Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Latihan


__ADS_3

Latihan fisik berakhir membuat Grizz langsung merebahkan badannya yang sudah bercucuran keringat itu di lantai. Nafasnya naik turun akibat terlalu bersemangat melakukan apa yang diminta oleh Alex. Alex sungguh takjub dengan apa yang dilihatnya tadi, ternyata walaupun baru diajarkan namun Grizz sudah lumayan mahir. Bahkan saat akhir-akhir tadi dirinya hampir kuwalahan menangkis tendangan kaki istrinya itu.


"Kalau pukul atau tendang sesuatu itu jangan pakai emosi. Aku tahu tadi kamu pasti bayangin kalau didepanmu itu ibu tirimu itu kan? Kalau kamu emosi seperti tadi, kelelahan lah seperti ini jadinya" ucap Alex memberi masukan.


Grizz menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Bahkan Grizz mengakui kalau dirinya memang tadi membayangkan jika Alex itu merupakan ibu dan kakak tirinya dengan memejamkan matanya. Walaupun memejamkan mata, namun tak disangka jika tendangan yang dilayangkan oleh Grizz itu tepat pada sasarannya. Itu lah yang membuat Alex begitu takjub luar biasa.


"Rasanya sedikit lega saat kita berhasil untuk membalas rasa sakit yang selama ini kita terima dari orang yang memukul atau meremehkan kita. Apa Grizz jahat, kak? Ah sepertinya iya, Grizz jadi orang jahat karena dendam yang ada dalam hati ini" ucap Grizz yang kemudian melirih diakhir kalimatnya.


Alex langsung memeluk Grizz yang terlihat menganggap dirinya jahat karena mau balas dendam pada orang-orang di masa lalunya. Sejujurnya Alex juga tak tega membiarkan istrinya itu membalas rasa sakitnya namun Grizz yang awalnya menginginkan itu.


"Kamu nggak jahat. Orang jahat itu pantas mendapat karmanya biar dia sadar kalau perbuatannya itu tak baik. Kalau memang kamu tak kuat untuk membalasnya, biarkan suamimu ini yang bertindak" ucap Alex sambil mengelus punggung istrinya itu dengan lembut.


Mendengar pernyataan dari Alex itu membuat Grizz langsung melepas pelukannya dari sang suami. Ia menghapus air matanya yang mengalir itu dengan dengan kasar. Ia langsung menatap mata Alex yang selalu membuatnya merasa aman dan nyaman.


"Tidak, aku ingin membalasnya dengan tanganku sendiri. Bantu aku untuk menghilangkan rasa tak enakan atau kasihan pada orang-orang yang nantinya akan merasakan sakit akibat pembalasanku" ucap Grizz dengan penuh keyakinan.


"Besok kita balas orang-orang yang ada di sekolah lamaku" lanjutnya meminta ijin.

__ADS_1


Grizz sudah memikirkan ini matang-matang. Di sekolahnya dulu ia selalu mendapatkan bullyan dari kakak tingkat bahkan yang seangkatan dengannya namun pihak sekolah selalu tutup mata. Setiap ia mengadu maka pihak sekolah hanya akan menjawab nanti akan di rapatkan namun sampai dirinya pindah tak ada yang dilakukan oleh yang bersangkutan.


"Kamu yakin?" tanya Alex meyakinkan.


"Ya" jawab Grizz dengan tegas.


Tentunya Alex langsung langsung menyetujui apa yang diminta oleh Grizz. Untuk menghadapi siswa atau pihak sekolah tentunya tak perlu memakai benda-benda berbahaya seperti pistol sehingga Grizz tak perlu latihan banyak. Ia hanya harus menunjukkan pada orang-orang yang meremehkannya kalau dia sekarang diangkat derajatnya sama Tuhan.


Terlebih saat Grizz dan Alex menikah waktu itu, banyak sekali orang-orang termasuk siswa dan pihak sekolah lama gadis itu yang langsung berlomba-lomba melakukan konferensi pers. Mereka semua mengaku mengenal Grizz dan menceritakan kisah gadis itu di media. Namun tak berapa lama, berita itu hilang karena kekuasaan Alex.


