Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Perdebatan


__ADS_3

"Perkenalkan nama saya Luis, asisten pribadi dan sekretaris di perusahaan Tuan Alex. Tentu kalian mengenal Tuan Alex bukan? Di seorang pengusaha sekaligus dijuluki Raja Bisnis. Jangan lupakan kalau kami berdua sering masuk dalam majalah bisnis. Kalau seorang pengusaha atau pebisnis, pasti sudah tak asing lagi dengan wajah kami" ucap Luis memperkenalkan diri dengan sedikit menyindir laki-laki dewasa itu.


Tentu saja laki-laki dewasa itu menegang di tempatnya. Pasalnya ia memang sebelumnya sudah pernah mendengar tentang Alex dan Luis. Sepasang sahabat sekaligus bos dan sekretaris yang patut diwaspadai dalam dunia bisnis. Namun keengganan laki-laki dewasa itu dalam bekerja, membuatnya hanya tahu namanya tanpa mengetahui wajahnya.


Luis tahu kalau laki-laki dewasa di depannya ini tidak pernah muncul dalam dunia bisnis. Bahkan orangtuanya yang pengusaha saja juga hanya beberapa kali Luis bertemu. Hal ini karena mereka hanya mau bekerjasama dengan perusahaan yang kecil hingga menengah saja. Terlebih perusahaan besar akan susah ditembus jika pembuatan proposal saja tak benar.


"Nyonya dan tuan, saya tidak mengijinkan Dara menikah dengan dia. Dara adalah kekasih sekaligus calon istri saya. Itu adalah mutlak. Kalau sampai kalian berani menjodohkannya dengan dia yang notabene seorang pengangguran, saya akan membawa Dara kawin lari" ucap Luis dengan tegasnya.


Sontak saja semua orang yang ada di ruangan itu begitu terkejut dengan ucapan Luis. Dara hanya bisa menganga tak percaya bahkan menatap Luis dengan tatapan yang sulit diartikan. Luis menatap Dara dengan tatapan penuh cinta membuat Dara tak bisa menyembunyikan senyumannya.


Tanpa Dara sadari, adu tatapan keduanya itu terlihat oleh kedua orangtua gadis itu. Mereka gak bisa berkutik lagi, terlebih mau menolak juga tak berani. Apalagi Luis merupakan kandidat terbaik juga tak ada cacatnya. Tampan dan mapan, membuat siapapun perempuan yang dipinangnya akan beruntung.


"Tidak bisa begitu dong. Kan yang sudah dijodohkan dengan Dara itu aku" seru laki-laki dewasa bernama Aben itu memprotes.


Aben seakan lupa dengan siapa identitas dari Luis itu. Tentunya ia tak terima dengan apa yang diucapkan oleh Luis itu. Terlebih orangtuanya dan juga Dara telah sepakat untuk melangsungkan pernikahan ini dengan cepat. Dara hanya bisa menghela nafasnya pasrah dengan semua ini.


"Tolong ma, pa. Kalau kalian memang menginginkan Dara bahagia, jangan lagi ungkit masalah perjodohan ini. Dara punya kehidupan sendiri yang harus aku jalani saat ini, jangan sampai semuanya bertambah rumit. Di sini apapun perubahan yang dilakukan Dara tak ada hubungannya dengan Grizz. Ini intinya, jadi stop untuk terlalu mengekang Dara" ucap Dara dengan tatapan permohonannya.

__ADS_1


"Kembalilah dengan kegiatan kalian yang begitu sibuk dengan pekerjaan. Aku bisa menentukan jalan hidupku dan kebahagiaanku sendiri. Kalian tak perlu khawatir, di rumah Grizz bahkan aku seperti mempunyai keluarga lengkap. Mereka menjagaku dengan segenap cinta dan kasih sayang tulus sebagai saudara" lanjutnya.


Dara membalikkan tubuhnya kemudian berjalan menuju kearah Luis. Dara menggenggam tangan Luis yang berarti ia memilih untuk pergi dari kehidupan orangtuanya yang semaunya sendiri. Orangtua Dara menatap sendu kepergian Dara yang malah memilih tinggal bersama sahabatnya dibandingkan dengan keluarganya.


Mereka tak bisa berkutik selama Luis berada di dekat Dara. Terlebih Luis bisa saja menghancurkan bisnisnya yang tak seberapa itu. Sungguh Luis yang kejamnya hampir menyamai Alex itu tentu bukanlah orang yang tak bisa disinggung.


