Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Geger


__ADS_3

Anak buah Alex langsung menyiapkan diri dengan mengepung dari berbagai sisi rumah dari Neo setelah mengamankan para warga. Hal ini dilakukan jika nanti tiba-tiba saja ada warga yang mendekat, tentunya agar tak timbul korban jiwa. Para warga sudah menghubungi pihak kepolisian namun mereka mengaku telah angkat tangan. Mereka sudah menyerahkan urusan ini kepada Alex.


Sedangkan Neo dan yang lainnya langsung saja berjalan mendekat kearah Alex, Luis, dan ketiga sahabatnya. Pertarungan kali ini akan diwakili oleh 5 orang terlebih dahulu. Sesuai kesepakatan dari awal, lima orang akan maju sedangkan yang lainnya mengawasi area sekitar. Jika ada yang curang dan berusaha membantu lima orang itu, maka dianggap kalah.


"Loe mau main-main siapa, Lex? Kayanya mereka cowok letoy semua deh, sekali tendang dah nyampai tuh diatas genteng" ucap Nicho dengan mengejek.


Alex hanya terkekeh pelan mendengar ucapan bernada sarkas dari Nicho. Terlebih Neo dan anak anggota bawah yang sudah menampilkan wajah songongnya itu membuat mereka malas melihatnya. Bahkan mereka saja di kelompok dunia bawah juga masih anggota yang ecek-ecek. Tentunya kalau melawan mereka yang notabene adalah pemimpin kelompok dunia bawah tentu saja akan kalah.


Awalnya mereka ingin mengajukan anak buahnya saja. Toh anak buah Alex yang dibawa mereka itu kemampuannya sudah berada jauh diatas rata-rata. Namun Neo menolak karena merasa Alex takut melawannya. Akhirnya untuk membuktikan semuanya langsung saja Alex menyetujuinya. Lagi pula, Neo itu hanya berani gertak sambal saja dari dulu.


"Siapa aja gue lawan, apalagi udah nyangkut ke istri. Ini aja 5 lawan 1 juga bakalan gue jabanin" ucap Alex sambil terkekeh.


Neo dan rekannya tentu merasa direndahkan oleh Alex. Padahal mereka berasal dari dunia bawah namun malah direndahkan oleh orang biasa yang bahkan semuanya saja tak kenal seluk beluknya. Namun Alex kini maju terlebih dahulu untuk mengetahui bagaimana lawannya kini.


"Ayo..." ajak Alex seperti sedang mengajak orang bermain.


"Woy... Lex, loe mau ngajak main tali apa gimana? Ngajak berantem kok santai kaya gitu" ucap Nando sambil geleng-geleng kepala.


"Habisnya ini orang kok malah pada diam nggak ada yang maju. Apa mau keroyokan lawan kaya gue?" tanya Alex kesal.


Memang benar adanya kalau Neo dan empat rekannya yang lain hanya diam seperti belum menentukan siapa yang akan maju duluan. Hal ini membuat Alex kesal karena sudah menunggu lama sedari tadi. Akhirnya Neo maju ke depan untuk melawan Alex setelah mendengar sindiran itu. Tentunya Alex hanya tersenyum tipis melihat lawannya yang hanya Neo saja.

__ADS_1


Alex langsung memasang kuda-kuda sedangkan Neo yang melihat sikap siap yang ditunjukkan oleh lawannya itu terlihat menegang. Neo pikir kalau Alex tak bisa berantem atau bela diri karena selama ini selalu mengandalkan Luis dan bodyguradnya. Namun melihat awalan dari sikap kuda-kuda yang Alex tunjukkan itu tentu Neo bisa menilai kalau laki-laki didepannya ini bukan orang sembarangan.


Dugh...


Tanpa aba-aba, Alex langsung langsung melayangkan tendangan kearah kaki Neo. Lagi pula Alex sudah kesal karena kini Neo itu malah terdiam dan melamun. Padahal didepannya sudah ada lawan yang siap menghajarnya namun Neo malah seperti orang linglung. Ini kalau dalam pertarungan sesungguhnya, Alex yakin kalau Neo akan langsung babak belur.


