Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Keramaian


__ADS_3

Semua awak media dan wali siswa sudah berkumpul didepan halaman kantor kepolisian. Para awak media begitu penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi walaupun pada malam itu mereka sudah mendengar sedikit kesaksian dari Grizz. Tentunya mereka memburu apa motif dari Grizz membuka semua kedok sekolah ini disaat dirinya sudah tak bersekolah disana.


Tak berapa lama beberapa anak buah Alex turun dari mobil kemudian mengamankan lokasi pertanda bahwa Alex akan segera tiba. Mobil mereka diparkirkan lumayan jauh dari lokasi agar bisa dengan cepat mengamankan keadaan. Beberapa pihak berwajib juga turut mengamankan kedatangan sebuah mobil yang diyakini ada Grizz dan Alex didalamnya.


Beberapa awak media dan wali siswa mencoba untuk maju mendekat dengan dorong-dorongan. Hal ini membuat pihak kepolisian sedikit kuwalahan. Mereka tak mengira jika kasus ini sampai mendapatkan sorotan dari banyak orang. Beruntung anak buah Alex dengan sigap membuat pembatas yang yang sangat sulit ditembus semua orang disana.


"Ayo semuanya turun" ajak Josh yang langsung keluar.


Josh langsung mengamankan Isabella, Nicho langsung menggandeng Ibu Bella, sedangkan Vano bersama dengan ayahnya dilindungi oleh Nando. Alex langsung merangkul bahu Grizz yang wajah gadis itu disembunyikan pada dada bidang suaminya.


Tuan Alex, sedikit saja tanggapannya mengenai kasus ini.


Nona Grizz, apa yang anda tuntut disini?.


Bebaskan anak kami.


Dasar gadis kampungan, main masukin anak saya ke penjara saja.


Terus saja mereka berteriak meminta agar Grizz memberikan informasi hingga menanyakan beberapa tuntutan yang diinginkan. Bahkan beberapa wali siswa menginginkan agar anaknya segera dibebaskan namun dengan menghina Grizz. Awalnya Alex geram dan ingin menghentikan langkahnya, namun Grizz menahannya agar terus berjalan.

__ADS_1


Mereka semua berhasil masuk dalam kantor polisi dengan selamat. Semua menghembuskan nafasnya kecewa karena tak mendapatkan informasi apapun. Bahkan kini pengacara terkenal yang ditunjuk Alex pun hanya tersenyum kemudian mengisyaratkan agar menunggu terlebih dahulu. Para wali siswa hanya bisa meneguk salivanya kasar saat melihat pengacara terkenal yang ditunjuk oleh Alex dalam kasus ini.


***


"Kami akan memanggil satu perwakilan dari siswa dan guru kesini untuk melakukan mediasi" ucap salah satu polisi.


Mendengar hal ini tentunya Alex mendengus kesal. Ia tak ingin ada mediasi karena pembullyan yang mereka lakukan pada Grizz dan Isabella itu sudah di luar batas wajar. Bahkan sampai ada perlakuan tak menyenangkan dari mereka namun tak juga ditindak. Namun pengacara Alex segera meminta polisi melaksanakan tugasnya sedangkan ia mencoba menenangkan clientnya itu.


"Sabar tuan, kita ikuti prosedur dulu. Kita lihat bagaimana tingkah mereka dulu" ucap pengacara itu.


Akhirnya polisi pergi untuk memanggil perwakilan dari mereka semua. Sedangkan yang lainnya masih menunggu di ruang mediasi yang begitu luas itu. Tak ada raut senyum pada bibir Alex dan ketiga sahabatnya. Sedangkan Isabella dan Grizz asyik berbincang dengan Vano sambil menunggu. Kedua orangtua Isabella juga terlihat tegang karena takut kalau masalah ini akan semakin melebar.


Tak berapa lama menunggu, polisi masuk dengan membawa empat orang yang terdiri dari guru dan siswa masing-masing dua perwakilan. Alex tentunya menatap tajam empat orang yang bahkan wajahnya sama sekali tak menunjukkan raut bersalah itu.


