
Pagi harinya, dua orang gadis sudah begitu heboh dengan persiapan untuk pergi ke kampus mereka. Padahal keduanya kesana hanya untuk menyelesaikan administrasi yang berkaitan dengan mahasiswa baru bukan buat berkuliah. Grizz dan Dara yang memang semalam tidur bersama di satu kamar pun begitu heboh untuk bergantian mandi.
"Ish... Grizz duluan Dara. Dara itu kalau mandi kan satu jam, nanti Grizz bisa telat kalau nungguin mandi" seru Grizz sambil menarik tangan sahabatnya agar menyingkir dari pintu kamar mandi.
"Enggak, ini cuma 5 menit. Janji deh" seru Dara tak terima.
Pasalnya tadi dirinya sudah sampai terlebih dahulu namun tiba-tiba saja Grizz menarik tangannya untuk menyingkir. Tentunya Grizz yang suka tak mau mengalah itu terus mencerca Dara agar dirinya bisa membersihkan diri terlebih dahulu. Bisa saja Dara mengalahkan Grizz dengan menyingkirkannya kasar namun ia tak tega pada sahabatnya itu.
"Ish... Benar ya 5 menit. Kalau lebih, pintu kamar mandi aku tendang-tendang nanti" ucap Grizz yang akhirnya mau mengalah.
Dara hanya menganggukkan kepalanya kemudian bergegas masuk dalam kamar mandi. Sedangkan tiba-tiba saja Bibi Yun masuk dalam kamar yang ditempati kedua gadis itu. Grizz yang sedang duduk di depan meja rias pun langsung mengalihkan pandangannya. Grizz langsung bangkit dari duduknya kemudian menghambur dalam pelukan Bibi Yun.
"Kenapa kalian ribut sekali? Ini masih pagi lho" tanya Bibi Yun sambil mengelus punggung Grizz dengan lembut.
"Itu lho bu, Dara tuh kalau mandi lama jadi tadi Grizz ingin duluan. Tapi Dara nggak mau ngalah" ucap Grizz mengadu pada Bibi Yun.
"Lho... Kan Grizz bisa mandi di kamar sendiri. Nggak perlu nungguin Dara keluar, lagi pula Alex kan sedang tidak ada di kamar" ucap Bibi Yun menyarankan.
Grizz yang mendengar hal itu langsung saja melepaskan pelukannya dari Bibi Yun kemudian menepuk dahinya pelan. Mengapa dirinya bisa sebodoh ini, Grizz pun bergegas pergi berlalu dari hadapan Bibi Yun kemudian berlari menuju kamarnya setelah berpamitan kepada Bibi Yun. Lagi pula Grizz tak punya baju ganti di kamar ini yang tentunya harus membuatnya ke kamarnya dulu untuk bersiap. Bibi Yun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya itu.
***
"Grizz sudah cantik telah siap menuju kampus tercinta..." seru Grizz yang masuk dalam ruang makan.
__ADS_1
"Jangan teriak pagi-pagi, Grizz. Tenggorokannya bisa hilang nanti, syukurin" ucap Dara dengan sinis.
Grizz hanya mengedikkan bahunya acuh tanpa mempedulikan ocehan Dara. Bahkan kini Dara langsung mengerucutkan bibirnya kesal karena dicueki oleh sahabatnya sendiri. Hari ini Dara dan Grizz langsung saja makan sarapannya di meja makan karena harus buru-buru ke kampus. Bahkan yang lainnya juga belum siap untuk sarapan karena memang hari masih terlalu pagi buat makan.
"Ibu, kami berangkat ke kampus dulu ya" pamit Grizz pada Bibi Yun.
Bibi Yun menganggukkan kepalanya kemudian mencium kening dua gadis itu secara bergantian. Mereka segera masuk dalam mobil yang didalamnya sudah ada Luis dan Felix telah menunggu. Alex sendiri yang meminta Luis dan Felix agar mengantar keduanya ke kampus.