Arrghhh....


"Buruan ayo. Saya nggak ada waktu meladeni orang yang bisanya melamun seperti ini. Kalau memang mau lomba melamun, sana sama teman-temanmu itu" sentak Alex tanpa mempedulikan erangan kesakitan dari Neo.


"Curang... Kenapa kau pukul duluan?" seru Neo sambil mengelus kakinya yang sakit.


Rekan-rekan Neo begitu terkejut mendengar ucapan dari Alex. Pasalnya mereka mengira kalau Alex tak mengetahui mengenai rekan Neo yang berada dalam dunia bawah. Kalau Alex tahu tentang identitas mereka, sudah pasti hidup mereka akan terancam. Apalagi di dunia bawah itu kalau identitasnya diketahui, kehidupan biasa pun takkan bisa dijalani.


Bugh... Bugh... Dugh... Plakk...


Dugh... Bugh....


Alex terus memulai untuk menghajar Neo tanpa ampun walaupun beberapa rekannya ingin sekali membantu. Bahkan tiba-tiba saja empat rekan Neo yang lain langsung saja membantu Neo dengan menghajar Alex karena khawatir kalau sampai laki-laki itu membocorkan identiitas mereka. Luis, Nando, Josh, dan Nicho yang ingin maju membantu Alex diberi kode oleh laki-laki itu tak ikut membantu.


Akhirnya keempatnya hanya bisa melihat pertempuran yang membuat geger warga sekitar itu sambil duduk diatas mobil. Mereka juga harus mengawasi rekan Neo yang lain agar tak ikut campur pasalnya kalau melawan semuanya tentu Alex takkan bisa.

__ADS_1


"Beraninya keroyokan..." seru Alex yang langsung kembali menendang empat orang rekan Neo yang masih berdiri tegak.


Bugh... Bugh... Bugh...


Arrghhh...


Ampun...


Alex pun tanpa ampun langsung saja menginjak dan menendang tangan hingga kaki lawannya. Bahkan Alex seperti sudah dirasuki jiwa iblis sehingga tak lagi bisa mengendalikan emosi juga kekuatannya. Melihat kelima lawan didepannya sudah tergeletak di tanah, Alex langsung menghentikan perlawanannya. Bahkan wajah dan anggota tubuh Alex tak ada satupun yang terluka. Hanya kotor oleh tanah saja itu pun dibagian bajunya.


"Siapa lagi sini yang mau kaya mereka?" tanya Alex sambil memandang semua rekan Neo yang sudah meneguk ludahnya.


Tentunya nanti bukan hanya Alex yang akan menyerang mereka, namun juga anak buahnya yang lain. Dari postur badan anak buah Alex saja sudah kelihatan kalau mereka bukan orang biasa. Namun mereka melihat kelima rekannya yang sudah babak belur pun merasa tak tega. Akhirnya mereka berdiskusi kemudian maju bersama-sama untuk mengerubungi Alex.


"Kau mampu mengalahkan lima orang itu. Tapi lawan kami yang banyak ini? Kira-kira langsung ke tanah kuburan atau koma di rumah sakit?" ucap salah satu rekan Neo sambil tertawa.


Alex masih bersikap santai menghadapi semua orang yang kini melingkarinya. Bahkan kini yang ada ditengah-tengah lingkaran itu hanya ada dirinya dan kelima orang yang sudah berhasil ia kalahkan. Alex menatap sinis puluhan orang yang menatapnya remeh itu.


"Serang..." komando salah satu dari mereka.


Semua mengerubungi Alex hingga laki-laki itu tak kelihatan wujudnya sama sekali. Namun keempat sahabat Alex langsung saja ikut membantu berikut dengan anak buahnya. Dari belakang, mereka menyerang orang-orang yang mengerubungi Alex hingga perkelahian hebat itu akhirnya terjadi juga. Bahkan hampir tiap orang anak buah Alex langsung melawan dua sekaligus.

__ADS_1


__ADS_2