Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Keriuhan


__ADS_3

"Ini makanan banyak-banyak di meja makan buat apaan?" seru Grizz sambil geleng-geleng kepala.


Pasalnya Grizz melihat banyaknya makanan yang ada di meja makan sedangkan di sana hanya kakaknya saja yang terlihat. Grizz paling tidak suka kalau banyak makanan tapi hanya dimakan berdua. Tuan Grey yang mendengar seruan itu langsung menepuk dahinya pelan.


Ia lupa kalau adiknya ini saat makan harus ada banyak orang kalau makanannya sebanyak ini. Ia tadi lupa memberitahu pada maid yang ada di mansionnya untuk masak sedikit saja. Alhasil inilah Grizz yang langsung berkacak pinggang dan geleng-geleng kepala.


"Sini dulu, dek" ajak Tuan Grey sambil melambaikan tangannya.


Grizz dengan wajah garangnya langsung saja mendekat kearah kakaknya membuat Tuan Grey sedikit meringis pelan. Pasalnya Tuan Grey melihat pipi adiknya yang menggembung lucu dan matanya melotot itu malah mirip seorang tokoh kartun. Ia ingin tertawa namun yang keluar sebuah ringisan karena menahannya. Ia takut kalau sampai tertawa malah membuat adiknya itu kesal.


"Apa?" tanya Grizz yang kini matanya menyipit tajam.


"Kakak lupa kalau makan harus bersama dengan banyak orang. Kebiasaan di sini, kalau makan ya seperti ini. Besok nggak lagi ya" ucap Tuan Grey dengan lembut.


Pasalnya para maid pasti sudah makan di ruangan khusus sehingga tak mungkin kalau diajak kemarin. Menu yang dihidangkan memang sama, hanya saja yang disini memang khusus dimasak oleh koki. Akhirnya Grizz menghela nafasnya pasrah dan duduk di sebelah kakaknya.


"Jangan cemberut dong. Besok kita makan sama yang lainnya juga ya. Tapi kita khusus malam ini kita makan berdua saja" ucap Tuan Grey saat melihat adiknya seperti tidak rela.


Akhirnya Grizz menganggukkan kepalanya kemudian menatap kakaknya dengan senyuman. Ia tak mau makan malam kali ini malah terasa canggung dan tidak nyaman kala salah satunya ngambek. Tuan Grey menyuapi adiknya itu bergantian dengannya. Sungguh... Keduanya benar-benar merasa bahagia dengan moment manis ini.


Moment manis yang diharapkan bisa berlangsung seterusnya. Namun sayang, status Grizz yang sudah menjadi istri orang membuatnya tak bisa untuk berada di sisi Tuan Grey. Ia juga menyimpan sedikit kesedihan karena Grizz menikah tanpa bisa ia dampingi. Ia juga ingin menyerahkan adiknya itu kepada Alex di altar pernikahan.

__ADS_1


"Kak Rey kenapa? Kok sedih begitu" tanya Grizz yang melihat tatapan sendu kakaknya mengarah kepadanya.


"Kak Rey baru ingat kalau kamu sudah menikah. Bahkan kakak belum merasakan mengantarmu ke altar pernikahan" ucap Tuan Grey sambil menghela nafasnya pasrah.


Grizz yang mendengar hal itu sontak saja merasa sedikit bersalah. Andai saja dia tahu kalau kakaknya masih hidup, pasti ia akan menunggu kedatangan Tuan Grey terlebih dahulu sebelum menikah. Grizz kemudian menolak suapan yang diberikan kakaknya dan mengambil sendok itu untuk diletakkan di atas meja.


"Kak Rey nggak boleh sedih. Nanti biar Grizz yang antar Kak Rey saat di altar pernikahan" ucap Grizz mencoba menghiburnya.


"Mana bisa begitu? Harus laki-laki" seru Tuan Grey tak terima.


Sebenarnya Grizz tak bersungguh-sungguh mengenai ucapannya itu. Ia hanya ingin kalau kakaknya itu tak terlalu berpikir berat dan menganggap semua yang terjadi itu adalah kesalahannya. Grizz tahu kalau kakaknya itu begitu menyesal dan merasa bersalah karena selalu melewatkan moment terbaik dalam hidup Grizz.


