Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Kejadian


__ADS_3

Semenjak kemarin Paman Gilbert yang mengutarakan akan membawa Grizz pergi jika sampai gadis itu terluka, Alex segera menambah pengamanan untuk gadis itu. Bahkan Alex sampai menyeleksi dua orang bodyguard perempuan untuk menjaga Grizz dari dekat. Grizz belum mengetahuinya karena memang mereka akan mulai bekerja saat istri Alex itu masuk kuliah.


"Kau yakin, Lex? Menggunakan bodyguard perempuan untuk menjaga Grizz" tanya Luis penasaran.


"Kau tahu sendiri kan istrimu itu, dia akan risih kalau dijaga dari dekat" lanjutnya.


Luis memang setuju kalau adanya bodyguard yang menjaga Grizz dari dekat karena keamanannya pasti lebih terjaga. Namun ia juga sedikit khawatir kalau sampai Grizz risih dan tidak nyaman dengan kehadiran bodyguard itu.


Alex juga sebenarnya kasihan dengan istrinya yang pasti geraknya takkan bisa bebas lagi setelah ini. Namun ia khawatir kalau sampai terjadi sesuatu dengan istrinya kala tengah lengah. Alalagi dalangnya begitu licin seperti belut yang sulit ditangkap.


Selain takut kalau sampai istrinya itu terluka, ia juga tidak ingin Grizz dibawa pergi oleh Paman Gilbert dan tinggal bersama Tuan Grey. Walaupun mungkin itu hanya ancaman biasa, namun bagi Alex sungguh membuatnya waspada. Paman Gilbert pun memberikan ancaman itu agar Alex dan yang lainnya lebih mengutamakan keselamatan Grizz.


"Kita akan pelan-pelan beri dia pengertian. Ini juga demi kebaikan dia dan kita bersama. Lagi pula Paman Gilbert tentunya akan membantu dalam hal keamanan Grizz itu jika nantinya istriku usil" ucap Alex sambil menepuk bahu asistennya.


Luis menganggukkan kepalanya kemudian berjalan mengikuti Alex untuk masuk dalam rumah. Tadi mereka memang berada di halaman belakang rumah untuk membicarakan masalah bodyguard ini agar Grizz tak mendengar.


***


Hari ini merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh Grizz dan Dara. Mereka akan memasuki kampusnya dan mulai berkuliah setelah menikmati masa libur. Mereka kini tengah berada di kamar masing-masing untuk mempersiapkan semua perlengkapan kuliah.


"Wah... Kenapa Grizz tampak lucu sekali?" gumamnya memuji dirinya sendiri.

__ADS_1


Alex yang baru saja keluar dari walk in closet hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya itu. Apalagi melihat penampilan istrinya yang malah tampak seperti bocah SD. Padahal ia sudah membelikan beberapa tas ransel dan selempang yang cocok untuk anak kuliahan, namun sama sekali tak dipakai.


Justru kini Grizz memakai tas selempang berwarna pink ungu dengan adanya gambar unicorn di sana. Rambutnya pun dikepang dua dan memakai kacamata, persis seperti anak SD atau tidak malah mirip gadis cupu dalam sebuah tokoh novel.


"Sayang, seharusnya kamu pakai tas selempang yang nggak ada gambar tokoh kartun atau seperti ini. Ini malah kamu terlihat kaya anak kecil lho" ucap Alex menegur Grizz.


Grizz pun membalikkan badannya kemudian menatap kearah suaminya. Grizz mengerucutkan bibirnya kesal karena dibilang kalau seperti anak kecil. Padahal menurutnya ini imut dan lucu. Alex mengatakan seperti itu karena tak ingin istrinya jadi target pembullyan atau tertawaan orang-orang di kampus.


"Ganti ya, sayang" perintahnya.


"Enggak. Grizz mau seperti ini aja, pokoknya kalau nanti ada yang ketawain karena penampilan yang seperti ini akan ku pastikan buat tendang dia" kesal Grizz dengan berapi-api.


