
Ceklek...
Dokter keluar dari ruang IGD dengan dahi yang berkeringat. Terlebih kini di hadapannya sudah ada orang-orang penting yang berkuasa. Dirinya sungguh tak menyangka kalau harus menangani pasien yang merupakan istri dari seorang Raja Bisnis.
Bahkan saat tadi untuk pertama kalinya melihat pasien secara langsung pun langsung tersentak kaget. Pasalnya selama ini dia hanya tahu wajah dari pasiennya ini dari berita TV. Ada ketakutan sendiri saat ia harus memeriksa pasien ini, namun rasa kemanusiaan lebih mendominasi daripada rasa takutnya.
"Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Alex dengan nada datarnya.
Walaupun bernada datar, namun terlihat sekali dalam pancaran matanya kalau Alex tengah khawatir. Bahkan anak buah Alex juga langsung menatap dokter itu seakan meminta penjelasan.
"Keadaan nona bisa dikatakan kurang baik, tuan. Ada luka memar dan lecet di kakinya akibat kejatuhan benda yang lumayan keras. Untuk pendarahan pada kandungannya, sudah berhasil dihentikan oleh dokter kandungan dan tim medis. Untuk bagaimana kondisi kandungannya saat ini, nanti Dokter Abina yang akan menjelaskannya. Beliau sedang membersihkan beberapa peralatan yang ada di dalam ruangan" ucap dokter itu menjelaskan.
Sontak saja mereka yang mendengar hal itu tak bisa lagi berkata-kata. Alex dan ketiga sahabatnya yang memang tak tahu dengan adanya pendarahan pada Grizz itu langsung menampilkan raut khawatirnya. Sungguh mereka tak lagi bisa mengungkapkan perasaan yang tengah dirasakannya.
Dokter itu segera pamit berlalu, meninggalkan penunggu pasien yang tampak begitu kalut. Tak bisa lagi ketenangan dirasakan oleh Alex apalagi ini menyangkut calon anaknya. Nicho yang biasanya bisa mencairkan suasana pun tak bisa lagi mengeluarkan satu patah katapun.
"Tuan Alex..." panggil Dokter Abina dengan sedikit menundukkan kepalanya setelah keluar dari ruang IGD.
"Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Alex tanpa basa-basi.
"Kandungannya begitu lemah, tuan. Namun untuk kali ini, janin yang ada didalam kandungan Grizz masih bisa diselamatkan. Tolong lebih dijaga lagi, agar pasien tidak terjatuh dalam keadaan posisi duduk. Jangan sampai terkena pukulan apapun juga di perutnya" ucap Dokter Abina memberitahu.
__ADS_1
Mendengar apa yang diucapkan oleh Dokter Abina membuat Alex dan yang lainnya sedikit lega. Walaupun sebenarnya keadaan Grizz masih cukup mengkhawatirkan namun setidaknya calon bayi mereka selamat.
"Apa perlu kalau istri saya bedrest total agar kandungannya dan sang calon ibu sehat?" tanya Alex yang seakan ingin terbaik untuk istrinya itu.
"Iya, tuan. Memang sebaiknya Nona Grizz istirahat total. Paling tidak sampai kandungannya kuat terlebih dahulu" ucap Dokter Abina.
Alex hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Apapun itu yang terbaik untuk istrinya akan ia lakukan. Walaupun ia harus memaksa istrinya itu agar istirahat total di rumah. Ada rasa tak tega pada istrinya, namun ini semua untuk kebaikan Grizz dan calon anaknya.
Setelah dokter Abina pamit dan meminta para suster memindahkan Grizz ke ruang rawat inap, Alex meminta anak buahnya untuk menyebar. Bahkan ia tak ingin kalau selain keluarganya yang menjenguk Grizz. Ia takkan membiarkan siapapun datang kalau hanya untuk membuat kondisi Grizz drop.
"Selain keluarga, jangan biarkan ada siapapun yang masuk kecuali atas ijinku. Oh jangan lupa, untuk keluarga pelaku yang mungkin sebentar lagi akan jadi penjilat" ucap Alex memperingatkan semuanya.