***
Mobil mewah yang mereka kendarai sudah sampai di sebuah kampus terkenal di kota itu. Butuh waktu sekitar 2 jam agar mereka bisa sampai disana. Keempatnya segera keluar dari mobil membuat semua yang melihatnya terkejut. Terlebih wajah Grizz dan Luis tak asing lagi di media massa hingga elektronik. Luis yang jadi asisten sekaligus sekretaris perusahaan terkenal dan Grizz merupakan istri dari Alex.
"Wah... Besar sekali kampusnya. Ish... Tapi nanti kita pasti beda gedung kan? Soalnya kan kita beda jurusan" ucap Grizz dengan sedikit kesal.
Grizz pun menganggukkan kepalanya kemudian menggandeng tangan Dara yang ada disampingnya. Grizz berjalan berdampingan dengan Dara diikuti oleh Felix dan Luis. Grizz sedikit takut dengan tatapan-tatapan yang dilayangkan oleh beberapa mahasiswa dan orang-orang disana.
"Kearah sana, nona" ucap Luis mengarahkan.
Mereka pun langsung menuju gedung khusus bagian administrasi mahasiswa baru. Saat mereka sampai disana, sudah ada beberapa mahasiswa yang juga tengah menunggu. Keduanya segera duduk disana sambil menunggu giliran sedangkan Luis dan Felix sendiri diminta di luar saja oleh Grizz.
"Kamu yang ada di TV kemarin kan ya? Ini istrinya tuan Alex si raja bisnis itu kan?" tanya seorang laki-laki dengan pandangan berbinar.
Bahkan ucapan laki-laki yang diperkirakan juga mahasiswa baru itu pun mengundang perhatian banyak orang. Bahkan petugas verifikasi administrasi pun langsung berdiri kemudian mendekat kearah Grizz. Hal ini langsung membuat Grizz menggenggam tangan Dara dengan eratnya.
__ADS_1
"Maaf nyonya Alex, kami tak menyambut anda. Silahkan saya dulukan saja untuk verifikasi berkasnya" ucap salah satu petugas yang mendekati Grizz.
"Enggak. Sesuai urutan saja, disini yang punya kekuasaan suami saya bukan aku" ucap Grizz sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Ia tak ingin jika kesannya pada mahasiswa yang lainnya disini malah buruk. Ia tak mau menggunakan kekuasaan suaminya untuk mempercepat dirinya sedangkan yang lainnya harus antri. Petugas itu pun tak bisa memaksa karena Dara sudah memberi kode untuk kembali ke tempatnya.
Sedangkan semua mahasiswa baru disana langsung duduk kembali di tempatnya. Walaupun mereka masih bisik-bisik untuk membicarakan tentang Grizz. Grizz dan Dara mencoba untuk tak peduli dengan apa yang dibicarakan oleh mereka karena hanya akan membuat keduanya emosi.
"Nona Grizzella Aneth" panggil petugas administrasi.
Grizz pun segera maju ke depan kemudian menyerahkan berkas-berkas miliknya. Dengan cepat petugas itu melakukan verifikasi data kemudian memberikan sebuah kertas. Grizz pun segera keluar dari ruangan untuk menemui Luis dan memberikan kertas pembayaran itu.
"Grizz nggak punya uang. Ini... Grizz hutang dulu biar nanti kak Alex yang bayar" ucap Grizz sambil menyerahkan kertas itu pada Luis.
Luis dan Felix hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar ucapan polos dari Grizz itu. Luis segera mengambilnya kemudian pergi dari sana untuk melakukan pembayaran. Tak berapa lama, Dara juga keluar dengan wajah lesunya.
"Pasti Dara nggak punya uang dan mau hutang juga kaya Grizz?" tanya Grizz dengan polosnya.
"Iya. Kamu hutang sama siapa Grizz?" tanya Dara menimpali.
"Sama kak Luis. Kamu hutang sama Kak Felix saja sini" ucap Grizz yang langsung mengambil kertas ditangan Dara dan menyerahkannya pada Felix.
Felix hanya bisa menghela nafasnya pasrah melihat Dara yang kini kepolosannya mengikuti Grizz. Felix langsung saja pergi berlalu dari hadapan dua gadis itu meninggalkan mereka yang tertawa geli. Sepertinya keduanya sedang dikerjai oleh Grizz dan Dara.
__ADS_1