
Seharian ini Grizz hanya tertidur diatas kasurnya, bahkan untuk makan pun harus disuapi oleh Bibi Yun. Bibi Yun juga mengelap anggota tubuh gadis polos itu karena tak ingin Grizz merasa gerah atau lengket karena tak mandi. Melihat Grizz dengan wajah pucatnya dan hanya diam saja membuat Bibi Yun merasa sedih, walaupun demamnya sudah turun.
"Cepat sembuh anak baik" ucap Bibi Yun sambil menyuapi Grizz makan malam.
"Hidungnya gatal... Ini buntu sebelah..." ucap Grizz lirih sambil memainkan hidungnya.
Banyak tisue bertebaran di sebelahnya karena Grizz merasa bingung dengan hidungnya yang terus mengeluarkan ingus. Sedangkan Bibi Yun hanya bisa terus memijit kepala gadis itu karena Grizz masih merasa pusing sesekali setelah menyuapkan makanan.
"Besok nggak boleh mainan air lagi. Kalau sampai main air, ibu akan rantai kaki kamu di kamar" ancam Bibi Yun.
"Huhu... Ibu kejam" ucap Grizz dengan suara seraknya.
"Biarin... Salahnya siapa kalau dibilangin suka ngeyel" ucap Bibi Yun acuh tak acuh.
Grizz hanya terdiam dengan terus membolak-balikkan badannya karena salah satu hidungnya mampet. Bibi Yun dengan telaten terus menyuapi Grizz makanan dan obat agar gadis itu segeralah sembuh. Setelah minum obat, Grizz langsung tertidur sedangkan Bibi Yun keluar dari kamar gadis itu.
***
"Apakah gadis itu sudah tidur, bu?" tanya Alex tiba-tiba.
Bibi Yun yang sedang merapikan beberapa gelas dan piring yang habis dicucinya itu pun terkejut dengan ucapan tiba-tiba yang berada dibelakang tubuhnya. Semua maid memang sudah beristirahat di sebuah pavilliun belakang khusus sedangkan Bibi Yun yang tinggal didalam mansion utama masih membereskan sisa piring bekas makan malam Grizz.
__ADS_1
"Sudah, nak. Sebaiknya sekarang kamu juga istirahat, besok pasti harus bekerja lebih keras karena tadi sempat terganggu dengan kondisi Grizz" ucap Bibi Yun penuh keibuan.
Tanpa menjawab ucapan dari Bibi Yun, Grizz segera saja memeluk Bibi Yun dengan eratnya. Wanita paruh baya yang memberikannya kasih sayang tulus menggantikan sosok orangtua yang sudah pergi meninggalkannya. Sosok yang rela bekerja keras agar dirinya dan Luis saat itu tak kelaparan hingga ia bisa sesukses ini.
Walaupun Bibi Yun tak tahu tentang pekerjaan sampingannya sebagai seorang mafia dan menjalankan bisnis ilegal, namun wanita paruh baya itu tak pernah mau mengusik tentang kehidupannya. Dia selalu memberikan Alex kepercayaan untuk melakukan apapun asalkan itu benar.
Saat Alex pulang membawa Grizz pun Bibi Yun tak banyak bertanya, beliau selalu menunggu anaknya itu terbuka kepadanya. Ia tak mau dengan sikap kepo atau terlalu penasarannya membuat Alex tak nyaman. Alex dan Luis punya kehidupannya masing-masing yang tak harus berkutat tentangnya membuat ia membebaskan kedua anak itu untuk memilih jalan hidupnya.
"Uhhh... Manjanya anak ibu satu ini" ucap Bibi Yun sambil terkekeh geli.
Bibi Yun mengeratkan pelukannya pada Alex kemudian menggoyang-goyangkannya ke kanan dan kiri. Ia sangat sayang dengan Alex dan Luis yang merupakan penyelamat dalam hidupnya.
"Mumpung nggak ada Luis jadi Alex bisa manja-manjaan sama ibu. Alex sayang sama ibu, jangan tinggalkan kami ya" ucap Alex.