"Baiklah... Besok kita ke sekolah itu. Bukan kah sebentar lagi ada perayaan kelulusan untuk anak kelas 3? Mereka satu angkatan denganmu kan? Kita buat kejutan disana" ucap Alex memberikan ide.


Mata Grizz berbinar cerah karena ide dari Alex. Terlebih Alex ini memang sungguh luar biasa dalam memberikan informasi padanya. Pengumuman kelulusan memang sudah diberitahukan namun untuk sekolah baru Grizz baru akan diadakan perpisahan sekitar satu minggu lagi. Untuk sekolah lama Grizz, akan diadakan 3 hari lagi dan beruntungnya saat itu ada undangan untuk gadis itu.


Alex mendapatkan informasi dari bodyguard yang berjaga di mansion kalau mendapatkan undangan perpisahan sekolah. Bodyguard juga sudah menghubungi pihak sekolah tentang tujuan undangan untuk Grizz itu dikirim pada mereka pasalnya gadis itu sudah tak bersekolah disana. Pihak sekolah beralibi karena Grizz sudah dianggap keluarga oleh sekolahnya sehingga mengundangnya.


"Tapi Grizz harus tampil cantik, aku nggak mau dibilang gembel lagi" ucap Grizz kesal mengingat ucapan teman-temannya waktu itu.

__ADS_1


Setiap ada kegiatan di luar jam sekolah, Grizz selalu menggunakan kaos yang sudah pudar warnanya membuat teman-temannya mencemoohnya dan mengejeknya seperti gembel. Apalagi wajah Grizz yang tak pernah dandan membuat mereka semakin mengejeknya.


"Iya dong, istriku ini harus tampil cantik dan memukau" ucap Alex sambil terkekeh.


"Tapi nanti kak Alex ikut kan?" tanya Grizz sambil menatap suaminya itu dengan tatapan permohonan.


"Memangnya kamu nggak malu kalau suamimu ini ikut? Kamunya tampil cantik lha aku aja wajahnya cacat begini. Nanti malah kamu diejekin sama orang-orang disana" ucap Alex sedikit menolak ajakan Grizz.


Alex tak suka dengan keramaian anak remaja seperti itu sehingga membuat alasan agar tak ikut dengan Grizz. Terlebih acaranya pasti hanya penuh dengan orang-orang bermuka dua yang hanya ingin menarik simpatinya atau Grizz hanya untuk kecipratan sesuatu. Grizz langsung mengerucutkan bibirnya mendengar penolakan halus dari Alex itu.


"Grizz nggak pernah malu. Yang cacat itu hanya fisiknya, bukan hatinya. Apalagi semua yang Grizz dapat ini juga pemberian dari kak Alex. Grizz bangga dan beruntung punya suami kaya Kak Alex" ucap Grizz dengan raut wajah cerianya.


Alex hanya tersenyum paksa mendengar ucapan Grizz itu. Menurut Grizz dirinya adalah sosok yang sempurna walaupun ada cacat di wajahnya, namun gadis itu tak tahu kehidupan kelamnya di dunia bawah. Dunia bawah yang kejam bahkan ia harus menghabisi semua orang demi mencapai keinginannya. Dunianya penuh kegelapan dan bahaya yang membuatnya tak mengenal kata maaf bahkan bisnis haramnya bisa menghasilkan uang jutaan dolar setiap bulannya.


Grizz yang polos tak mengetahui bagaimana kelamnya dunia Alex sehingga membuatnya memuji kebaikan hatinya. Padahal di belakang Grizz, Alex melakukan banyak dosa seperti menghabisi orang. Alex kembali memikirkan bagaimana kedepannya kelak ia bisa membangun hubungan ini tanpa kebohongan. Ia ingin terbuka tentang pekerjaannya selama ini pada Grizz namun ia takut kalau gadis itu malah membencinya.


"Baiklah aku akan menemanimu kesana" putus Alex membuat Grizz langsung berdiri kemudian jingkrak-jingkrak dengan cerianya.

__ADS_1


__ADS_2