"Lah... Masa kita cuma dua orang, situ aja bawa banyak pasukan kok" ucap kepala sekolah itu tak terima.


Memang tadi awalnya polisi hanya akan membawa masing-masing satu perwakilan namun tentunya mereka tak terima. Daripada menimbulkan keributan karena ingin semua ikut akhirnya masing-masing dua perwakilan. Bahkan ada seorang pengacara juga yang datang untuk membantu mereka.


Akhirnya mereka semua duduk disana membuat suasana menjadi hening seketika. Bahkan Grizz yang tadinya sedang bercanda pun langsung terdiam dengan raut wajah datarnya.

__ADS_1


"Baiklah kita mulai mediasi pada pagi hari ini" ucap salah satu polisi yang memimpin mediasi kali ini.


"Silahkan untuk dari pihak Nona Grizzela Aneth. Bisa jelaskan apa yang terjadi dan inginnya seperti apa" ucap polisi itu memberi waktu.


"Seperti yang saya utarakan diatas panggung malam itu. Saya tak suka ada yang mengganggu atau memanfaatkan kehidupan saya yang sekarang padahal dulunya mereka merendahkan saya. Mengenai apa yang sebenarnya terjadi tentunya saya diundang ke acara malam itu karena ada sesuatu. Benar kan, ibu kepala sekolah?" ucap Grizz sambil tersenyum sinis.


Tentunya mereka tak menyangka kalau Grizz bisa mengucapkan kalimat yang begitu tenang seperti ini. Bahkan Grizz sengaja menyindir kepala sekolah yang mengundangnya dengan penuh maksud dan tujuan tertentu.


"Tidak. Saya mengundang Grizz karena menghargai dia sebagai salah satu murid beasiswa di sekolah tentunya" ucap kepala sekolah itu dengan sengaja seperti mengajak perang.


"Lalu apa ini?" tanya Grizz pura-pura tak tahu.


Grizz meletakkan sebuah ponsel diatas meja kemudian terdengar percakapan antara kepala sekolah dengan beberapa guru. Mereka sengaja mengundang Grizz dan Alex agar sekolah dapat bantuan dana untuk digunakan liburan bersama semua alumni. Sungguh tujuan yang sangat mulia bukan? Untuk liburan menginginkan Alex yang membiayai semuanya.


Tentunya kepala sekolah dan guru itu terkejut dengan adanya rekaman suara saat mereka mengadakan pertemuan itu. Mereka hanya bisa bungkam membuat Grizz hanya terkekeh pelan. Tak menyangka jika Grizz bisa menemukan bukti tentang tujuan sebenarnya dari ia diundang ini.


Polisi tersebut menganggukkan kepalanya sudah paham dengan apa yang sebenarnya terjadi disini. Grizz pun langsung saja menyerahkan beberapa bukti tambahan mengenai foto saat dirinya dan Isabella dibully. Bahkan foto itu ada di ponsel salah satu siswa yang membullynya. Luis dan Felix meretas semua ponsel siswa yang terlibat sehingga menemukan bukti tambahan.


"Gimana kalau anak bapak polisi ini diperlakukan seperti ini? Tentunya takkan terima bukan. Apalagi setelah kejadian itu saya hampir saja depresi dan sering ketakutan karena rasa sakit yang saya terima terus-terusan. Saat di sekolah baru pun saya harus diawasi oleh bodyguard karena khawatirnya saya histeris melihat kekerasan dan siswa lain" ucap Grizz dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


Semuanya terdiam mendengar segala unek-unek yang dilontarkan oleh Grizz. Bahkan Isabella yang ada disampingnya sudah terisak kala mengingat pembullyan demi pembullyan yang setiap hari mereka rasakan. Kesalnya lagi tak ada yang mau menolong mereka, padahal keduanya juga manusia yang seharusnya tak diperlakukan seperti itu.


"Kami sudah melapor pada guru, tapi apa jawaban mereka? Nanti kita tindak dan evaluasi. Tapi faktanya? Pelakunya nggak dihukum atau apapun itu. Sampai mulut berbusa pun kayanya laporan kami hanya dijadikan angin lalu" lanjutnya sambil geleng-geleng kepala.


__ADS_2