
Kedatangan Tuan Grey dan asistennya ke negara kelahiran laki-laki dewasa itu sama sekali tak terendus oleh media. David langsung saja membungkam beberapa orang yang bertugas di Bandara untuk tidak memberikan informasi apapun. Tentunya kalau sampai itu terjadi, mereka hanya akan hidup dalam kesengsaraan.
David juga sudah menghubungi Josh untuk bertemu di tempat yang telah ditentukan. David yang baru mengetahui kalau Josh bersahabat dekat dengan Alex pun sedikit terkejut. Ia pikir kemarin temannya itu hanya memberikan informasi mengenai adik Tuan Grey adalah istri dari Alex namun dengan cepat bisa mengetahuinya karena keduanya bersahabat dekat.
"Bagaimana, Dav?" tanya Tuan Grey pada asistennya itu.
Mereka kini sudah berada di Bandara tempat kelahiran Tuan Grey dengan menggunakan masker, topi, dan kacamata hitam. Tentu saja wajahnya sangat dikenali jika nanti tak dilindungi oleh barang-barang itu, pasalnya mereka terkenal bukan hanya di dunia bawah melainkan bisnis legal yang merajai pasar Eropa. Untuk dunia bawah, mereka bergerak sama seperti Alex dan yang lainnya dengan memakai topeng wajah.
"Aman, bos. Kita bisa langsung ke rumah Josh saja. Disana juga ada gadis yang diperkirakan adalah adik kandung anda karena Tuan Alex sedang menyembunyikan istrinya itu" ucap David.
Tuan Grey yang mendengar ucapan dari David itu seketika mengernyitkan dahinya heran. Yang ia tahu, pertemuan itu diadakan di sebuah danau namun sekarang malah berbeda. Walaupun ia juga bahagia karena cepat sekali dirinya bertemu dengan adiknya, namun ini masalah pekerjaan yang akan dibahas.
Tentunya percakapan pekerjaan ini tak boleh didengar oleh siapapun. Apalagi nantinya Alex atau Josh akan membawa beberapa senjata yang sepertinya tak bisa kalau ada orang yang mengetahuinya. Kini mereka ada didalam sebuah mobil yang memang dikirimkan oleh Josh namun David yang akan mengemudikannya.
"Kok jadi ke rumahnya? Bukannya kita mau ke danau?" tanya Tuan Grey.
"Kita disuruh istirahat dulu, bos. Ini sudah menjelang malam, kita bisa istirahat dan makan dulu disana. Itu pun juga undangan dari Josh. Nanti waktu tengah malam, kita semua pergi begitu pula dengan mereka karena senjatanya memang ada di gudang. Tak bisa kita melakukan transaksi disini pada waktu-waktu seperti ini, bahaya" ucap David memberi pengertian.
__ADS_1
Akhirnya Tuan Grey pun menganggukkan kepalanya mengerti. Ia juga butuh istirahat setelah berada didalam pesawat cukup lama. Beruntung sekali dirinya mempunyai asisten seperti David yang circle pertemanannya begitu luas. Sehingga setiap mereka mengunjungi salah satu negara, tak perlu yang namanya harus menyewa hotel untuk istirahat.
***
"Lex, Tuan Grey sudah di bandara. Aku juga udah bilang sama maid dan yang lainnya untuk menunda makan malam. Mereka akan malam disini sekaligus beristirahat sebentar" bisik Josh kepada sahabatnya.
Alex menganggukkan kepalanya mengerti. Josh tadi memang sudah bilang mengenai keberadaan Tuan Grey dan asistennya yang telah berada di bandara negara ini. Alex sedikit gugup namun berhasil menutupinya. Ia khawatir karena bisa saja nanti malah yang mereka bayangkan tak sesuai dengan kenyataannya.
Beruntung Grizz tak banyak bertanya karena makan malam tertunda sebentar. Ia tadi hanya mengucapkan kalau akan ada temannya yang ingin juga ikut makan malam. Namun hanya dua orang saja tamunya itu karena dia tak membawa bodyguard sama sekali. Hal ini memang sengaja agar keberadaan keduanya tak diketahui musuhnya yang ada dimana-mana.
