
Alex dan semua orang yang ada di sana begitu tertohok dengan ucapan yang dilontarkan oleh lawan mereka. Tentu saja orang yang terjun di dunia bawah itu kebanyakan mempunyai jiwa jahat. Namun tergantung penempatannya, berbuat jahatnya untuk siapa. Pasalnya orang seperti Alex dan ketiga sahabatnya itu akan berbuat jahat pada seorang yang mengusiknya.
Sedangkan untuk orang-orang yang baik pada mereka, tentu saja keempatnya juga akan berlaku manis. Bahkan Alex dan ketiga sahabatnya takkan pernah mencampur adukkan permasalahan dunia bawah dengan masyarakat umum. Kecuali jika orang itu sudah mengusik kehidupan dunia bawah.
"Saya mempunyai sisi jahat karena saya hidup di dunia bawah juga bahkan ditempa oleh kejamnya kehidupan ini. Namun saya bisa menempatkan diri untuk tidak pernah mengusik kehidupan masyarakat biasa. Terlebih mereka tak pernah mengusik kehidupan dunia bawahku. Lain hal kalau sudah ada yang berani mengusik, maka sisi jahat saya akan melebihi daripada yang kalian bayangkan" ucap Alex dengan tatapan tajamnya.
Tatapan tajam itu membuat semua orang yang ada di sana bergidik ngeri. Bahkan ketua kelompok lawan yang sebelumnya tidak pernah melihat tatapan tajam itu. Biasanya Alex hanya langsung menyerang tanpa mengucapkan kalimat pedas dan tatapan tajamnya. Terlebih mata hitam itu seakan membungkam mulutnya.
"Kalian telah mengusik seseorang yang membangkitkanku dalam keterpurukan. Saya tahu malam itu kalian ada di hutan terlarang itu lalu mencari tahu tentang dua orang perempuan yang ada di sana. Kalian kini pasti tahu bagaimana berharganya dia dalam hidup saya? Maka jangan harap kalian bisa menyentuhnya seujung kuku pun" lanjutnya.
Ketua kelompok lawan sama sekali tak berkutik. Mereka hanya tahu kalau dua orang gadis itu adalah orang yang dekat dengan musuhnya. Ia yang ingin menumbangkan Alex, tentu saja akan menggunakan kesempatan itu. Tentu saja dengan melukai gadis yang ada di sana tanpa tahu asal usul Grizz. Kini dia telah masuk dalam jeratan dendam Alex karena istrinya diganggu dan takkan pernah bisa keluar lagi.
"Serang..." titahnya kepada sahabat dan anak buahnya di saat ketua lawan tengah melamun.
Bugh...
Bugh...
Krekkk..
Arrghhh...
Jlebbb...
Sialan...
__ADS_1
Dor...
Dor....
Bugh...
Plakkk...
Bunyi suara tembakan, pukulan, tamparan, dan kesakitan beradu menjadi satu di tengah malam yang begitu hening itu. Gedung markas yang sebelumnya tenang dan nyaman untuk istirahat itu menjadi berantakan hingga mencekam. Banyak darah dan gelimpangan mayat saling bertindihan akibat dari penyerangan yang terjadi malam itu.
Semua sudah menggunakan kekuatan penuh untuk saling melawan, namun siapapun yang lengah pasti hanya akan bernasib seperti mayat yang ada di atas lantai. Kebanyakan orang yang jatuh dan tak terbangun itu adalah anak buah dari lawan. Mereka seperti kesetanan melawan anggota Alex dan ketiga sahabatnya, sehingga sudah kehabisan tenaga di akhir.
"Kalian memang luar biasa, namun lihatlah sekeliling. Bahkan teman-teman kalian sudah merenggut nyawanya karena berhasil mengusik kami" seru Nicho pada semua orang yang ada di sana.
Bahkan Alex yang langsung melawan ketuanya pun masih bersikap santai. Sedangkan lawannya sudah terengah-engah membuat sebentar lagi Alex akan mengeluarkan jurus pamungkasnya. Benar saja, Alex langsung melayangkan pukulan pada hidung dan perut laki-laki itu.