Keduanya saling memeluk dengan erat sangat lama, seakan meresapi kebersamaan yang mungkin sebentar lagi akan hilang karena gangguan. Namun dalam waktu singkat itu keduanya begitu menyalurkan kehangatan seorang anak dan ibu yang begitu saling menyayangi.
***
Sudah dua hari Grizz tak berangkat sekolah karena sakit. Ternyata Grizz mempunyai imun yang lemah sehingga akan mudah sakit jika badannya tak dijaga dengan benar. Bahkan makanannya harus bergizi dan tak boleh telat. Hal seperti ini memang sudah bukan rahasia lagi namun Grizz sering mengabaikannya sejak dulu karena kondisi ekonominya.
"Ibu, hari ini aku udah bisa sekolah lagi" seru Grizz yang berlari turun dari arah tangga atas.
__ADS_1
Hari ini merupakan hari pertama Grizz berangkat sekolah. Ia begitu bersemangat sampai berlari dari atas tangga untuk menemui Bibi Yun. Akhirnya setelah terkurung selama beberapa hari karena sakit, dirinya bisa bebas keluar rumah dan beraktifitas di sekolah. Ia sungguh sangat rindu bangku sekolahnya dan juga Dara.
"Grizz jangan lari-lari" peringat Bibi Yun yang melihat gadis itu dengan senyum cerianya berlarian di tangga.
Grizz tak peduli dengan peringatan Bibi Yun dan terus saja berlari di tangga dengan senyum cerianya. Namun tiba-tiba saja saat berada di undakan yang terakhir, kakinya sedikit tak seimbang membuatnya hampir saja terjatuh jika saja seseorang tak menahannya.
"Ceroboh..." kesal seseorang yang tak lain adalah Alex sambil menyentil hidung mungil Grizz.
Grizz yang masih memejamkan matanya pun langsung membukanya kemudian melihat kearah seseorang yang menolongnya. Grizz begitu terpaku melihat wajah Alex yang berada tepat pada wajahnya. Grizz begitu tertegun melihat wajah Alex yang begitu tampan dengan hidung mancung dan tatapan mata tajamnya walaupun ada kekurangan pada sebagian pipinya.
"Hidung Grizz jangan disentil gitu nanti tambah besar" ucap Grizz setelah tersadar dari keterkejutannya.
Bahkan kini Grizz langsung menjauh dari Alex karena berpikir kalau ini adalah perbuatan yang lancang. Sedangkan Alex hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Grizz yang begitu cepat berubah itu. Keduanya pun akhirnya menuju kearah ruang makan diikuti oleh Bibi Yun yang begitu gemas melihat tingkah sepasang manusia itu.
"Lain kali jangan lari-larian di tangga, nanti jatuh" ucap Bibi Yun yang begitu kesal dengan kelakuan aktif Grizz.
Tentunya Grizz hanya mengangguk-anggukkan kepalanya kemudian mereka sarapan bersama. Luis yang sedang tak berada di mansion karena ada urusan pekerjaan di luar kota. Tak berapa lama, sarapan telah usai kemudian Grizz segera saja mengikuti Alex yang akan mengantarnya ke sekolah.
"Ini uang jajan buat kamu" ucap Bibi Yun sambil menyerahkan tiga lembar uang seratus ribuan.
"Uang Grizz masih banyak, ibu. Kemarin cuma buat beli es aja 10 ribu" ucap Grizz menolak pemberian dari Bibi Yun dan menjelaskan tentang uangnya ia gunakan untuk apa saja.
__ADS_1
"Bawa saja" paksa Bibi Yun yang langsung meraih telapak tangan Grizz kemudian meletakkan uangnya disana.
Grizz pun hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengucapkan terimakasih pada Bibi Yun. Ia mencium tangan dan pipi Bibi Yun sebelum pergi ke sekolah begitu pula dengan Alex yang melakukan hal sama. Keduanya masuk ke dalam mobil kemudian melambaikan tangannya kepada Bibi Yun yang masih setia berdiri didepan pintu utama mansion. Kali ini Alex lah yang mengemudikan mobilnya dengan Grizz yang duduk disampingnya.