Grizz langsung memeluk Tuan Grey dari samping agar kakaknya itu tak sedih lagi. Apalagi kakaknya itu terlalu sensitif untuk laki-laki dewasa. Tuan Grey pun juga memeluk erat tubuh adiknya untuk menenangkan dirinya. Ia memang terlalu sensitif apalagi kalau sudah berkaitan dengan adiknya.


Tuan Grey menganggukkan kepalanya kemudian mereka berdua langsung melanjutkan acara makan malamnya. Tentunya dengan celotehan Grizz yang benar-benar mengundang tawa dan bahagia baginya itu. Setelah makan malam, mereka segera saja masuk dalam kamarnya masing-masing untuk istirahat.


***


"Selamat pagi..." seru Grizz yang membuat kaget para maid dan koki yang bekerja di dapur.


Pagi-pagi sekali Grizz sudah bangun kemudian keluar dari kamarnya. Ia langsung menuju dapur, tempat ternyamannya untuk menghilangkan kebosanan. Terlebih Grizz ingin memasak untuk banyak orang, walaupun nanti akan diomeli oleh Tuan Grey.

__ADS_1


Semalam kakaknya sudah memperingatkan kalau dia tak boleh bekerja apapun karena disini hanya untuk bersenang-senang. Namun namanya Grizz tentu takkan mau kalau hanya duduk diam dan menuruti perintah kakaknya. Grizz langsung saja melakukan apapun sesukanya itu.


Para maid dan koki yang ada di dapur itu sontak saja terkejut dengan kehadiran adik dari majikannya itu. Bahkan beberapa maid langsung menghalangi Grizz memasuki dapur lebih lama.


"Selamat pagi, nona. Silahkan nona keluar dari dapur ini karena bahaya. Kalau butuh sesuatu langsung teriak panggil kami saja" ucap maid itu dengan cepat.


"Ish... Nggak mau. Grizz mau masuk dapur, masak" ucap Grizz dengan sikap keras kepalanya.


"Jangan, nona. Nanti saya bisa dipecat kalau sampai nona masak di dapur ini" ucap koki disana yang langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Grizz tentunya hanya bisa menatap mereka semua dengan tatapan menyelidik. Grizz tentunya tahu kalau mereka sudah diancam oleh kakaknya agar tak mengijinkannya masuk dapur. Namun Grizz tak mau berdiam diri, ia harus melakukan apa yang disukainya.


"Nggak akan dipecat. Grizz yang tanggungjawab kalau ada yang dipecat" ucap Grizz sambil membanggakan dirinya.


Kini Grizz bahkan mencoba menerobos pembatas yang dibuat oleh para maid dan koki. Tentunya para maid dan koki harus waspada agar kehadiran Grizz ini tak membuat posisinya terancam. Grizz langsung saja tersenyum saat sebuah ide melintas dalam kepalanya.


"Lihat... Ada cicak kawin" seru Grizz sambil menunjuk kearah pojok atas.


Semua maid dan pekerja di sana langsung melihat kearah yang ditunjuk oleh Grizz. Grizz yang melihat ada kesempatan untuk dia masuk pun segera saja berlari. Grizz masuk dan menerobos masuk saat semua orang tengah fokus dengan apa yang ada di pojokan atas.


Grizz bahkan langsung membuka kulkas kemudian mengeluarkan banyak bahan makanan. Grizz mengambil pisau kemudian memotongnya dengan cepat. Suara bunyi pisau itu langsung saja membuat semua orang yang ada di sana mengalihkan pandangannya. Mata mereka membulat seakan ingin keluar dari tempatnya.

__ADS_1


"Astaga..." seru semuanya.


Tentunya mereka segera saja mendekat kearah Grizz agar menghentikan aksinya. Mereka begitu takut kalau adik majikannya itu malah terluka. Grizz tak peduli atas ocehan semua pekerja disana. Sungguh pagi itu keriuhan terjadi akibat Grizz yang ngeyel. Bahkan para maid dibuat kalang kabut akibat ulah dari adik majikannya yang baru saja datang.


__ADS_2