Alex pun hanya bisa pasrah melihat sikap keras kepala istrinya itu. Alex dan Grizz segera saja keluar kamar dengan wanita itu yang menggandeng tangan suaminya. Bahkan mereka kini terlihat seperti sepasang ayah dan anak.


"Mau kemana, Lex? Antar anak sekolah apa gimana?" tanya Nicho sambil terkekeh geli.


"Siapa yang mau antar sekolah? Kak Alex nggak antar anak sekolah lho. Orang Grizz mau kuliah kok ke kampus" ucap Grizz yang langsung membantah dan sedikit kebingungan.


Pasalnya Grizz langsung paham saat semua mengarahkan pandangannya pada Alex. Pasti semua berpikir tentang dia yang berpenampilan seperti anak sekolah sehingga membuat mereka berpikir hal itu. Grizz langsung duduk saja diikuti oleh Alex setelah tak ada suara sumbang yang menanyakan apapun.


Semua memang terdiam saat diam-diam Alex memberi kode kepada mereka agar tak lagi meledek Grizz. Pasti Grizz nantinya akan marah besar jika sampai terus diledek oleh mereka. Mereka pun makan dengan tenang karena entah mengapa Grizz pagi ini tak terlalu cerewet.

__ADS_1


"Ayo berangkat kuliah. Grizz sudah tidak aabar untuk ketemu teman-teman baru dan belajar" seru Grizz yang langsung berdiri setelah makan.


"Sabar, sayang. Lagi pula kita takkan terlambat kok kalau mau bersantai dulu" ucap Alex yang melihat semuanya masih belum menghabiskan sarapannya.


Grizz pun akhirnya menganggukkan kepalanya lesu setelah melihat semuanya memang masih harus menghabiskan makanannya. Tak berapa lama, semuanya telah selesai sarapan sehingga Grizz segera saja berdiri. Dara pun begitu dan diikuti oleh yang lainnya.


"Sayang, aku tak bisa mengantarkanmu ke kampus. Ada Dara dan ini berdua adalah teman kamu yang akan menjaga di kampus" ucap Alex memperkenalkan dua orang perempuan yang berpakaian casual biasa.


Grizz yang melihat dua orang perempuan asing itu hanya menganggukkan kepalanya pasrah. Walaupun penampilannya biasa namun tetap saja wajah datarnya itu tak bisa membohongi Grizz. Grizz tahu kalau dua orang perempuan itu merupakan bodyguard yang sengaja disewa untuk menjaganya.


"Jangan ceroboh dan jauh-jauh dari salah satu diantaranya. Kamu masih ingat kan dengan kecerobohanmu waktu itu di Bandara malah membuat semua orang dalam bahaya" peringatnya.


Grizz menganggukkan kepalanya kemudian masuk dalam mobil. Mereka semua juga masuk dalam mobilnya masing-masing kemudian melajulah semua kendaraan itu secara bersamaan. Grizz duduk bersama Dara di kursi penumpang dengan dua orang perempuan berada di depan.


"Nama kalian siapa? Aku Grizz dan ini Dara, sahabatku" ucap Grizz sambil bertanya.


"Saya Nela dan yang mengemudi itu Neli, nona" ucap Nela memperkenalkan dirinya.


"Wah... Kalian kembar ya? Ish... Lucu. Tapi kok nggak mirip?" tanya Grizz dengan antusias.


"Benar, nona" jawab Nela singkat.

__ADS_1


Grizz terus mengajak keduanya itu berbincang seru walaupun mereka hanya menjawabnya singkat. Awalnya mereka tak menyangka kalau disuruh menjaga seorang istri dari pebisnis sukses. Tak disangka lagi, ternyata Grizz sangat baik bahkan ramah dan memperlakukan keduanya layaknya seorang teman.


Baru kali ini mereka bahagia dan nyaman saat bekerja. Biasanya mereka akan mengawal atau menjaga anak orang kaya yang sombong. Bahkan terkadang mereka disuruh untuk membully oranglain agar tidak disalahkan.


__ADS_2