
Waktu liburan menjelang masuk kuliah tinggal dua minggu lagi. Grizz sudah menyiapkan segala keperluan untuk masuk ke kampus impiannya itu. Sebenarnya waktu liburan hanya tinggal satu minggu karena setelahnya ada kegiatan OSPEK. Namun Grizz dan Dara memilih untuk tidak ikut karena memang tak wajib.
Dua minggu sebelum masuk kuliah ini, Grizz meminta pada suaminya agar bisa jalan-jalan. Tentunya sang suami mengijinkannya namun tetap harus ada pengawasan dari anak buah Alex. Ia tak mau kalau sampai Grizz terjadi sesuatu apalagi beberapa orang masih mengincarnya.
"Beneran aku boleh jalan-jalan ke luar rumah?" tanya Grizz meyakinkan suaminya.
"Iya, memangnya kamu mau jalan-jalan kemana?" tanya Alex yang kini tengah memakai sepatu kerjanya.
Tentunya Alex penasaran dengan tempat yang akan digunakan Grizz untuk jalan-jalan. Pasalnya sedari kemarin istrinya itu hanya meminta ijin jalan-jalan namun tidak memberitahukan tempatnya. Hal ini yang membuat sedikit dia waspada namun ia percaya kalau sang istri akan berpikir lebih tentang hal yang membahayakan.
"Mau jalan-jalan ke negaranya Kak Rey" seru Grizz dengan antusias.
Sontak saja Alex menghentikan kegiatannya yang sedang menggunakan sepatu kerjanya. Alex menatap Grizz yang wajahnya begitu antusias dengan apa yang diucapkannya. Memang akhir-akhir ini Tuan Grey jarang menghubungi Grizz karena perbedaan waktu antara dua negara itu.
Hal ini juga yang membuat Grizz sering uring-uringan. Bahkan Tuan Grey yang seharusnya akan datang ke sini untuk menjenguk Grizz terpaksa harus ditunda. Hal ini karena ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan oleh laki-laki itu. Itu juga yang membuat Grizz kecewa dengan kakaknya.
"Boleh kan? Tadi Kak Alex udah ngijinin lho" tanyanya dengan tatapan permohonan.
Tentunya Grizz kini langsung memasang wajah memelasnya saat melihat Alex yang sepertinya kurang setuju dengan apa yang diinginkannya. Ia ingin sekali menemui kakaknya karena sudah sangat rindu dengannya. Namun ia juga harus meminta ijin kepada Alex karena semua biaya tiket dan yang lainnya pasti akan diurus olehnya.
__ADS_1
"Baiklah. Tapi Kak Alex tak bisa menemani kamu. Kakak ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Kamu ditemani Dara saja atau bagaimana?" ucap Alex dengan sedikit berat hati.
Alex yang pekerjaannya sedang banyak itu tak bisa menemani Grizz pergi. Pasalnya Luis dan Felix pun sudah kuwalahan dengan pekerjaan yang ada. Ketiga sahabatnya juga sudah mulai menekuni beberapa bisnis yang harus diurus sehingga beberapa hari ini jarang berada di rumah.
"Aku mau sendiri saja. Dara kan lagi pulang ke rumah orangtuanya kemarin" ucap Grizz menyampaikan idenya.
Alex menepuk dahinya pelan karena melupakan Dara yang ijin untuk pulang ke rumah orangtuanya. Ada sedikit rasa khawatir karena melihat Grizz akan pergi sendiri ke negara itu. Terlebih istrinya itu sedikit ceroboh dan sok berani membuatnya hanya bisa was-was.
"Baiklah. Biar aku hubungi David dan kakakmu untuk menyiapkan penjagaan disana. Kamu juga akan pakai pesawat pribadi milik Josh agar keamanannya lebih terjamin" ucap Alex memutuskan.
