Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Jahil


__ADS_3

Alex dan Grizz memasuki mansionnya setelah mobil yang dikendarai oleh anak buahnya berhenti di halaman mansion itu. Dengan menggandeng tangan Grizz, Alex berjalan dengan tatapan datarnya. Bahkan beberapa maid langsung berada dibelakang keduanya untuk membantu membawa ekor panjang gaun milik Grizz.


Desi yang melihat keduanya berjalan didepannya pun menatap sinis mereka terutama kearah Grizz. Ia masih tak rela jika Grizz lah yang mampu memenangkan permainan ini. Permainan mendapatkan seorang laki-laki kaya raya untuk menjadi pendamping hidupnya. Ia begitu iri dengan keberuntungan Grizz yang bisa mendapatkannya, terlebih ia disayangi oleh anak buah Tuan Alex.


"Harusnya aku yang ada disamping, tuan Alex" gerutu Desi pelan.


Maid yang lain yang mendengar gumaman pelan itu tentunya hanya bisa geleng-geleng kepala saja. Sepertinya tingkah halusinasi dari Desi ini memang sudah kelewat batas. Alex juga mendengar gumaman itu, ia begitu geram dengan maid yang bekerja di mansionnya ini yang selalu mengganggu Grizz.


"Jangan suka berbicara sembarangan, Desi. Jika kau tak ingin lidahmu ku potog allu ku jadikan soup" ucap Alex dengan nada datarnya.


Grizz yang berjalan disamping Alex terkejut mendengar suaminya membicarakan sesuatu. Bahkan tadi ia tak mendengar ada orang yang berbiara sembarangan sehingga Alex menanggapinya. Memang jika dengan Desi, Grizz tak lagi heran kalau Desi memang selalu membicarakan sesuatu yang aneh. Terutama menggosipkan tentang dirinya dengan maid lain.


Desi yang mendengar ultimatum dari Alex itu langsung terdiam bahkan menutup mulutnya. Ia tak menyangka jika Alex mendengar gumamannya padahal sangat pelan. Sepertinya sekarang ia harus berhati-hati jika menjelek-jelekkan Grizz atau berbuat sesuatu. Sedangkan maid yang lainnya berusaha menahan tawa melihat Desi sudah tak bisa berkutik lagi.


Tak berapa lama mereka berjalan, akhirnya Alex dan Grizz sudah sampai di sebuah kamar utama di lantai 3 mansion. Lantai 3 mansion ini hanya ada satu kamar utama, kolam renang pribadi, gym, dan ruang kerja Alex. Setiap pintu ruangan selalu diberi kode untuk membukanya agar tak ada yang bisa masuk ke ruangan itu dengan sesuka hati.


Bahkan untuk membersihkannya pun harus diawasi oleh Bibi Yun dan Luis. Alex takkan pernah membiarkan satu orang pun bisa menyentuh barang pribadinya dengan teledor. Terlebih semua ruangan di lantai 3 ini termasuk dalam kawasan pribadi miliknya.


"Kalian bisa kembali ke tempat masing-masing" titah Alex tanpa membalikkan tubuhnya.

__ADS_1


Semua maid segera bergegas turun dengan menggunakan lift yang ada disana. Sedangkan Grizz kebingungan pasalnya dia baru pertama kali menginjakkan kakinya di lantai 3 mansion ini. Terlebih saat ini dirinya hanya berdua dengan Alex membuat ia bingung nanti yang akan membantunya ganti gaun itu siapa.


"Grizz kok kesini? Kan kamar Grizz ada di lantai 2" tanya Grizz dengan polosnya.


Alex yang sedang memasukkan kode untuk membuka pintu kamar langsunng menghentikan gerakan jarinya. Ia memalingkan wajahnya kearah Grizz yang menatapnya dengan polos. Bahkan matanya berkedip-kedip luu membuat Alex tak tahan untuk segera memeluknya menjadikannya bantal hidup diatas kasurnya.


"Kamu nggak amnesia kan? Kita sudah menikah, mana mungkin sepasang suami istri tidur berpisah kamar" ucap Alex santai.


