
Seharian ini Grizz tampak lesu setelah kejadian di kandang cicak dan ruang keluarga. Setelah ketiga sahabat Alex yang menceramahinya panjang lebar, setelahnya ada Dara dan Bibi Yun yang langsung memberi peringatan tegas. Tentunya hal itu membuat mood Grizz hancur seharian terlebih ketika ingin melakukan sesuatu pasti langsung ditatap curiga oleh semua orang disana.
"Awas saja ya kamu kalau sampai mengulangi hal membahayakan tadi. Ibu rantai kaki kamu di kasur biar nggak pergi-pergi lagi" ancam Bibi Yun setelah mendengar aduan dari Nicho.
Bahkan kini Grizz menatap Nicho dengan tatapan permusuhannya karena mengadu dengan Bibi Yun. Namun akan lebih gawat lagi kalau mereka mengadu pada suaminya. Grizz yakin suaminya takkan marah walaupun mungkin ia akan didiamkan saja. Membayangkannya saja sudah membuatnya lesu dan galau.
"Iya, ngeyel banget kalau dibilangin. Biarin aja, pokoknya kalau dia sampai kaya gitu lagi langsung kita kurung didalam kamar" ucap Dara yang juga kesal dengan tingkah Grizz yang ceroboh.
Bahkan Grizz sudah mengerucutkan bibirnya kesal karena ucapan dan ancaman dari orang-orang terdekatnya. Bahkan kini saat dirinya duduk di ruang keluarga, ada beberapa maid yang sengaja menemaninya agar tak pergi kemana-mana. Hal ini tentu membuat Grizz tak bisa bergerak bebas.
"Padahal Grizz cuma sekali ini aja lho kaya gini tapi itu lho tatapannya kaya mau makan aku" ucap Grizz dengan bergedik ngeri.
"Tapi nona, walaupun sekali kaya gini namun ini bahaya sekali lho. Coba bayangkan kalau tadi nona jatuh terus dimakan buaya. Pasti semua akan sedih karena kehilangan nona" ucap sang maid bernama Leni.
Semua maid menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan salah satu rekannya itu. Baru mengenal Grizz dua hari, namun semua maid seperti sudah menganggap gadis itu sebagai adiknya sendiri. Apalagi Grizz yang ramah dan sopan kepada oranglain tanpa membedakan jabatannya. Kehadiran Grizz itu membawa perubahan besar dalam rumah ini.
Bahkan para maid yang mungkin hanya bermimpi bisa duduk satu ruangan dengan majikannya kini menjadi kenyataan. Hal ini memang atas ide Grizz yang ingin mendekatkan antara pekerja dengan atasannya. Walaupun tentunya mereka harus mempunyai batasan, tetap harus menghargai dan menghormati antar sesama.
"Iya kak Leni. Grizz nggak akan nakal lagi" ucap Grizz dengan pasrah.
__ADS_1
Semua maid yang menemani Grizz di ruang keluarga itu hanya tertawa melihat raut wajah pasrah Grizz yang malah terlihat sangat lucu. Bahkan setelahnya Grizz langsung membaringkan tubuhnya diatas sofa kemudian tertidur dengan sendirinya. Sepertinya acara TV yang ditonton itu seperti menonton Grizz yang tengah tertidur. Para maid segera membubarkan diri setelah melihat gadis itu tertidur pulas.
***
"Apa yang dia lakukan seharian ini, ibu?" tanya seseorang yang baru saja kembali dari desa.
Seseorang itu adalah Alex yang kini sudah kembali pulang. Bukan pulang ke rumahnya, melainkan ke rumah Josh untuk menjenguk istrinya. Luis dan bodyguardnya langsung kembali ke villa. Rencananya mereka semua yang ada i villa akan kembali ke mansion utama. Alex langsung masuk keluarga dan langsung disuguhkan Grizz yang tertidur diatas sofa dengan selimutnya.
Didekatnya ada Bibi Yun yang menjaganya sambil melakukan kegiatan menyulam. Alex langsung duduk disamping Bibi Yun yang membuat wanita tua itu mengalihkan pandangannya kearah sang anak. Bibi Yun bahkan langsung mengelus rambut anaknya itu dengan penh kasih sayang.