Mereka semua menganggukkan kepalanya mengerti kemudian melaksanakan tugasnya masing-masing. Sedangkan Alex dan ketiga sahabatnya segera mengikuti brankar Grizz yang didorong oleh beberapa perawat.
"Terimakasih. Saya meminta untuk daftar nama perawat khusus yang menjaga istriku. Saya takkan pernah mau kalau sampai ada perawat palsu masuk ke kamar istriku" ucap Alex.
"Baik, tuan. Setelah ini kami akan memberikan daftar perawat khusus yang menjaga istri tuan" ucap salah satu perawat yang ada di sana.
Semua perawat keluar setelah memastikan kalau pasiennya telah aman dan nyaman. Alex dan ketiga sahabatnya duduk di kursi sofa yang ada di ruangan itu sambil terus berpikir solusi yang terbaik untuk semuanya.
"Apa yang akan kita lakukan untuk membalas pelaku yang melukai Grizz?" tanya Nando menatap ketiga sahabatnya.
__ADS_1
"Mungkin..."
Brakkk...
Jawaban dari Nicho pun terpotong oleh suara dorongan pintu ruang rawat inap dengan begitu kerasnya. Sontak saja keempatnya langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu ruangan Grizz. Keempatnya langsung berdiri saat melihat adanya Bibi Yun, Dara, dan Tuan Grey di sana.
Pasti Paman Gilbert sudah memberitahu Tuan Grey mengenai keadaan Grizz. Mereka tentunya langsung menuju ke rumah sakit untuk menemui Grizz. Terlihat sekali kalau ketiganya begitu khawatir dan berjalan mendekat kearah brankar yang ditempati oleh Grizz.
"Pantas saja tadi fakultas jurusannya Grizz langsung diliburkan dua hari. Ternyata untuk menyelidiki ini. Ah jangan lupakan kalau anak buah Tuan Alex tadi langsung mengamankan lokasi agar tak ada yang mendekat" ucap Dara yang langsung mengelus punggung tangan sahabatnya.
"Apa pelakunya sudah ditangkap?" tanya Tuan Grey tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah adiknya yang pucat.
"Belum. Tapi anak buahku sudah mengawasinya dari jauh agar tak kabur. Aku sudah mencari tahu mengenai ketiga pelaku yang menyerang Grizz itu. Lihat saja besok, pasti dia dan keluarganya akan mengeluarkan dramanya agar dimaafkan. Atau kalau tidak, mereka akan menyogok kita dengan uang seperti yang sebelum-sebelumnya" ucap Alex.
Semua informasi mengenai kasus ketiga gadis itu yang suka menyogok korban bullyannya yang ingin membawa masalah dalam hukum, sudah Alex ketahui. Namun Alex takkan pernah melepaskan pelaku yang melukai istrinya itu dengan mudah. Sebelum nantinya di penjara, Alex akan membuat mereka dalam masalah terus-terusan.
"Jangan biarkan mereka dengan mudah masuk penjara. Sebelum itu, buat mereka depresi dan hidup dalam ketakutan" ucap Tuan Grey sambil menampilkan senyum yang mengerikan.
Alex dan Tuan Grey terkekeh pelan membuat suasana di ruangan itu sedikit tegang. Sedangkan Dara, Bibi Yun, dan ketiga sahabat Alex merasakan kalau akan terjadi sesuatu yang menegangkan nantinya.
"Apa akan lebih baik jika Grizz cuti kuliah dulu, Lex?" ucap Bibi Yun mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Dia takkan mau kalau berhenti kuliah, bu. Biarlah dia kuliah tapi online. Nanti biar Alex yang mengurus semuanya. Alex juga akan memindahkan kamar ke lantai bawah" jawab Alex.
Suasana yang tadinya tegang itu seketika mencair. Bahkan meteka sudah berbincang biasa dan santai sambil menunggu kesadaran Grizz. Tuan Grey yang sedikit terpukul dengan adiknya yang terluka saat ini.