Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Selesai Bertarung


__ADS_3

Pertarungan yang begitu sengit itu ternyata berakhir dengan kemenangan berada di kubu Alex. Bahkan banyak dari pihak lawan yang akhirnya menyerah dengan mundur sendiri dari pertarungan itu karena merasa sudah tak kuat lagi. Apalagi banyak dari mereka yang babak belur hingga tak kuat lagi untuk bangun dari tanah.


Bahkan kini halaman rumah Neo itu menjadi lautan manusia yang menumpuk bak sampah. Alex dan yang lainnya bahkan tanpa hati langsung melempar mereka dengan tumpang tindih. Bagi Alex, tak ada ampun bagi siapapun yang mengusik ketenangan hidup istrinya.


"Lihat mereka... Kok kaya sampah yang siap diangkut sih" ucap Nicho sambil terkekeh.


Memang pada dasarnya Alex dan ketiga sahabatnya itu tak punya hati. Melihat orang-orang terluka dan bergelimpangan seperti mayat seperti itu saja tak punya rasa kasihan sama sekali. Padahal mereka butuh ditolong untuk segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun pada faktanya mereka malah menertawakan nasib orang-orang itu.


"Bawa aja ke tempat pembuangan akhir. Biar sekalian diolah terus dijadikan pupuk" ucap Nando sambil tertawa.


Bahkan anak buah Alex pun ikut tertawa mendengar hal itu. Mereka beruntung diberi kepercayaan oleh Alex dan ketiga sahabatnya untuk ikut menjaga istri dari bosnya itu. Bukan hanya gaji yang besar bahkan mungkin melebihi 1 M jika setia pada bosnya itu. Bahkan keluarga mereka juga terjamin keamanannya terutama identitasnya. Bahkan dengan menjaga Grizz, mereka sering diajak bercanda dan berbincang sehingga tak monoton bekerja terus-terusan.


"Gimana kalau kita bakar saja?" tanya Josh dengan kilatan mata sadisnya.


Tentunya beberapa orang lawan yang masih sedikit tersadar pun malah langsung ketakutan. Ingin sekali mereka berlari dari sini namun apa daya jika tubuhnya sama sekali tak bisa diajak kompromi. Apalagi yang sudah tindih-tindihan itu, tentu akan susah bagi mereka untuk melarikan diri. Ternyata lawan mereka kali ini merupakan sosok manusia berjiwa iblis.


Alex tak menaggapi ucapan-ucapan sahabatnya yang memang begitu sadis itu. Alex membisikkan sesuatu kepada anak buahnya kemudian berlalu pergi menuju rumah tetangga Grizz. Alex langsung menemui ibu-ibu itu yang memang berada didalam rumahnya sejak pertarungan tadi.

__ADS_1


"Bu, saya akan mengambilkan kebun ini dari pembelinya. Untuk sertifikatnya, biar nanti anak buah saya yang mengantarkannya kesini. Ini kartu nama saya, kalau ada apa-apa atau sertifikatnya dalam minggu ini belum diberikan langsung saja hubungi saya langsung" ucap Alex setelah ibu-ibu itu membuka pintunya.


Alex juga langsung memberikan kartu namanya ke ibu-ibu itu agar nanti jika terjadi sesuatu bisa langsung menghubunginya. Namun anak buahnya juga masih berjaga di area sekitar kampung ini untuk memastikan kalau warga disini aman. Tentunya ini mengingat kalau sayembara 1 M itu masih belum dimusnahkan dari kelompok dunia bawah. Hal ini memungkinkan kalau bisa saja ada kelompok lain yang datang.


Setelah ibu-ibu itu paham dan mengucapkan terimakasih, Alex segera saja mendekat kearah mobilnya. Ia memberi kode kepada keempat orang sahabatnya agar bisa segera masuk dalam mobil. Sedangkan anak buahnya akan dimintanya untuk mengurus semua yang ada disini.


***


"Apa kita langsung urus yang di dunia bawah, Lex?" tanya Josh dibalik kemudinya.