Mereka semua ini kini terduduk di ruang keluarga sambil menyaksikan acara kartun di TV. Tentunya hal ini merupakan tontonan Grizz, Dara, dan Erga. Mereka sangat fokus bahkan tak menggubris gangguan dari Nicho.
Semua yang ada di ruang keluarga sontak saja mengalihkan pandangannya kearah bodyguard itu. Josh pun langsung berdiri kemudian mengikuti bodyguard itu keluar. Ia meninggalkan semua orang yang ada di ruang keluarga itu dengan perasaan gugup. Begitu pula dengan Alex, Nicho, dan Nando yang sudah lama tak bertemu dengan Tuan Grey.
Apalagi kini kedatangannya ini tidak hanya mengenai adik kandung Tuan Grey saja melainkan sekalian melakukan kerjasama juga. Mereka mencoba menarik dan menghela nafasnya berulangkali untuk menetralisir kegugupannya. Entah mengapa seorang Alex yang jarang sekali gugup menghadapi orang, pada faktanya sekarang nyalinya sedikit ciut.
"Selamat malam semuanya" sapa David dengan wajah datarnya.
__ADS_1
Mereka yang ada di ruang keluarga langsung saja berdiri kemudian sedikit membungkukkan kepalanya untuk menyambut kehadiran tamu yang datang. Alex dan kedua sahabatnya langsung berjabatan tangan dengan Tuan Grey dan David.
"Selamat malam juga. Maaf kami tak menyambut kalian di luar" ucap Alex dengan sedikit menunduk.
"Tidak masalah" ucap David sambil tersenyum tipis.
Mereka saling berjabat tangan tak terkecuali Tuan Grey yang sedari tadi hanya diam saja. Tentu hal ini karena memang dasarnya Tuan Grey bukan orang yang suka basa-basi, bahkan untuk menyapanya pun ia malas. Setelah yang laki-laki berjabat tangan, Alex memberi kode pada Grizz agar berkenalan dengan Tuan Grey dan David.
Grizz yang mengerti kode itu pun segera saja menarik tangan Dara dan Erga. Ia sedikit takut saat melihat wajah datar Tuan Grey sehingga sekarang memilih berjalan sambil menundukkan kepala. Begitu juga dengan Dara, ia seperti mengenal aura yang dikeluarkan dua orang didepannya ini.
"Halo... Perkenalkan nama aku Grizz. Istrinya Bapak Alex dan adiknya Bapak Josh" ucap Grizz dengan celetukannya.
Setelah tersadar atas panggilan yang dia sematkan pada Alex dan Josh, ia langsung membekap mulutnya. Sedangkan Alex dan Josh sudah melirik gadis itu dengan sedikit sinis. Bahkan Nicho dan Nando sudah menahan tawanya mendengar panggilan yang disematkan untuk kedua sahabatnya itu.
Tuan Grey dan David pun terlihat menahan senyumnya melihat ucapan dari Grizz ini. Tuan Grey pun tak menyangka kalau kini dihadapannya sudah ada Grizz yang diyakininya sebagai adik kandungnya sendiri. Tadinya ia terus memperhatikan gerak-gerik gadis itu namun saat mendengar celetukannya, malah membuatnya tak fokus.
Kini tiba-tiba matanya memanas dan langsung saja mengalihkan pandangannya kearah lain. Ternyata memang benar adanya kalau wajah gadis ini jika dilihat dari jarak dekat seperti ini akan sangat mirip dengan ibu kandungnya. Ia tak kuat melihat matanya yang polos seperti sang ibu.
__ADS_1
"Perkenalkan tuan, ini Grizz dan itu Dara juga Erga. Mereka adalah keluarga kami" ucap Josh mengalihkan pembicaraan.
Josh tahu mengapa semuanya kini terlihat diam karena yang laki-laki dewasa melirik kearah Tuan Grey yang raut wajahnya terlihat sendu. Tentu hal ini harus segera dialihkan perhatiannya agar tak canggung seperti ini.