"Istrimu itu habis menantang maut hari ini" jawab Bibi Yun sambil terkekeh.
Bibi Yun menatap Alex dengan pandangan yang sulit diartikan. Sebenarnya wanita tua itu sedikit takut jika nanti Alex akan marah pada istrinya itu karena melakukan sesuatu yang membahayakan. Bisa juga anaknya itu nanti malah menghajar ketiga sahabatnya karena tak becus dalam menjaga Grizz. Bahkan ketiganya juga mengijinkan Grizz untuk masuk dalam area kandang cicak itu.
"Tadi sempat ada insiden istrimu itu merengek masuk kandang cicak atau buaya. Karena terlalu asyik bermain, tongkat yang dipegang Grizz untuk melatih ketangkasan buaya itu ternyata digigit oleh hewan itu. Alhasil tadi Grizz sempat tertarik, beruntung ada pawang dan lainnya yang dengan sigap melepaskan tongkat besi itu dari tangan Grizz. Apalagi pagar pembatasnya kan juga tinggi" jelas Bibi Yun.
Mendengar apa yang diceritakan oleh Bibi Yun, ada kilatan kemarahan dalam pandangan matanya. Bahkan kini matanya menyorot tajam kearah istrinya itu. Bibi Yun yang mengerti kemarahan Alex pun langsung saja mengelus lembut lengan tangan anaknya itu.
"Jangan dimarahi. Seharian ini dia sudah dapat omelan dan kemarahan dari semua penghuni rumah ini. Bahkan kami sampai mengancam akan merantai kaki dan mengurungnya di kamar kalau sampai bertindak seperti itu lagi" lanjutnya.
__ADS_1
Alex yang mendengar hal itu tentunya sedikit meredakan emosinya. Ia begitu bersyukur, saat dirinya tak bisa ada didekat Grizz namun ada banyak orang yang menjaga istrinya itu. Bibi Yun segera pergi dari area ruang keluarga saat melihat Alex mendekati istrinya. Alex mencium kening Grizz dengan begitu lama seakan ia takut jika istrinya itu pergi.
"Jangan buat aku khawatir lagi, sayang" bisik Alex tepat pada telinga Grizz.
Seperti mendengar ucapan dari sang suami, Grizz langsung saja terbangun dari tidurnya. Dengan mata yang menyipit untuk menetralisir cahaya lampu yang masuk dalam penglihatannya. Grizz langsung mengerjapkan matanya berulangkali yang kemudian tersadar bahwa kini dihadapannya sudah ada wajah sang suami. Saking tak percayanya, Grizz sampai menepuk-nepuk pipinya berulangkali namun langsung dihentikan oleh Alex.
"Jangan ditepuk-tepuk gini. Nanti pipinya merah" tegur Alex dengan lembut.
Grizz langsung menghentikan kegiatannya dan segera bangun dari baringannya. Grizz langsung saja memeluk suaminya itu dengan erat karena terlalu rindu dengan kehadiran Alex. Alex hanya bisa terkekeh pelan kemudian balik memeluk istrinya dengan erat.
"Kak Alex perginya lama sekali. Grizz rindu" rengeknya.
"Sekarang kan kakak udah disini. Menemani istri nakalku ini" ucap Alex dengan sedikit menyindir Grizz.
"Grizz nggak nakal kok. Cuma sedikit usil aja" ucap Grizz mengelak.
Keduanya segera saja melepaskan pelukannya dengan Alex yang menatap tajam kearah istrinya. Sedangkan Grizz hanya bisa cengengesan melihat suaminya yang sepertinya sudah tahu mengenai ulahnya. Alex sontak saja langsung menggendong istrinya itu untuk kembali ke dalam kamar.
"Jangan suka buat khawatir orang-orang disini. Kamu juga tahu kan kalau aku pasti akan sangat khawatir dan takut kehilangan kamu. Selama kamu jauh dariku, ku mohon jangan lakukan hal yang berbahaya" ucap Alex dengan tatapan permohonan saat naik keatas tangga.
__ADS_1
Grizz yang melihat tatapan sendu itu tentunya langsung menganggukkan kepalanya dengan yakin. Ia merasa sangat bersalah karena membuat semua orang yang menyayanginya malah khawatir akibat perbuatannya.