"Iya, aku tak ingin semakin banyak korban bertebaran disini. Khawatirnya kalau mereka menyerang waktu malam hari, pasti mereka akan dengan mudah untuk bersembunyi. Mumpung ini masih siang, kita langsung saja kesana" ucap Alex sambil menghela nafasnya gusar.


Namun kini ia harus ikut karena mungkin wajahnya kini sudah menjadi sasaran orang-orang dunia bawah karena membantu Alex dan ketiga sahabatnya. Alex mengerti kegundahan hati Luis hingga langsung menepuk bahu laki-laki itu dua kali. Alex tersenyum tipis yang menandakan kalau semuanya akan baik-baik saja.


"Pakai topeng wajah ini untuk menyamarkan identitasmu" ucap Alex menyerahkan sebuah topeng wajah kearah Luis.


Kelimanya pun berhenti sebentar kemudian memakai topeng wajah agar bisa menghindari dari orang-orang yang ingin berbuat jahat dengan identitas asli. Mobil segera dilajukan setelah semua siap dengan topeng wajahnya. Luis sedikit menghela nafasnya lega karena ternyata ada topeng wajah yang bisa menyamarkan identitasnya.

__ADS_1


***


Mobil sudah berhenti di sebuah gedung tempat perkumpulan semua kelompok dunia bawah. Alex sengaja meminta Josh untuk melajukan mobil itu kearah gedung tua ini. Pasalnya akan sangat susah jika mereka datang ke markasnya masing-masing untuk menemui pemimpin kelompoknya. Kelimanya segera turun dari mobil kemudian berjalan dengan langkah tegasnya menuju tempat perkumpulan.


"Apa semua pemimpinnya berada disini?" tanya Luis dengan pelan.


"Iya, para pemimpin dunia bawah lebih sering berkumpul disini karena mereka bisa santai sejenak. Apalagi fasilitas disini sangat lengkap" jawab Alex sambil berjalan.


Luis menganggukkan kepalanya kemudian melihat sekeliling isi dalam gedung tua yang memang sangat lengkap. Bahkan dengan mansion Alex saja mungkin gedung tua ini lebih besar. Bahkan isi dalamnya juga hampir sama dengan mansion milik orang kaya lainnya. Sebuah pintu terbuka, Alex segera memasuki sebuah pintu yang berwarna merah menyala.


"Siang semua" sapa Alex dengan wajah datarnya.


Semua yang ada dalam ruangan itu tentu saja terkejut dengan kedatangan seseorang yang sedari kemarin mereka hindari. Tentunya mereka memilih menghindar karena tekanan dari beberapa penguasa dunia bawah itu begitu kuat. Kemarin mereka ditekan untuk tak membiarkan anggotanya keluar dari wilayah dunia bawah namun semuanya berhasil mengelak karena tak bertemu secara langsung.


Bahkan kini saat bertemu secara langsung dengan salah satu penguasa dunia bawah itu, nyali mereka langsung menciut. Hanya untuk sekedar menjawab sapaan Alex saja, mereka gugup bahkan memilih diam. Alex duduk disana diikuti oleh yang lainnya.


"Kalian sudah membuat kekacauan di kota. Apa kalian tidak memikirkan dampaknya? Usaha kita di kota juga akan terancam kalau semua orang tak berani keluar" ucap Alex dengan nada penuh penekanan.

__ADS_1


Alex begitu geram dengan pemikiran mereka. Hanya karena uang 1 M saja sudah berhasil mengacaukan kota padahal sebenarnya mereka mengalami kerugian melebihi itu. Semua hasil bisnis di kota bisa saja gulung tikar hanya karena kelompok dunia bawah yang masuk ke kota dengan membuat kericuhan. Padahal hasil dari bisnis ilegal mereka saja sudah menghasilkan lebih dari 2 M per harinya. Sungguh di luar nalar pemikiran orang-orang didepannya ini.


__ADS_2