Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Cicak Besar


__ADS_3

"Baik-baik disini. Jangan terlalu banyak melakukan aktifitas yang membuatmu capek. Awas saja kalau sampai aku mendengar kau masih ceroboh dan terlalu lincah" ucap Alex memberi pesan.


Malam ini dia dan ketiga sahabatnya akan ke markas miliknya untuk menginvestigasi bodyguard Alex yang tertangkap telah berkhianat. Kemungkinan besar mereka akan menginap disana malam ini hingga beberapa hari kedepan. Ia harus rela berpisah sementara waktu dengan Grizz sampai semua telah yakin bahwa situasi sudah aman. Ia juga tak bisa kesini terlalu sering yang nantinya malah membuat pelaku sesungguhnya curiga.


"Kak Alex harus sering-sering telfon Grizz. Biar nanti rindunya Grizz nggak bertumpuk-tumpuk seperti gunung" ucap Grizz sambil merentangkan kedua tangganya membentuk sebuah gunung.


"Pasti" ucap Alex yang kemudian mencium kening istrinya begitu lama.


Ketiga sahabat Alex yang melihat keromantisan keduanya itu hanya bisa memalingkan wajahnya. Mereka baru kali ini melihat kebucinan Alex terhadap seorang wanita. Mereka juga begitu iri dengan keberuntungan Alex yang bisa mendapatkan seorang gadis polos seperti Grizz. Diumurnya yang sama dengan Alex, mereka juga menginginkan seorang pendamping hidup namun apalah daya jika kebanyakan wanita yang dekat dengan ketiganya hanya ingin hartanya saja.


"Bye... Bye..." seru Grizz yang kini melihat Alex dan ketiga sahabatnya memasuki mobil milik Alex.


"Langsung masuk..." seru Alex sambil melambaikan tangannya.


Grizz menganggukkan kepalanya kemudian berlari masuk kedalam rumah Josh. Ia juga tak mungkin berlama-lama di luar rumah yang suasananya begitu menyeramkan itu. Setelah Grizz masuk kedalam, mobil yang membawa keempatnya itu segera saja melaju keluar dari halaman rumah.


***


"Dara, kita mau ngapain? Grizz bosan ini lho" seru Grizz sambil menggulingkan badannya diatas karpet didepan ruang keluarga.


Bahkan disana juga ada Erga dan Dara yang sudah begitu heran dengan tingkah Grizz yang terlalu aktif itu. Sedari tadi memang mereka bertiga hanya melihat acara tontonan TV setelah melakukan makan siang bersama. Bahkan Nenek Umi dan Bibi Yun masih lah beristirahat di kamar. Grizz yang tak ingin tidur siang pun langsung mengajak Dara dan Erga ke ruang keluarga.

__ADS_1


Akhirnya setelah cukup lama menonton avara TV di ruang keluarga, Grizz merasa bosan. Bahkan berulangkali gadis itu sudah mengatakan kalau dirinya bosan namun bingung akan melakukan apa untuk mengatasi kebosanannya itu. Setelah berdiam cukup lama, tiba-tiba saja Grizz langsung bangkit dari rebahannya.


"Grizz punya ide. Ayo ikut" ajak Grizz yang kini langsung berdiri mengajak Dara dan Erga.


"Malas ah, mending disini enak. Rebahan" ucap Dara malah membaringkan tubuhnya di sofa ruang keluarga.


Namun Grizz yang sudah berdiri itu langsung menarik tangan Dara dan Erga yang masih asyik rebahan itu. Mau tak mau mereka terbangun dari rebahannya karena menghindari acara tarik menarik dengan Grizz. Grizz menarik tangan keduanya untuk berjalan menuju halaman belakang rumah.


"Kakak, katanya di rumah kak Josh ada cicak besar ya. Mana? Grizz mau lihat" ucap Grizz bertanya kepada salah satu maid yang sedang memberi makan ikan di halaman belakang.


Maid itu langsung berdiri kemudian menundukkan sedikit kepalanya saat tahu teman majikannya sedang bertanya kepadanya. Namun ia kebingungan dengan apa yang dimaksud oleh Grizz itu sehingga memilih terdiam sambil memikirkan jawaban yang tepat. Grizz yang antusias pun langsung menatap maid itu dengan tatapan penasaran.