"Bagaimana ini? Kok kalian malah diam saja melihat Dara pergi sih" kesal calon besan orangtua Dara.


"Lebih baik kalian pulang dulu. Kami harus membicarakan ulang mengenai masalah ini secara pribadi" ucap Mama Dara.


Bahkan orangtua Dara yang sudah tak punya muka di hadapan calon besannya itu membuat mereka segera saja masuk dalam kamar. Mereka tak sempat pamitan membuat tamunya kesal. Orangtua Dara meminta salah satu maid agar mengantar mereka keluar dari rumah.


"Sudahlah, ma. Biar semuanya tenang dulu. Yang kita hadapi itu si Luis. Walaupun statusnya hanya asisten atau sekretaris Tuan Alex, namun kekuasaannya hampir sama. Bisa-bisa kita tidur di jalanan kalau sampai macam-macam dengannya" ucap Papa Abel memperingatkan.


Sedangkan Aben sendiri terdiam karena bingung dengan apa yang terjadi. Pernikahan yang direncanakan sepertinya akan gagal total. Terlebih orangtuanya pun ikut waspada dengan laki-laki bernama Luis itu.


Sebenarnya ia tak terima saat disindir sebagai pengangguran. Namun orangtuanya memberi kode agar diam saja agar tak menimbulkan masalah. Mereka berempat segera memasuki mobil kemudian kendaraan itu keluar dari rumah Dara.

__ADS_1


***


"Kenapa Tuan Luis malah ngomong seperti itu di depan orangtua saya? Nanti akan berakibat buruk lho pada anda. Orangtua saya pasti akan mencari kebenarannya" ucap Dara bertanya pada Luis yang duduk di sampingnya.


"Saya serius dengan apa yang kuucapkan. Jadi kekasihku lalu menikahlah denganku. Jangan sampai kau kehilangan kesempatan untuk bersanding dengan orang yang mencintaimu. Aku akan menunggumu membalas perasaanku dengan sabar, jadi tolong beri aku kesempatan" ucap Luis dengan tegasnya.


Bahkan Luis menatap dalam kearah mata Dara yang kini malah berkaca-kaca. Sebelumnya ia tak pernah sama sekali mendapatkan pernyataan cinta dari seseorang. Terlebih selama ini semua cowok pada takut dengannya karena sifatnya yang tomboy.


Mereka berdua duduk di kursi penumpang dengan sekat pembatas ditutup. Tentu saja hal ini agar Dara dan Luis bisa leluasa untuk membicarakan beberapa hal tentang kejadian ini. Tanpa Dara sadari, gadis itu menatap keyakinan dari Luis dengan tatapan penuh harapan. Dara menganggukkan kepalanya seperti setuju dengan apa yang diucapkan oleh Luis.


"Terimakasih telah mencintaiku. Aku harap ucapanmu bukanlah bualan semata. Bantu aku untuk balas mencintaimu" ucap Dara membuat Luis menganga tak percaya.


Bahkan kini Dara langsung menghambur dalam pelukan Luis. Luis yang merasakan pelukan dari gadis pujaan hatinya itu pun langsung membalas memeluknya dengan erat. Ia tak menyangka kalau yang disarankan Grizz untuk terus mengejar Dara itu membuatnya bisa berada di titik ini.


"Aku takkan pernah mengkhianati ataupun melukaimu. Setelah Tuan Alex kembali dari pekerjaannya nanti, kami akan datang ke rumahmu. Kami akan memintamu secara resmi sebagai istriku nanti" ucap Luis dengan yakin.


Dara menganggukkan kepalanya setuju. Apalagi mengetahui kalau Luis hanya mempunyai Alex dan Bibi Yun sebagai keluarganya tentu harus menunggu mereka dulu. Luis melepaskan pelukannya dari Dara kemudian menghapus air mata yang membasahi kedua pipi gadisnya itu.

__ADS_1


"Jangan menangis. Nangisnya besok aja kalau kita sudah di altar pernikahan" ucap Luis dengan sedikit menggoda.


Tentu saja Dara langsung memalingkan wajahnya. Luis terkekeh pelan melihat Dara yang malu-malu kucing seperti ini. Luis begitu lega karena Dara mau menerima cintanya. Walaupun ia masih harus bekerja keras membuat Dara mencintainya balik.


__ADS_2