Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Bermain


__ADS_3

Nicho yang melihat apa yang dilakukan oleh Alex pun langsung berjalan mendekat kearah sahabatnya itu. Ia menepuk bahu Alex yang masih menatap fokus kearah Gita yang kini benar-benar berwajah pucat pasi. Alex melirik sekilas kearah Nicho yang ada disampingnya yang memberikan kode padanya.


"Biarkan kini aku yang bermain. Aku juga ingin membalas semua rasa sakit yang dirasakan oleh adikku" ucap Nicho meminta ijin.


Alex menghela nafasnya kasar kemudian menjauhkan pisau dan tubuhnya dari Gita juga Odis. Ia menyimpan pisaunya itu langsung dalam saku jasnya dengan memastikan kalau posisinya sudah aman. Setelahnya Alex segera saja berlalu menjauh dari Nicho yang kini tersenyum menyeringai.


"Kami mohon tuan, ampuni kami. Kami takkan menganggu tuan Alex dan istrinya lagi" ucap Gita memohon ampun.


Odis juga menatap memelas kearah Nicho karena dari wajahnya, mereka yakin kalau laki-laki didepannya ini takkan sesadis Alex dalam memberi hukuman. Mereka hanya perlu memasang wajah memelasnya agar Nicho merasa kasihan kemudian melepaskannya. Padahal mereka belum lah mengenal siapa Nicho sebenarnya yang sering mereka lihat jika datang ke kantor Alex.


"Kalian ingin bebas?" tanya Nicho dengan polosnya.


Kedua orang didepannya sontak saja menganggukkan kepalanya dengan cepat. Bahkan raut wajah penuh antusias begitu terlihat dengan pandangan mata yang berbinar-binar. Nicho tentu saja hanya menganggukkan kepalanya mengerti bahkan wajahnya juga terlihat tersenyum begitu sumringah.


"Tapi ada syaratnya" ucap Nicho seakan mempermainkan keduanya.


"Apa?" tanya Odis dan Gita secara bersamaan.


"Peluk ini" ucap Nicho sambil menunjuk sebuah bangkai tikus yang sudah mengeluarkan bau menyengat.


Sontak saja keduanya melihat kearah yang ditunjuk oleh Nicho. Kini raut wajah keduanya terlihat pucat pasi bahkan kedua tangan mereka sudah menutup mulut. Mereka merasakan perutnya begitu mual bahkan seakan diaduk-aduk melihat bangkai itu. Nicho mengambil sarung tangan dari saku jasnya kemudian mengambil bangkai itu.

__ADS_1


Nicho menggerakkan bangkai itu dari kanan ke kiri begitu pun sebaliknya di hadapan mereka. Mereka sampai menutup mata dan hidung karena baunya begitu menyengat. Alex, Nando, dan Josh hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Nicho yang berusaha ingin menjatuhkan mental dari Odis juga Gita.


"Ayo peluk, katanya mau bebas. Gimana sih..." ucapnya sambil terkekeh pelan.


Mereka menggelengkan kepalanya dengan cepat pertanda tak mau melakukan hal itu. Akhirnya untuk penutupan. Nicho langsung saja meletakkan bangkai tikus itu dipangkuan keduanya membuat mereka hanya bisa menahan nafasnya. Nicho yang sedari tadi juga menahan mual pun langsung menjauh dari mereka kemudian melepas sarung tangannya dan membuangnya tepat pada wajah keduanya.


Tak berapa lama keheningan itu terjadi hingga ada beberapa orang berbaju hitam masuk ke dalam rumah itu. Itu adalah anak buah Josh yang sengaja dihubungi oleh laki-laki itu. Ia ingin anak buahnya membawa dua orang itu untuk nanti dijadikan mainan atau samsak hidup di markasnya saat latihan. Alex sudah diberitahu oleh Josh dan laki-laki itu menyetujuinya.


"Urus mereka seperti apa yang ku bilang pada pesan yang ku tulis" titah Josh pada anak buahnya.


"Siap" jawab mereka dengan tegas.


***


"Ayo makan..." seru Grizz yang kemudian mengambil beberapa karpet yang ada di gudang.