Bugh...
Arrghhh...
Kini semua lawan telah tumbang di tangan Alex dan ketiga sahabatnya juga anak buahnya. Walaupun anak buah Alex ada yang luka-luka namun tidak sampai terluka berat. Alex menatap semua orang yang tengah terjatuh tak sadarkan diri di atas lantai. Entah itu pingsan atau sudah merenggang nyawanya.
"Obati luka kalian. Untuk ini biar aku dan yang lainnya buat mengurus semua yang ada di sini" seru Nicho memberi perintah.
Semua anak buah Alex dan ketiga sahabatbya keluar dari gedung markas itu. Sedangkan Alex dan ketiga sahabatnya segera saja ikut keluar. Namun mereka kini tengah berada di depan markas sambil saling pandang seakan tengah memikirkan rencana yang bagus.
__ADS_1
Boommm...
Tiba-tiba saja gedung markas di depan keempatnya itu meledak dan terjadilah kebakaran hebat. Alex dan ketiga sahabatnya tersenyum puas. Terlebih mereka tadi sudah menjauh dari dekat markas itu saat tahu kalau ada bom yang meledak.
Sebelum memasuki markas untuk mulai penyerangan tadi, Alex dan anak buahnya memang memasang beberapa peledak di sana. Hanya 3 peledak saja, namun efeknya sungguh luar biasa karena bisa langsung meluluhlantahkan gedung yang besar itu.
"Beres juga pembuat keonaran itu. Saatnya kita pulang ke markas, bersih-bersih, dan tidur dengan nyaman. Jangan lupa untuk obati luka yang ada di wajah karena kalau ketahuan Grizz pasti akan diomeli" ucap Alex memberi perintah kepada ketiga sahabatnya.
Josh, Nicho, dan Nando yang mendengar ucapan Alex itu segera saja memegang wajah mereka. Benar saja kalau ada beberapa luka yang keluar darahnya berada di wajah mereka. Padahal mereka tadi sama sekali tak merasakan adanya darah yang mengalir atau sakit.
Alex dan ketiga sahabatnya segera pergi dari sana. Shadow Violet yang akan menjaga markas ini agar nanti api tak menyebar kearah sekitar. Bisa bahaya juga kalau sampai nantinya akan ada kebakaran di hutan ini.
Mobil yang Alex dan ketiga sahabatnya naiki kini telah melaju dengan kecepatan tinggi menuju markas. Setidaknya mereka tak bisa pulang ke rumah karena ada luka yang masih terlihat. Mungkin satu minggu baru luka itu sedikit sembuh dan kering.
***
"Dara, Kak Luis ngajak kamu menikah?" tanya Dara yang begitu penasaran.
Tadi Luis bertanya tentang bagaimana sifat Dara kepada Grizz. Bahkan Luis ingin mengetahui hal mendetail tentang Dara kecuali mengenai keluarganya. Pasalnya Grizz takkan mengetahui hal itu karena Dara tak pernah menceritakannya.
Luis juga menceritakan kalau laki-laki itu telah melamar Dara. Namun belum mendapatkan jawaban apapun dari gadis itu. Luis juga meminta Grizz untuk membantunya mendapatkan jawaban iya dari mulut Dara. Grizz pun menyanggupi itu.
"Kok kamu tahu?" tanya Dara penasaran.
"Semua yang terjadi di rumah ini tentunya Grizz tahu dong" ucap Grizz dengan bangganya.
__ADS_1
"Dara, terima saja lamaran dari Kak Luis. Dia baik lho, walaupun mukanya datar tapi dia perhatian. Awal Grizz datang ke sini pun, dia yang paling perhatian pada Grizz. Menawari makan dan obat-obatan juga" lanjutnya menceritakan kebaikan Luis.
Grizz terus berceloteh mengenai kebaikan dari Luis saat awal bertemu dengannya. Menurutnya, Luis bisa menerima Dara yang tomboy itu tanpa embel-embel apapun. Terlebih mereka sudah mengenal lama dan tinggal bersama walaupun tak terlalu sering berinteraksi.