
"Hei... Itu gadis yang waktu itu di hutan" teriak salah seorang anggota dunia bawah.
Tentunya anggota dunia bawah itu yang kontra terhadap aturan yang dibuat oleh penguasa diatasnya seperti Alex. Tentunya mereka akan berusaha mencari celah untuk menghancurkan penguasa-penguasa itu dengan mencari tahu kelemahannya. Baru saja melihat Grizz keluar dari mall dengan bergandengan tangan bersama seorang laki-laki, mereka segera meneriakinya.
Tuan Grey yang tahu kalau itu merupakan anggota dunia bawah pun segera saja menarik tangan Grizz agar mempercepat larinya. Grizz begitu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh kakaknya itu, namun segera saja mengikuti Tuan Grey berlari. Bahkan Tuan Grey langsung saja mendorong adiknya masuk dalam mobil.
"Tolong... Grizz ada yang mengejar. Persiapkan senjata kalian" titah Tuan Grey setelah melihat adiknya telah masuk dalam mobilnya.
Tuan Grey memberi perintah pada anak buah Alex agar segera menyiapkan senjata. Tuan Grey dan anak buah Alex segera masuk dalam mobil masing-masing untuk menghadapi semua perusuh itu. Terlihat sekali kalau anggota dunia bawah itu tidak berani memasuki area mall karena pasti jika melanggar janji para penguasa, mereka akan mendapatkan hukuman lebih berat.
Namun Tuan Grey juga tak mungkin kalau berada disini terus-terusan karena akan semakin memperumit keadaan. Terlebih melihat pengunjung mall yang mulai ketakutan karena jalanan depan ditutup oleh anggota dunia bawah itu. Tuan Grey tak mungkin mengorbankan keselamatan orang banyak dan tidak tahu apapun mengenai permasalahan ini. Beberapa mobil langsung melesat keluar dari area parkir mall dengan posisi kendaraan Tuan Grey berada ditengah.
Hal ini sedikit menyulitkan para perusuh itu karena semua mobil berwarna dan bertipe sama sehingga mereka bingung dimana keberadaan Grizz. Tentunya tadi saat anak buah Alex mengeluarkan mobil langsung saja Tuan Grey masuk dalam tengah barisan agar tidak ada yang mengetahui keberadaan Grizz. Apalagi mobil-mobil itu langsung beratraksi dengan cepat sehingga akan susah diprediksi.
"Kak Rey, sebenarnya ada apa? Apa mau balapan lagi? Wah seru dong, ini kayanya seperti dulu saat sama Kak Alex, Kak Felix, dan Dara deh" ucap Grizz dengan antusias.
"Apa pakai dor-dor juga?" tanyanya.
Tuan Grey mengernyitkan dahinya heran melihat tingkah Grizz yang begitu antusias seperti tangannya yang siap menembak sesuatu. Tentunya hal ini membuat Tuan Grey menduga kalau adiknya ini sudah pernah mengalami hal ini berulangkali. Apalagi melihat dibelakang sudah banyak pengendara motor seperti waktu itu tengah mengejar mobilnya dan anak buah Alex.
"Pistol maksud kamu?" tanya Tuan Grey tanpa mengalihkan fokusnya dari jalanan didepannya.
__ADS_1
"Iya. Sini mana pistol, biar Grizz yang dor mereka. Pasti Grizz bisa dong kalau cuma tembak-tembak seperti itu" ucap Grizz sambil menganggukkan kepalanya antusias.
Tuan Grey hanya bisa geleng-geleng kepala. Selain polos dan begitu ceroboh, ternyata adiknya ini sangat menyukai hal yang berbau tantangan. Padahal ini sesuatu yang membahayakan dan dia tak mau kalau sampai adiknya ini mengalami sesuatu yang tak diinginkan. Tuan Grey langsung menatap Grizz dengan tatapan tajam dan menggelengkan kepalanya, pertanda tidak setuju.
"Tidak. Ini bahaya, biar bodyguard saja yang melakukan itu. Cukup Grizz diam dan berdo'a sama Tuhan agar semuanya selamat" ucap Tuan Grey dengan tegas.