Para maid disana kebingungan dengan tingkah Grizz yang membawa karpet itu. Namun tak ayal beberapa maid langsung saja membantu nonanya itu untuk mengangkat karpet walaupun kebingungan. Dara dan Bibi Yun yang memang sudah tahu kebiasaan Grizz pun membiarkan saja. Toh Josh sudah memperingatkan pada Grizz untuk menganggap tempat tinggalnya ini sebagai rumahnya.


"Ayo duduk sini" ajak Grizz dengan menarik maid untuk mengikutinya duduk disebelahnya.


"Maaf nona, kami akan makan didalam saja nanti setelah meletakkan semua makanan disini" tolak maid itu sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Maid itu terkejut bahkan berusaha memberontak karena tak ingin jika majikannya memarahi semuanya akibat lancang duduk dengan Grizz. Namun yang namanya Grizz, tak peduli akan hal itu karena ia yakin Josh takkan mempermasalahkannya.


"Kalian duduklah disini. Tuan Josh takkan memarahi kalian. Grizz ini memang tak suka jika makan sendiri-sendiri. Semuanya harus berkumpul disini entah para pekerja atau majikannya" ucap Bibi Yun memberi pengertian dan Grizz juga menganggukkan kepalanya antusias.


Akhirnya para maid menganggukkan kepalanya kemudian menyiapkan semua makanan berpindah keatas karpet. Ada beberapa juga yang memanggil bodyguard untuk ikut makan bersama. Grizz begitu bahagia karena ruang keluarga kini sudah disulap sebagai tempat makan dengan banyaknya makanan yang tersedia. Tak ada yang dibedakan, semua makanan sama baik untuk Grizz juga lainnya.


Walaupun agak canggung, maid dan bodyguard akhirnya menuruti permintaan dari Grizz itu. Bahkan Grizz tak segan menegur maid dan bodyguard yang hanya makan sedikit. Ia juga rela mengambilkan mereka tambahan lauk agar semua isi dalam piring terisi penuh dengan makanan.


"Enak bukan? Walaupun cuman tempe atau tahu sama nasi, pasti akan lebih enak kalau dimakan secara bersama-sama" ucap Grizz sambil terkekeh geli.


Para maid dan bodyguard tentu saja ikut menganggukkan kepalanya antusias. Mereka beruntung dengan kehadiran Grizz disini yang bisa membuat rumah mewah ini tak lagi menyeramkan seperti biasanya. Padahal selama ini karena hanya ada Josh yang tinggal tentunya semua maid dan bodyguard akan bersikap kaku.


Setelah selesai makan malam bersama, Grizz dan yang lainnya ikut membantu para maid membereskan piring juga gelas yang sudah selesai digunakan. Untuk lauk dan nasi yang masih tersisa banyak juga sudah dibungkus oleh Grizz agar bisa dibagikan pada anak-anak tak mampu. Tentunya salah satu bodyguard yang bekerja disana sangat antusias melakukan kebaikan seperti ini karena dimintai tolong Grizz untuk membagikannya.


"Cuci... Cuci..." gumam Grizz sambil membantu mencuci piring kotor.


Maid sudah melarangnya namun Grizz malah memelototi mereka agar diijnkan. Akhirnya mereka hanya pasrah kemudian saling berjaga agar gadis itu nantinya tak ada yang terluka. Bahkan dibelakangnya sudah ada madid yang berjaga kalau Grizz kelelahan agar bisa ia yang menggantinya saja.


"Grizz sudah terbiasa mengerjakan seperti ini. Kalau nggak kerja, badan Grizz rasanya pegal-pegal" ucap Grizz mengungkapkan alasannya mau membantu mencuci piring.


Bibi Yun dan Nenek Umi yang masih lelah memilih untuk istirahat di kamarnya setelah membantu membereskan ruang keluarga. Sedangkan Dara dan Erga membantu maid untuk membersihkan ruang keluarga dengan menyapu. Terlebih tadi hampir seluruh area ruang keluarga terpakai untuk mereka duduk.

__ADS_1


__ADS_2