Grizz hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan antusias. Lagi pula Dara tak mungkin bisa menemaninya karena akan ada acara keluarga yang wajib dihadiri sahabatnya itu. Alex pun langsung berpamitan kepada Grizz karena akan berangkat bekerja. Masalah semua keberangkatan Grizz, akan Alex beritahu nanti malam setelah dirinya pulang bekerja.
***
Malam ini juga, Grizz akan melakukan perjalanan menuju negara Tuan Grey. Alex yang sudah terbiasa berjauhan dengan Grizz saat bekerja pun sedikit merasa kehilangan. Pasalnya kali ini Grizz pergi selama satu minggu lebih.
"Pokoknya disana kamu harus nurut sama kakakmu dan David. Jangan ceroboh, kalau keluar rumah harus didampingi David dan Kak Rey. Kakak nggak mau ya dengar kamu tersesat atau terluka disana" ucap Alex memberi pesan kepada istrinya itu.
"Siap..." seru Grizz dengan semangat.
__ADS_1
Grizz pun langsung berjalan menuju pesawat pribadi milik Josh dengan didampingi dua orang anak buah Alex. Grizz terus melambaikan tangannya kearah Alex yang masih terlihat pada pandangan matanya. Ia sungguh bahagia bisa berkumpul dengan kakaknya walaupun hanya satu mingguan saja.
Melihat Grizz sudah tak terlihat lagi, Alex segera pergi dari area Bandara. Diikuti oleh beberapa anak buahnya, Alex pergi menuju ke kantornya. Pekerjaannya sungguh menumpuk sehingga seringkali nantinya ia akan menginap di kantor.
***
Hampir 12 jam perjalanan Grizz dari negaranya ke tempat tujuan jalan-jalannya. Grizz telah sampai di Bandara negara setempat diikuti oleh dua anak buah Alex. Mereka kini tengah mencari keberadaan Tuan Grey dan David yang katanya akan menjemput kedatangan Grizz. Tak berapa lama mengelilingi area Bandara, akhirnya mereka melihat keberadaan Tuan Grey dan David.
"Kak Rey..." panggil Grizz dengan tidak tahu malunya.
Bahkan beberapa orang yang ada disana juga langsung mengalihkan pandangannya kearah Grizz yang berteriak. Tuan Grey dan David yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala. Apalagi Grizz yang sudah ada disini tentunya akan membuat mansion beberapa hari kedepan menjadi sangat ramai.
Kini Grizz langsung saja berlari menuju Tuan Grey kemudian memeluknya dengan erat. Tuan Grey terkekeh pelan melihat tingkah adiknya yang begitu lucu itu. Ia sama sekali tak mempedulikan orang-orang yang ada di sekitarnya yang melihat adegan itu. Terlebih beberapa orang tentu mengenal Tuan Grey yang tak mungkin sembarang orang bisa memeluknya.
"Bagaimana perjalananmu?" tanya Tuan Grey setelah melepas pelukannya dari sang adik.
"Luar biasa. Ini pertama kalinya Grizz naik pesawat lho. Beruntung ada paman-paman itu yang menjaga Grizz biar nggak ketakutan" ucap Grizz sambil menunjuk kearah dua anak buah Alex yang menunduk hormat pada Tuan Grey.
"Syukurlah..." ucap Tuan Grey sambil tersenyum lega.
__ADS_1
David mengambil alih koper Grizz yang dibawa oleh dua anak buah Alex. Mereka untuk sementara waktu akan menginap juga di kediaman Tuan Grey. David segera mengajak mereka untuk pergi dari area Bandara karena semakin banyak orang yang mulai penasaran dengan Grizz. Sebisa mungkin, Grizz harus disembunyikan agar tidak terancam kehidupannya.
Mereka berjalan keluar area Bandara kemudian masuk dalam mobil. Mobil melaju dengan kecepatan sedang diikuti oleh beberapa kendaraan lain. Mobil yang mengikuti itu milik anak buah Tuan Grey yang sengaja dibawa untuk menelusuri area Bandara. Tentunya ini untuk keselamatan Grizz dan tak ada seseorang yang menyusup juga mencurigakan.