Seketika saja Grizz langsung menurunkan bahunya lesu. Ia kesal dengan kakaknya ini yang ternyata lebih posesif dibandingkan dengan suaminya. Namun Grizz kini mengerti kalau kakaknya tak mau terjadi sesuatu padanya. Terlebih keduanya baru saja bertemu, akhirnya Grizz hanya melihat adegan tembak-tembakan antara anak buah Alex dengan orang-orang itu.
Dor... Dor... Dor...
Suara bunyi tembakan terus menggema disepanjang jalan akibat ulah anak buah Alex. Mereka berusaha menggoyahkan pertahanan dari para pengendara motor itu. Bahkan para pengguna jalan langsung saja menyingkir apalagi anak buah Alex lumayan brutal dalam menyingkirkan anggota dunia bawah itu. Grizz yang melihat hal itu begitu gemas dan ingin sekali ikut.
"Kak Rey, mana pistol. Itu ada pengendara motor yang malah memepet dekat mobil kita lho" seru Grizz dengan sedikit gemas.
"Cewek itu ada dimobil ini" teriak salah satu anggota dunia bawah yang berhasil memepet mobil Tuan Grey.
Mendengar teriakan itu, sontak saja anggota dunia bawah segera melajukan kecepatan sepeda motornya tanpa mempedulikan dengan tembakan yang dilayangkan anak buah Alex. Sedangkan Grizz yang merasa dirinya dipanggil pun langsung menatap kakaknya yang sedikit cemas.
"Kak, pistol. Buruan..." seru Grizz sambil menengadahkan kedua tangannya.
Akhirnya dengan pasrah, Tuan Grey mengambil pistol yang selalu dia bawa itu kemudian menyerahkannya pada Grizz. Dengan senang hati, Grizz mengambil pistol itu kemudian membuka sedikit jendela mobilnya. Grizz segera membidikkan pistolnya kearah lengan tangan pengendara juga paha penumpangnya secara bergantian.
__ADS_1
Dor... Dor...
Arrghhh...
Brukkk... Brukkk...
"Rasain... Wlekkkk" seru Grizz sambil menjulurkan lidahnya kearah pengendara motor yang tengah kesakitan itu.
Bahkan motor yang dikendarai mereka langsung oleng akibat dari pengendaranya yang lengan tangannya kesakitan. Lengan tangan dan paha keduanya sudah bersarang peluru membuat mereka tak bisa konsentrasi dalam berkendara. Motor yang dikendarai bahkan langsung masuk kearah kebun-kebun yang ada dipinggir jalan. Beruntung anak buah Alex sudah berhasil mengalihkan jalur perjalanannya kearah jalanan sepi warga.
Grizz langsung menutup jendelanya kembali kemudian menatap kakaknya yang tersenyum bangga kearahnya. Tuan Grey langsung mengelus lembut rambut panjang adiknya itu sambil tersenyum. Ia tak menyangka kalau adiknya berani juga menggunakan senjata seperti itu.
"Ini nih, gara-gara kamu berhasil ikut masuk dalam hutan. Jadi dikejar-kejar orang jahat kan" ucap Tuan Grey yang bahkan tak memuji ketangkasan adiknya sama sekali.
"Ish... Masih disalahin juga, kan udah minta maaf" kesalnya sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
Tuan Grey hanya bisa terkekeh geli mendengar ucapan dari adiknya itu. Tentu hal ini yang menjadi kekhawatiran Tuan Grey dan yang lainnya yaitu keselamatan Grizz. Namun ternyata adiknya ini gampang sekali kesal dan mengomel kalau disalahkan kembali.
Akhirnya Grizz dan anak buah Alex lainnya langsung dengan sigap kembali melumpuhkan orang-orang yang berniat merusuh itu. Tak mereka biarkan satu orangpun yang tersisa walaupun ada beberapa yang mencoba melukai Grizz dalam kondisi terluka.
"Hah... Grizz jadi lapar lagi ini gara-gara habis perang dunia" ucap Grizz pelan setelah menyelesaikan pekerjaannya bersama dengan yang lain.
__ADS_1