Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Pindah 2


__ADS_3

"Ibu, nggak papa kan kalau kita pindah untuk sementara waktu? Lagi pula ini hanya ditempatnya Josh saja. Ia juga takkan berani macam-macam sama kalian" ucap Alex mengatakan keinginannya.


Grizz, Dara, dan Erga sudah masuk kedalam kamarnya masing-masing untuk bersiap-siap karena hari ini mereka akan pindah. Tadi Alex juga meminta salah satu dari mereka untuk memanggil Bibi Yun karena ia ingin mendiskusikan sesuatu dengannya. Sebagai anak tentunya ia harus meminta ijin dulu pada Bibi Yun karena wanita tua itu nantinya juga akan ikut pindah.


Josh yang namanya dibawa-bawa pun menatap sinis kearah Alex namun ia memilih diam saja dibandingkan nanti harus adu urat dengan laki-laki itu. Lagi pula disini niatnya baik hati memberikan ide dan tumpangan namun sepertinya Alex orangnya terlalu waspada apalagi bisa saja dirinya nanti jatuh cinta pada Grizz.


"Ibu mengerti. Ibu ikut kalian kemana pun yang terpenting jangan buang kami" ucap Bibi Yun sambil bercanda.


"Yang pantas dibuang itu bukan kalian tapi Josh itu" ucap Alex menimpali candaan Bibi Yun.


Nicho dan Nando sudah tertawa mendengar salah satu sahabatnya ternistakan. Bahkan kini Josh yang biasanya akan menjawab apapun yang bersangkutan dengannya itu tiba-tiba saja hanya diam. Sebenarnya Josh hanya ta ingin jika nanti harus melawan orangtua karena bagaimana pun Bibi Yun itu orangnya sangat baik. Sedangkan Alex dan Bibi Yun hanya bisa tertawa pelan melihat Josh yang begitu pasrah.


"Kalau begitu biar ibu beres-beres sekarang. Hari ini bukan pindahannya?" tanya Bibi Yun.


Alex menjawab dengan anggukan kepalanya kemudian Bibi Yun pergi berlalu dari ruang keluarga meninggalkan keempat laki-laki itu. Sedangkan keempat laki-laki itu hanya terdiam sambil berpikir tentang rencana yang harus mereka lakukan secepatnya demi menangkap pelaku.


"Kau suruh maid di rumahmu untuk membersihkan kamar untuk keluargaku disana. Jangan kau kasih gudang untuk mereka tidur" ucap Alex dengan sedikit menyindir.


Pasalnya dulu ada salah satu saudara Josh yang menginap di rumah itu namun diberikan ruang untuk istirahat di gudang. Bukan tanpa sebab Josh melakukan hal itu pasalnya ia teramat tak suka dengan saudaranya yang berisik itu. Semenjak kejadian itu saudara Josh tak pernah mau untuk menginap di rumahnya lagi.


"Akan ku berikan kamar paling megah dan mewah untuk istrimu itu agar jika kau mengunjunginya bisa segera membuat keponakan untuk kami" ucap Josh dengan sinis.

__ADS_1


Alex menahan tawanya mendengar ucapan dari Josh itu. Jangankan untuk membuat keponakan, meyakinkan Grizz untuk mencintainya saja belum bisa. Yang dipentingkan Alex saat ini adalah kondisi mental Grizz kemudian bagaimana masa depan gadis itu.


"Kami sudah siap..." seru Grizz memecah keheningan diantara keempat laki-laki itu.


Keempatnya yang tadi tengh sibuk dengan ponselnya masing-masing langsung saja mengalihkan pandangannya kearah suara Grizz. Terlihat disana Grizz tengah tersenyum lebar bersama beberapa maid yang membawa kopernya. Bahkan kini Grizz tengah menggandeng Erga yang juga tersenyum kearah mereka bak seperti kakak beradik.


"Baiklah, ayo segera berangkat" ucap Alex yang kemudian bangkit dari duduknya diikuti yang lainnya.


Mereka pun segera saja keluar dari area villa dengan Alex berjalan lebih dulu. Sebelum memasuki mobilnya, Alex mendekat kearah bodyguardnya yang tengah berkumpul.


