Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Licik Dibalas Licik


__ADS_3

Licik... Itu kata yang ada dibenak oleh Pak Darwin mendengar apa yang diucapkan oleh Alex. Ia tak menyangka jika Alex yang selama ini diajaknya kerjasama adalah seorang yang licik. Bahkan memberikan pinalti yang tak main-main walaupun dulunya ia setuju saja karena ini untuk kebaikan dan rasa kepercayaan bersama. Namun saat ditengah jalan, ternyata Pak Darwin tergiur dengan iming-iming dari kepala kontruksi yang memberikan keuntungan lebih.


Terlebih Alex yang jarang datang meninjau proyek pembangunan dan hanya mengandalkan komunikasi via aplikasi hijau. Itu merupakan keuntungan bahkan celah untuk mereka memanipulasi semuanya. Alex memang tak pernah menyuruh karyawannya jika meninjau proyek karena pasti ada kejadian seperti ini. Namun ternyata Alex lebih licik karena ia meninjau semuanya secara langsung dengan dadakan.


"Kenapa menatap saya seperti itu? Jatuh cinta lho nanti sama saya, bahaya" ucap Alex terkekeh sinis.


Pak Darwin memang menatap tajam kearah Alex yang terlihat santai. Bahkan sepertinya laki-laki itu sama sekali tak ada luka yang berarti pada tubuhnya setelah pertengkaran tadi. Dibalik kekurangannya dengan wajah cacatnya itu ternyata menyimpan kelebihan berupa otak yang licik dan cerdas.


"Jatuh cinta? Yang perempuan saja tak mungkin akan jatuh cinta pada anda yang berwajah cacat itu, apalagi saya yang laki-laki normal. Tolong sadar diri, mungkin istrimu yang habis kau persunting kemarin juga tidak mencintaimu. Dia hanya ingin duitmu saja" ucap Pak Darwin sambil terkekeh pelan.


Sepertinya Pak Darwin tak merasakan jika kini Alex sudah marah luar biasa. Lagi pula Luis heran dengan Pak Darwin yang kini malah berani menghina Alex padahal mungkin nyawanya sudah diujung tanduk. Mungkin Pak Darwin tak sadar jika kini tengah menghadapi seorang malaikat pencabut nyawa.


Alex tak terima jika semua dihubung-hubungkan dengan istrinya. Ia yakin jika istrinya walaupun belum mencintainya namun Grizz bukan lah sosok gadis yang menginginkan uangnya. Jika memang ia menginginkan uangnya, sudah pasti sejak pertama bertemu akan meminta uang belanja yang begitu besar. Namun buktinya sampai kini hanya uang recehan saja yang ia keluarkan untuk membiayai semua keperluan Grizz.


"Kasihan sekali... Coba berkaca lah pada dirimu sendiri. Anda menceritakan tentang kisah cinta anda sendiri, bukan?" ucap Alex sambil tertawa.


Beruntung Alex mencoba untuk tenang dalam menghadapi Pak Darwin sehingga tak terpancing emosinya. Bahkan ia langsung ingat dengan senyuman Grizz yang menenangkannya membuatnya mampu mencari cara untuk menjatuhkan Pak Darwin kembali.

__ADS_1


Pak Darwin memang terlihat seperti sosok yang sempurna di mata semua rekan bisnisnya. Namun saat di rumah, hatinya begitu nelangsa karena rasa cintanya pada sang istri tak terbalaskan. Istrinya itu dipaksa menikah dengan dirinya dulu karena demi keuntungan dua perusahaan saja. Bahkan sampai saat ini istrinya itu tak pernah mau berhubungan dengannya, setiap hari pekerjaannya hanya foya-foya.


Pak Darwin terdiam dengan tatapan penuh kekecewaan. Apa yang diucapkan Alex itu membuat hatinya tertohok sampai ia tak bisa membalasnya sama sekali. Bahkan ia menghiraukan rasa sakit di leher dan seluruh tubuhnya karena mengingat sang istri.


