
"Gimana kabar si tua dan istri juga anaknya yang kisruh itu?" tanya Grizz setelah sang suami duduk diatas ranjang bersamanya.
Setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang telah disiapkan oleh Grizz, Alex segera duduk diatas ranjang dengan memeluk istrinya dari samping. Ia tak menyangka jika Grizz menunggunya selesai mandi padahal mata gadis itu sudah memerah karena mengantuk.
"Baik-baik saja. Memangnya ada apa?" tanya Alex dengan tatapan penasaran.
Tentunya Grizz yang tadi sempat tak sadarkan diri membuatnya tak tahu mengenai apa yang terjadi pada mereka. Grizz sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Alex jika dirinya sudah tak mampu untuk melawan orang-orang itu. Grizz sebenarnya ingin sekali melawannya sendiri, namun ternyata mentalnya belum sampai untuk hal itu.
Alex tahu kalau istrinya itu sangat penasaran dengan apa yang dilakukannya. Namun Alex ingin mengetahui terlebih dahulu tentang istrinya itu yang sudah kuat mendengar ceritanya atau belum. Jangan sampai apa yang diceritakannya nanti malah membuat istrinya itu pingsan dan shock.
"Ish... Yang benar saja kalau mereka baik-baik saja. Harusnya Kak Alex sebagai suaminya Grizz harus membalaskan segala kesakitan yang istrinya alami. Kalau baik-baik saja berarrti mereka sekarang bisa makan enak dan tidur nyaman di kasurnya dong" kesal Grizz.
Grizz pikir setelah dirinya dibawa ke rumah tetangganya itu, Alex akan memberi pelajaran pada keluarganya. Namun ternyata suaminya itu malah biasa saja dan mengikuti dirinya. Ia sungguh kesal bahkan langsung mengerucutkan bibirnya. Padahal dia sangat berharap kalau suaminya itu membantu dirinya walaupun sedari awal dia yang mau membalasnya sendiri.
"Mereka sudah jauh di tempat yang cocok, sayang. Bahkan nggak ada makanan enak dan kasur yang nyaman. Makanannya hanya sampah dan lantai kotor sebagai tempat tidurnya" ucap Alex dengan terkekeh geli.
Alex memilih untuk berkata jujur kepada istrinya itu setelah mendengar ucapan dari Grizz. Alex yakin kalau Grizz sudah bisa menerima kenyataan mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Walaupun mungkin untuk melakukan sesuatu pada mereka, ia belum mampu jika menyentuhnya secara langsung.
Grizz yang mendengar ucapan Alex pun membulatkan matanya kemudian menatap kearah suaminya itu. Ia ingin meminta penjelasan lebih kepada suaminya. Tentunya ia ingin sekali penjelasan yang lebih detail agar puas namun Alex malah seperti membuat teka-teki. Wajah Grizz yang penasaran itu membuat Alex terkekeh geli bahkan langsung saja menciumi pipi istrinya berulangkali.
__ADS_1
Cup... Cup... Cup....
"Astaga... Gemasnya" ucap Alex dengan geregetan.
"Ayo cerita lagi" kesalnya sambil menggoyangkan lengan suaminya dengan gemas.
"Gini lho, sayang. Mereka sudah Nicho, Nando, dan Josh buang ke hutan. Jadi mereka nggak bisa makan enak dan tidur di kasur empuk lagi. Mereka nggak akan bisa kembali ke kota karena mungkin saja saat ini sudah dimakan hewan buas" ucap Alex.
Grizz menganggukkan kepalanya dengan antusias. Ia tak menyangka jika Alex dan ketiga sahabatnya memberikan pelajaran yang luar biasa untuk keluarganya yang selalu menyakitinya itu. Bahkan di matanya ada binar kebahagiaan membuat Alex tersenyum lega. Grizz merasa kalau kini dirinya sudah bebas dan lepas dari gangguan orang-orang itu. Grizz sangat puas dengan apa yang telah dilakukan keempat laki-laki itu.