"Maaf nona, tapi disini tidak ada cicak besar. Kalau cicak ya kecil kaya itu tuh" ucap maid itu sambil menunjuk kearah dinding.


"Ihhhh... Bukan itu. Kata kak Nicho, kak Josh punya cicak besar disini tapi bukan itu" kesal Grizz.


Dara dan Erga yang melihat kekesalan Grizz hanya bisa menahan tawanya sedangkan main menatapnya dengan tatapan bersalahnya. Pasalnya ia memang tak tahu dengan apa yang dimaksud oleh Grizz itu sehingga asal menyimpulkan. Dara memberi kode pada maid itu untuk menghubungi Josh menanyakan tentang cicak besar yang dimaksud. Bisa gawat kalau Grizz ngambek atau kesal pasti semua orang akan didiaminya.


Maid itu menganggukkan kepalanya kemudian menghubungi majikannya. Tak berapa lama, maid itu membisikkan sesuatu kepada Dara membuat mata gadis itu membulat. Ia tak menyangka jika hewan yang dimaksud oleh Nicho itu memang benar adanya cicak besar.


"Ayo nona, saya sudah tahu yang dimaksud cicak besar itu" ucap maid itu membujuk Grizz yang kini tengah melempar-lempar makanan ikan ke kolamnya.

__ADS_1


Mendengar hal itu tentu saja membuat Grizz kembali tersenyum bahkan langsung bangkit dari posisi jongkoknya. Ia segera saja menggandeng tangan maid itu meninggalkan Dara dan Erga yang masih terkejut. Tadi Erga mencuri dengar apa yang dibisikkan oleh maid itu.


"Ini yakin sih. Tuan Nicho dan Grizz itu sama-sama aneh" ucap Dara sambil geleng-geleng kepala.


Erga menganggukkan kepalanya menyetujui apa yang diucapkan oleh Dara. Hewan yang diberikan nama sebuah binatang lainnya itu benar-benar membuat mereka yang mendengarnya hanya bisa pusing harus menebak. Keduanya segera saja menyusul maid dan Grizz yang sudah berjalan lebih dulu dengan perasaan was-was.


***


"Cicaknya tinggal di kolam? Kok ini ada pembatas tembok dan besinya" tanya Grizz yang begitu penasaran.


Bahkan Grizz sama sekali tak bisa melihat bagaimana bentuk dari cicak besar itu karena tingginya pembatas itu. Maid itu segera mengambilkan sebuah injakan berbentuk kursi untuk bisa dinaiki oleh Grizz agar bisa melihat apa yang ada didalam sana. Josh tadi sudah memperingatkan maid itu untuk tak membuka pintu kandang cicak besar yang dimaksud sehingga Grizz hanya bisa melihat dengan cara seperti ini.


"Naik disini, nona" ucap maid itu dengan memegangi injakan itu.


Grizz langsung naik keatas injakan besi itu kemudian melihat kearah dalam kandang itu. Matanya membulat bahkan begitu antusias melihat apa yang ada didalamnya. Bahkan dengan tiba-tiba ia langsung melompat turun membuat maid itu hampir saja kehilangan nafasnya. Ia tak menyangka jika Grizz begitu aktif seperti ini bahkan Dara sudah memelototinya.


"Grizz, jangan melompat" seru Dara memberi peringatan sedangkan sang empu hanya memberikan cengiran lucu.


"Kak, buka pintu kandang ini. Grizz mau lihat lebih dekat" ucap Grizz dengan tatapan permohonan.


"Maaf nona, kami tak diijinkan untuk membuka pintu kandang buaya ini. Apalagi kini kuncinya dibawa oleh tuan Josh" ucap maid itu sedikit berbohong.

__ADS_1


Bahu Grizz langsung meluruh lesu karena mendengar ucapan dari maid itu. Memang benar jika cicak besar yang dimaksud adalah buaya. Bahkan Grizz bukannya merasa takut malah begitu antusias dengan hewan itu.


__ADS_2