
Tak berapa lama mobil yang dikendarai oleh Luis memasuki halaman rumah sakit. Dengan sigap kehadiran mobil mereka langsung disambut oleh beberapa tim medis. Selain ini adalah rumah sakit milik Alex, namun tadi salah satu bodyguard memang meminta mereka agar bersiap-siap.
Mobil hitam mewah itu dengan segera berhenti kemudian pintu langsung dibuka. Tim medis membantu mengeluarkan Grizz dari mobil kemudian meletakkannya diatas brankar yang sudah mereka bawa. Setelah berhasil, mereka segera saja mendorong brankar itu menuju ruang IGD diikuti oleh Alex, Luis, Dara, Bibi Yun, dan beberapa bodyguard.
Mereka semua berlari karena kondisi Grizz yang memang mengkhawatirkan. Grizz memang masih bernafas seperti orang pingsan namun denyut nadinya tadi sempat Alex periksa dan itu melemah. Alex benar-benar takut kehilangan orang yang dicintainya untuk kesekian kalinya.
Semua orang menyingkir melihat orang-orang berbaju hitam mengawal pasien. Tak berapa lama akhirnya mereka sampai di ruang IGD. Brankar langsung didorong masuk ke ruangan itu bersama dengan perawat dan dokter. Sedangkan keluarga disuruh menunggu di luar.
"Baru kali ini di mansion terjadi kejadian seperti ini bikin jantung ibu mau copot" ucap Bibi Yun sambil menatap khawatir kearah pintu ruang IGD.
Alex dan Luis terdiam karena memang benar adanya jika kejadian ini baru pertama kalinya. Alex dan Luis saling menatap kemudian mengalihkan pandangannya kearah Dara. Karena kedatangan orang baru membuat kecurigaan keduanya kearah Dara yang melakukan semua ini.
"Bukan saya yang melakukannya, tuan. Bahkan saya ada di ruang makan bersama Bibi Yun waktu itu" ucap Dara taku-takut.
Melihat pandangan dua orang itu yang mencurigai Dara tentunya membuat gadis itu harus mengklarifikasi. Ia tak mau dituduh sembarangan terlebih kini Felix belum memberitahu Alex tentang pelakunya. Tentu sebagai seorang yang paham akan dunia bawah tentang musuh dalam selimut, siapa pun pasti akan dicurigai.
"Ibu yakin kalau Dara bukan pelakunya. Tadi kami berada di ruang makan bersama" bela Bibi Yun kemudian memeluk Dara.
Alex menghela nafasnya kasar, ia bimbang dan khawatir menjadi satu membuat pikirannya bercabang kemana-mana. Terlebih Felix yang biasanya cepat menemukan sesuatu pun kini sudah hampir satu jam namun laki-laki itu belum menginformasikan kembali.
__ADS_1
"Coba kau hubungi Felix. Siapa tahu dia sudah menemukan pelakunya" titah Alex yang kemudian duduk di kursi tunggu.
Alex langsung menyingkir dari kursi ruang tunggu kemudian pergi menjauh untuk menghubungi Felix. Sedangkan Dara langsung dibawa oleh Bibi Yun duduk disana sambil menenangkan ketakutan Dara. Bibi Yun tahu kalau Dara kini tengah takut jika ada orang yang hendak memfitnahnya karena dekat dengan Grizz. Ia takut hubungan persahabatannya dengan Grizz hancur karena ini.
Tak berapa lama, Luis dengan tergesa-gesa dan wajah tegangnya datang mendekat kearah Alex. Disana juga sudah ada beberapa bodyguard yang memang menjaga keamanan di seluruh titik yang ada di rumah sakit. Luis membisikkan sesuatu pada Alex membuat rahang laki-laki itu mengeras.
"Kau bantu Felix mengejar wanita itu. Aku harus menjaga Grizz disini untuk memastikan keadaan istriku baik-baik saja" ucap Alex dengan nada datarnya.
