata yang terdaftar di kampus ini adalah Grizz dan wajahnya pun akan selalu diingat oleh mereka.

__ADS_1


Sepertinya kini mereka sudah tahu dengan siapa yang dimaksud sebagaimana yang diumumkan waktu itu. Terlebih sedari tadi yang hanya membawa bodyguard hanyalah Grizz seorang. Tentunya mereka langsung saja memilih sedikit menjauh apalagi tatapan dari dua bodyguard Grizz yang menatap semuanya tajam. Keduanya seperti memberi kode pada semua orang agar tak mendekat.


"Kok pada ngelihatin Grizz sih? Apa Grizz cantik dan imut, makanya jadi pusat perhatian gini? Atau malah karena penampilan Grizz yang aneh sekaligus bawa bodyguard?" gumannya yang melihat hampir semua mahasiswa malah bergerombolan untuk menatap dirinya.


"Tidak usah dipikirkan, nona. Mereka hanya iri karena nona ada yang menjaga. Terlebih dua bodyguardnya juga tak kalah cantik" ucap Neli dengan percaya dirinya malah memuji sendiri.


"Over PD sekali anda" ucap Grizz sambil terkekeh geli.


Nela dan Neli juga sama tertawa mendengar celotehan absurd ketiganya. Mereka segera saja menuju ke kelas yang memang sudah diketahui. Grizz dibantu oleh Nela dan Neli menemukan kelasnya yang memang sedikit susah. Terlebih banyaknya ruangan dengan gedung yang begitu luas.


"Astaga... Ini kampus sudah melebihi stadion sepak bola. Ini baru gedung fakultas aja lho, gimana kalau harus mengelilingi semuanya. Bisa pingsan kali" gumam Grizz sambil geleng-geleng kepala.


"Silahkan duduk di tempat anda, nona. Kami akan menunggu anda di luar kelas" ucap Nela setelah memastikan tempat duduk Grizz aman.


Grizz menganggukkan kepalanya pasrah dengan sikap posesif dari kedua bodyguardnya. Padahal ia ingin duduk di belakang namun Nela dan Neli malah memilihkannya di depan. Grizz duduk dengan pasrah di sana, bahkan kursi yang ada di depan itu sama sekali belum ada yang menempati. Semua mahasiswa memilih duduk di belakang sambi mencuri pandang kearah Grizz.


Setelah kedua bodyguardnya keluar dari kelas, Grizz pun duduk dengan tenang di sana. Ia melihat kearah sekitar yang terlihat sekali kalau banyak mahasiswa yang menatapnya aneh. Grizz ingin sekali bergabung dengan sekumpulan mahasiswa perempuan yang ada di sana namun ia sedikit takut jika diacuhkan.

__ADS_1


"Ish... Kalau kaya gini, Grizz mana bisa punya teman. Semuanya menatap Grizz kaya orang yang wajib diwaspadai" gerutunya pelan.


Grizz pun memilih diam di tempat duduknya sambil memainkan ponselnya. Ia lebih memilih bertukar kabar dengan suaminya dan Dara. Tak berapa lama, semua mahasiswa masuk dalam kelasnya diikuti oleh seorang dosen. Hampir semua mahasiswa tak mau duduk di dekatnya membuat kursi depan sama sekali tak ada yang menduduki.


"Kenapa kalian berebutan tempat duduk di belakang? Ini di depan masih sisa banyak lho" seru dosen yang melihat tingkah mahasiswanya itu.


"Kami nggak mau duduk di depan, bu. Takutnya kalau dekat dengan istri pebisnis malah nanti akan punya masalah" seru salah seorang mahasiswa.


Dosen itu hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar jawaban dari mahasiswanya. Walaupun memang benar rumor adanya mahasiswa baru yang merupakan istri pebisnis, namun Alex sudah meminta kepada pihak sekolah untuk santai saja. Terlebih Grizz itu bukan tipe orang yang pilih-pilih dalam berteman atau menggunakan kekuasaannya untuk menindas oranglain.


Grizz yang mendengar hal itu merasa sedih dengan apa yang terjadi. Grizz pun berdiri kemudian menghadap semua orang yang ada di sana. Grizz menghela nafasnya lelah karena tak mau menyalahkan semua orang yang punya pikiran seperti itu.


"Kalian jangan seperti itu dong. Grizz kan di sini buat belajar, bukan mau pamer kekuasaan. Lagian yang pebisnis itu suaminya Grizz. Kalau Grizz mah nggak punya apa-apa. Grizz ini manusia biasa lho bukan hantu yang perlu ditakutkan" ucap Grizz sambil memasang wajah lelahnya.


Tentu saja semua mahasiswa yang ada di sana begitu gemas. Apalagi melihat kedua pipi Grizz yang menggembung lucu bak sebuah boneka. Grizz yang melihat semuanya malah melihatnya dengan tatapan berbinar itu kesal. Hal ini karena tak ada yang menggubris ucapannya sama sekali.


"Ayo kita berteman" serunya.

__ADS_1


Dosen yang ada di sana tersenyum kemudian mendekat kearah Grizz. Dosen itu menganggukkan kepalanya dan meyakinkan semua mahasiswanya kalau dekat dengan Grizz bukanlah suatu musibah.


__ADS_2