Bahkan kini tangannya kembali mengotak-atik kode untuk membuka pintu kamarnya. Tak berapa lama, pintu terbuka dengan sendirinya membuat Alex langsung masuk kedalam. Sedangkan Grizz masih terdiam mematung di depan pintu kamar setelah mendengar ucapan Alex.


Bahkan kini wajahnya tampak memucat karena teringat fakta bahwa kini dia sudah menjadi seorang istri. Alex yang merasa jika istrinya tak mengikuti dirinya pun langsung membalikkan badannya kemudian berjalan mendekat kearah Grizz.


"Kenapa? Tak usah takut, aku takkan menggigitmu. Bukannya kita sudah sah menjadi suami istri" bisik Alex dengan suara serak basahnya tepat pada telinga Grizz.


Cup...


Bahkan kini Alex dengan berani mengecup telinga istrinya membuat wajah Grizz langsung memerah malu. Dengan mengerucutkan bibirnya, Grizz menatap tajam kearah Alex yang menatapnya jahil dengan mengerlingkan sebelah matanya. Grizz bergidik ngeri saat melihat tatapan Alex seperti seorang om-om yang kurang perhatian.


"Kenapa tuh bibir? Mau aku cium seperti di telingamu itu?" tanya Alex menggoda.

__ADS_1


"Ishhh... Mesum, dasar om-om kurang belaian" teriak Grizz dengan kesal.


Hahahaha...


Grizz langsung saja pergi masuk kedalam kamar meninggalkan Alex yang kini tertawa terbahak-bahak melihat wajahnya yang malu dan kesal. Grizz menggerutu karena merasa dijahili oleh Alex. Ia segera masuk kedalam walk in closet yang ternyata disana sudah ada baju-bajunya.


Sebuah ruangan walk in closet yang begitu mewah dengan luas yang melebihi 3 kali lipat kamarnya dulu. Grizz begitu terpukau dengan semua yang ada disana. Semua pakaian, sepatu, sandal, hingga jam tangan koleksi milik Alex diatur sedemikian rapi disana tepat di sebelah kanan. Sedangkan di sisi kirinya ada baju, gaun, aksesoris, bahkan sepatu juga ada disan sudah ditata rapi.


"Kok baju-baju Grizz udah disini ya? Kapan ini mindahinnya?" gumam Grizz pelan sambil telunjuknya diketuk-ketukkan pada dagunya.


"Ah... Kan maid banyak disini. Pasti dalam satu menit saja semua langsung beresss" lanjutnya sambil terkikik geli.


Grizz menutup pintu ruang walk in closet kemudian dengan susah payah melepas gaunnya. Setelah hampir setengah jam berkutat dengan gaunnya, akhirnya gaun itu tanggal juga dari tubuhnya. Grizz menghela nafasnya lega kemudian mengambil dan mengganti bajunya dengan pakaian tidur.


Grizz menyingkirkan gaun itu di sebuah kotak kemudian berlalu keluar dari ruangan itu untuk membersihkan wajahnya. Saat keluar, ia melihat Alex yang sudah duduk diatas ranjang sambil memainkan ponselnya. Rambutnya bahkan masih basah dengan pakaian yang sudah berganti. Itu artinya Alex telah selesai membersihkan tubuhnya.


Tanpa menghiraukan Alex, Grizz segera saja duduk di depan meja riasnya kemudian membersihkan wajahnya dari make up. Setelah selesai, ia langsung ke kamar mandi untuk sedikit membersihkan tubuhnya. Hanya butuh waktu 15 menit saja Grizz berada di kamar mandi. Ia segera keluar kemudian berdiri di dekat ranjang sambil menatap Alex yang masih fokus pada ponselnya.


"Grizz tidur dimana?" tanya Grizz.

__ADS_1


Tanpa menjawab apapun, Alex menepuk-nepuk ruang kasur sebelahnya bermaksud memberi kode Grizz agar tidur disampingnya. Grizz melongo tak percaya dengan apa yang dilihatnya bahkan karena sudah terlalu kesal dengan sikap gadis polos itu, Alex menarik tangannya hingga ia terjungkal diatas kasur.


Aaaaaaaaa...


__ADS_2