"Besok pagi Grizz mau kasih hadiah sama mereka bertiga. Masakan spesial karena mereka sudah bantu Grizz kasih hukuman untuk keluarga tak tahu diri itu" ucap Grizz dengan percaya dirinya.
Grizz terlihat terdiam sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya kearah dagunya. Melihat hal itu tentu membuat Alex menahan kegemasannya. Apalagi pipi Grizz yang menggembung bagaikan bakpao itu membuatnya ingin sekali memakannya. Ia tak menyangka mempunyai istri selucu dan semenggemaskan ini padahal dirinya saja berwajah sangar.
Cup...
Tiba-tiba saja Grizz megecup bibir suaminya dengan cepat membuat Alex terkejut dan membelalakkan matanya. Biasanya Grizz hanya mau melayangkan ciumannya kearah pipi dan kening Alex namun malam ini malah dengan beraninya istrinya itu mengecup bibirnya. Bahkan kini Grizz yang tengah salah tingkah itu langsung saja menutup seluruh tubuhnya dengan selimut hingga tak terlihat sama sekali.
Alex sungguh gemas dibuatnya membuat ia ingin sekali menerkam istrinya itu. Namun ia harus sabar pasalnya memberikan pengertian tentang kewajiban dan hak suami istri pada gadis polos itu sangat sulit. Alex langsung menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya itu agar bisa melihat langsung wajah Grizz.
__ADS_1
"Udah berani ya cium-cium bibir suaminya" ucap Alex sambil tersenyum menggoda.
Tentunya hal itu membuat Grizz segera saja menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Wajah Grizz sudah memerah malu apalagi kini selimut yang ditarik oleh Alex itu sudah jatuh ke lantai. Grizz langsung saja berbaring diatas ranjang dengan tidur membelakangi suaminya.
"Ayo tidur" ajaknya.
Tentu Alex tak mau lagi bercanda dengan Grizz karena kini waktu sudah menunjukkan tengah malam. Grizz hanya menganggukkan kepalanya kemudian membuat Alex segera membalikkan tubuh istrinya itu. Grizz segera menyembunyikan wajahnya itu pada dada bidang suaminya membuat Alex hanya bisa terkekeh geli.
***
Keesokan harinya, Grizz sudah bangun saat waktu masih menunjukkan pukul empat pagi. Bahkan semua maid belum ada yang bangun karena jam kerja mereka adalah pukul 5 pagi. Hanya ada bodyguard dan anak buah Alex yang berjaga di luar rumah ini. Kini Grizz berada di dapur dengan masih menggunakan piyamanya.
Grizz dengan lihainya mengeluarkan semua sayur, bumbu, dan beberapa daging dari lemari es. Dengan lihai ia memotong semua sayuran dan bahan dapur dengan pisaunya. Bahkan tak ada raut kelelahan atau lemas padahal sedari tadi dia sudah wara-wiri untuk mencari sesuatu.
"Lho... Nona kok sudah ada disini?" tanya seorang maid yang baru saja memasuki area dapur.
Maid itu terkejut karena ada Grizz berada di dapur walaupun sebelumnya memang gadis itu sering membantu pekerja. Namun ia tak menyangka kalau Grizz bisa terbangun sepagi ini membuat para maid kebingungan. Malah kini semua masakan sudah tinggal menunggu matang saja.
"Iya dong. Grizz ingin memasak hari ini karena lagi bahagia. Kakak-kakak bisa mengerjakan pekerjaan yang lain saja, ini sebentar lagi semuanya sudah matang kok" ucapGrizz menyuruh mereka pergi.
__ADS_1
Sebenarnya mereka tak enak hati karena selalu saja Grizz membantu pekerjaan maid. Padahal mereka disana digaji besar namun semenjak ada Grizz malah pekerjaannya berkurang. Namun setiap kali mereka protes pada gadis itu malah membuat Grizz mengomeli semuanya panjang lebar. Bahkan majikannya pun menyuruh mereka membiarkan Grizz melakukan apapun asalkan tidak berbahaya.