"Bawa dia, jangan sampai lepas karena dia harus membayar semua hutang-hutangnya padaku akibat proyek kerjasama ini" ucap Alex memberikan perintah pada bodyguardnya.


Feri sang bodyguard tentu saja langsung melaksanakan perintah dari bosnya itu. Bahkan kini Alex dan Luis langsung saja bahu membahu untuk menyingkirkan orang-orang yang pingsan ini. Dengan tak berperikemanusiaannya, Alex dan Luis melempar mereka masuk dalam tanah galian kemudian langsung pergi berlalu. Biarlah nanti mereka akan sadar sendiri, kalau nyawanya sudah lewat biarkan yang mengurus teman-temannya.


***


"Kak Alex kok nggak bisa dihubungi lagi ya? Apa dia ngambek karena semalam aku nggak angkat telfonnya? Tapi nggak mungkin juga sih dia ngambek, emangnya Grizz yang suka ngambekan" gumam Grizz yang akhirnya menyalahkan dirinya sendiri.


Bahkan kini Grizz bergulingan diatas kasur ke kanan dan kiri sampai dirinya kelelahan sendiri. Setelah merasa bosan dan lelah, ia segera saja bangkit dari posisinya kemudian berjalan menuju balkon kamarnya. Ia membuka pintu balkon itu yang ternyata langsung berhadapan dengan halaman samping rumah yang ada banyak sekali hewan peliharaan Josh.


"Wah... Cicaknya ada banyak" teriak Grizz kegirangan.


Pasalnya saat melihat dari arah balkon seperti ini buaya yang kemarin ia lihat sekilas ada dua ekor saja ternyata ada banyak. Bahkan Grizz kini berulang kali menghitungnya karena begitu penasaran dengan jumlah cicak yang dimiliki oleh Josh.

__ADS_1


"5... 6... 7... 8... 10... 15..." hitung Grizz sambil tangannya menunjuk kearah kandang buaya.


"15 cicak dengan kandang yang besar sekali" lanjutnya begitu kagum.


Mata Grizz bahkan kini berbinar cerah saat melihat semua itu. Ia begitu takjub melihat banyaknya buaya dan kandang yang sangat luas itu. Ternyata di balkon ini ia bisa melihat dengan jelas semua hewan yang dimiliki oleh Josh. Kalau begini caranya, mungkin ia takkan kebosanan karena ada banyak hewan yang bisa ia lihat.


"Disini kan ada kak Nicho, berarti Grizz bisa dong kalau dekat-dekat dengan si cicak besar itu. Kan ada yang ngawasin" ucap Grizz begitu bahagia.


Bahkan kini Grizz langsung saja pergi berlalu dari balkon kamar. Setelah mengunci pintunya dengan rapat, segera saja Grizz berlari mencari keberadaan kak Nicho. Grizz begitu semangat hingga berlarian di tangga membuat semua maid yang melihatnya membulatkan matanya.


"Nona... Jangan lari-larian di tangga" seru beberapa maid yang melihat kejadian itu.


Seruan itu tentunya mengalihkan perhatian dari tiga orang laki-laki yang sedari tadi sibuk menatap laptopnya di ruang keluarga. Ketiganya memekik tertahan melihat Grizz masih dengan santainya berlari di tangga tanpa menghiraukan seruan dari para maid.


Happpp...


Pada dua tangga terakhir, Grizz melompat membuat ketiga laki-laki yang notabene sahabat Alex itu langsung saja memelototkan matanya. Bahkan para maid sudah ketakutan dan khawatir dengan keselamatan Grizz. Nicho, Josh, dan Nando langsung meletakkan laptopnya kemudian berjalan mendekat kearah Grizz yang kini menyengirkan bibirnya lucu.

__ADS_1


Semua menghela nafasnya lega saat Grizz ternyata selamat bahkan tak ada yang lecet sedikit pun. Dengan tanpa rasa bersalahnya, Grizz langsung menarik tangan Nicho menuju ke halaman belakang rumah. Ketiga sahabat Alex yang tadinya ingin mengomeli Grizz langsung tertunda karena gadis itu berlari sambil menarik Nicho.


__ADS_2