Luis menganggukkan kepalanya kemudian dengan sigap ia langsung berlari pergi dari ruang tunggu depan IGD. Ada beberapa juga bodyguard yang mengikuti Luis atas perintah Alex. Sedangkan Alex masih terduduk dengan menundukkan kepalanya, ia masih merasa bersalah atas apa yang terjadi dengan istrinya.
"Berdo'alah sama Tuhan agar Grizz dapat diberikan kesembuhan dan bisa melewati ini semua. Jangan lupa dampingi dia saat sadar anti, pasti kejadian ini akan menimbulkan trauma untuknya" ucap Bibi Yun.
"Yang membuat Grizz seperti ini adalah Desi, bu. Alex nggak habis pikir kalau dia bisa bertindak sejauh ini karena Grizz menikah denganku" ucap Alex yang kemudian memeluk Bibi Yun.
Bibi Yun dan Dara yang mendengarnya begitu terkejut. Pasalnya selama ini memang Desi selalu menunjukkan sikap tak sopan bahkan tak sukanya kepada Grizz namun Bibi Yun terutama begitu tak menyangka jika Desi sampai ingin menghilangkan nyawa orang karena rasa irinya.
"Lalu dimana dia sekarang? Ibu pengen banget tuh nampar bolak-balik pipinya biar tahu rasa" kesal Bibi Yun.
"Felix dan Luis masih mencarinya. Dia berhasil kabur saat kita semua sedang fokus menyelamatkan Grizz" jawab Alex.
__ADS_1
Bibi Yun menganggukkan kepalanya. Biasanya Alex yang selalu waspada walaupun dalam keadaan panik pun ternyata bisa kecolongan juga. Terlebih ini mengenai istrinya pasti yang ada dalam fokusnya hanya lah Grizz. Nanti jika Desi sudah tertangkap, ia harus menemui wanita itu. Dengan tangannya sendiri, ia harus memberinya pelajaran agar tak seenaknya dengan nyawa seseorang.
***
"Kamu dimana, Lix?" tanya Luis melalui sambungan ponselnya.
Luis dan beberapa bodyguard kini tengah berada didalam mobil menuju tempat yang sudah diberikan oleh Felix. Namun saat sudah sampai di tempat yang ia tuju, ternyata Felix tak ada ditempat bahkan beberapa anak buah Alex juga tak terlihat.
Sebuah perkampungan kumuh yang padat penduduk, ini lah lokasi tempat yang diberikan oleh Felix. Namun Luis memilih menghubungi Felix dulu untuk memastikan kebenaran lokasinya. Ia awalnya ragu dengan tempat ini pasalnya Desi adalah orang yang tak tahan dengan lingkungan yang kumuh seperti ini. Namun ternyata wanita itu memilih untuk bersembunyi di tempat seperti ini.
"Aku ada dibelakang perkampungan. Aku sedang sembunyi di kebun milik warga bersama dengan yang lainnya. Kami tak tahu dia ada di bangunan yang mana, pasalnya tadi kami sedikit kehilangan jejak karena beberapa warga yang berkerumun" jelas Felix.
Ternyata Felix tengah mengepung sekaligus mengintai area perkampungan kumuh itu. Tadi Desi tiba-tiba langsung berlari karena mungkin curiga ada sesuatu yang mengikutinya. Ia berlari kearah kerumunan orang yang sedang berbelanja membuat Felix dan yang lainnya memilih untuk tak mengejar.
Terlebih warga disini akan heboh hingga membuat Desi nanti tahu kalau tengah diintai. Mereka lebih memilih mencari tempat persembunyian hingga Desi keluar dari sebuah bangunan entah sampai kapan.
"Kabari kalau sudah ada perkembangan. Aku akan menunggu didekat gang, siapa tahu nanti dia menyelinap bisa keluar dari kampung ini" ucap Luis.
Akhirnya Luis mengakhiri sambungannya untuk berkomunikasi dengan Felix. Ia dan anak buah Alex segera saja turun dari mobil kemudian duduk diseberang gang untuk memantau keadaan sekitar. Beruntung untuk masuk dan keluar perkampungan itu hanya ada satu jalan gang.
__ADS_1