"Pastikan tak ada yang mengikuti kami" bisik Alex dengan penuh penekanan.


Mereka semua memasuki mobil dengan Grizz, Erga, dan Dara ada di kendaraan Josh. Sedangkan Bibi Yun dan Nenek Umi ikut dalam mobil Nicho. Nando dan Alex akan menggunakan mobilnya masing-masing, hal ini dimaksudkan agar nanti jika memang pelaku mengikuti pasti akan kebingungan.


Terlebih tadi saat mereka menyisiri lokasi villa sudah dipastikan tak ada tanda-tanda dari pelaku itu. Kalau memang pelaku itu sampai tahu, tentunya yang patut dipertanyakan adalah orang-orang yang bekerja di villa pasti ada yang berkhianat.


Mobil Nando dan Alex mengarah ke jalan yang berbeda begitu juga dengan Josh dengan Nicho. Bahkan kepergian mereka kali ini tak dikawal oleh bodyguard sama sekali agar tak ada orang yang curiga atau mengenali mobilnya. Mobil Nando melaju ke arah utara sedangkan Alex memilih ke barat.


Walaupun dari arah yang berbeda, namun sudah pasti tujuannya nanti akan sama. Mereka mengendarai mobil dengan kecepatan sedang bahkan berlaku seperti pengendara yang lainnya.


"Sialan... Mobil mana yang harus ku ikuti. Sepertinya mereka sudah mengendus keberadaanku" gumam seseorang yang berdiri dibalik pohon besar diarah perempatan villa.

__ADS_1


Memang jalan perempatan itu jaraknya lumayan jauh dari villa sehingga kalau untuk mengintai sesuatu takkan ketahuan. Namun bukan Alex namanya karena dia tadi sempat melihat siluet gerak-gerik seseorang yang sangat mencurigakan kemudian langsung memeberikan kode kepada tiga sahabatnya yang lain.


***


Alex mengendarai mobilnya dengan santai bahkan ia tahu jika ada seseorang yang mengikutinya menggunakan sepeda motor. Ia merasa bodo amat bahkan sengaja mengemudikan mobilnya melewati jalan-jalan yang sepi bahkan Alex pun tak tahu dimana kini keberadaannya.


"Apa dia tahu kalau gue ikutin? Ini mau jalan kemana sih sebenarnya itu orang. Tapi aku yakin kalau istrinya ada di mobil Alex dari platnya saja sudah kelihatan" gumam pengemudi motor itu terus mencoba mengikuti mobil Alex.


Pengemudi motor itu walaupun sudah mengintai dari jauh namun tetap saja Alex tahu jika sedang mengikutinya. Terlihat sekali saat dirinya memacu cepat kendaraannya maka ia ikut menambah kecepatan begitu pun sebaliknya.


Saat tinggal di jalanan yang begitu sepi bahkan sepertinya Alex sengaja menghentikan mobilnya didekat sebuah hutan. Alex turun dari mobilnya kemudian melirik pengendara motor yang berada tak jauh darinya. Alex dengan santainya berjalan kearah masuk hutan itu seperti sedang ingin buang air kecil.


Hal ini untuk memancing pengendara motor itu agar turun dari kendaraannya kemudian memeriksa mobilnya apakah ada Grizz atau tidak. Benar saja dugaannya saat Alex pura-pura akan membuka resletingnya, pengendara motor itu segera saja mendekat kearah mobil dengan mengendap-endap.


"Sialan... Ternyata istrinya nggak ikut mobil ini. Apa istrinya itu masih ada di villa? Tak mungkin juga karena tadi aku mendengar kalau mereka akan pindah tempat tinggal" gumam pengendara motor itu begitu kesal.


Bugh...


Arrggghhh...


Saat pengendara motor itu sedang menyalahkan dirinya karena begitu bodoh mengikuti kendaraan membuatnya tak sadar jika Alex sudah ada dibelakangnya. Bahkan Alex langsung saja memukul tengkuk pengendara motor itu hingga tersungkur.

__ADS_1


__ADS_2