
"Sial... Sial... Sial... Kenapa sih tuh anak dipanggil-panggil nggak nyahut. Padahal jelas banget lho tadi malam itu dia sempat melirikku sekilas" kesal seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Niken.
Semalam saat kejadian di sekolah itu memang Niken yang memanggil Grizz yang tengah berjalan bersama Alex dan Isabella. Tentunya Niken tahu Grizz berada disana karena mendengar omongan tetangga yang mengabarkan adanya Alex juga disana. Niken segera saja pergi ke sekolah itu berharap agar bisa menemui Grizz lalu mendapatkan uang dengan mudah.
Sedangkan Neo dan Harto yang juga tahu adanya Grizz juga ikut kesana namun hanya melihatnya dari jauh. Mereka tak ingin membuat kerusuhan terlebih ada anak buah Alex yang membawa banyak senjata lengkap. Keduanya tak mau menjadi penghuni penjara jika masih mengganggu ketenangan mereka.
"Itu tandanya ibu nggak beruntung. Lagi pula banyak orang seperti itu tentunya bisa habis ibu kalau dikeroyok. Bisa-bisanya ibu malah merangsek kesana. Apa ibu tidak lihat orang yang menjaga Grizz itu sedang membawa senjata?" ketus Neo geleng-geleng kepala melihat tingkah ibunya semalam.
"Ibu lebih mikirin perut daripada yang lainnya" ketus Niken menimpali apa yang dikatakan oleh anaknya itu.
Neo tak habis pikir dengan pikiran ibunya itu yang sama sekali tak memikirkan nyawa. Walaupun urusan perut penting namun pada faktanya adalah berpikir logis dan keselamatan nyawa itu yang utama. Neo pun membiarkan ibunya itu terus menggerutu hingga berjalan mondar-mandir didepan TV.
Tayangan TV itu terlihat kalau sedang menyiarkan demo yang ada didepan perusahaan Alex. Saat mendengar suara Luis mengumumkan mengenai kehadiran Grizz yang akan datang ke kantor polisi untuk pemeriksaan mengenai kejadian semalam. Setelah itu tiba-tiba saja Niken menemukan ide cemerlang yang melintas dalam otak cantiknya itu.
"Neo, besok ibu akan datang ke kantor polis" ucap Niken tiba-tiba.
"Buat apa?" tanya Neo tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponsel yang dipegangnya.
"Grizz besok disana. Ibu akan buat dia malu kalau sampai tak memberiku uang" ucap Niken dengan penuh percaya dirinya.
__ADS_1
Neo hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar rencana yang dilontarkan oleh ibunya itu. Ibunya akan ke kantor polisi yang tentunya dijaga ketat oleh pihak berwajib dan anak buah Alex yang sangat banyak itu. Tak bisa sembarang orang bisa mendekat, yang ada justru ibunya yang langsung akan dipermalukan disana.
"Jangan sampai nanti ibu langsung dimasukkan mereka ke penjara karena berulah seperti ini" ketus Neo yang sudah kesal dengan tingkah Niken.
"Yang penting itu pikirkan duit dulu buat isi perut. Urusan di penjara atau enggak, urusan belakangan. Lagi pula Grizz itu harusnya memang membiayai semua kebutuhan ayah kandungnya" seru Niken yang masih menyalahkan Grizz.
Neo hanya bisa geleng-geleng kepala dan tak mau berurusan lagi dengan ulah yang akan dilakukan oleh ibunya itu. Dirinya tak mau di penjara atau dihabisi disana, yang ada nanti malah menyusahkan dirinya sendiri. Lagi pula selama ini Harto masih bisa memenuhi kebutuhan makannya walaupun hanya sederhana.
Masih beruntung Grizz tak membawa kejadian yang selama ini ia alami itu ke kantor polisi. Bahkan Alex juga tak memberikan pelajaran atau hukuman pada keluarga Grizz padahal gadis itu sudah diperlakukan layaknya hewan.
"Terserah ibu saja lah. Neo cuma mau hidup nyaman tanpa ada tekanan atau masalah berat apalagi berurusan dengan Alex" ucap Neo acuh yang kemudian masuk dalam kamarnya.
***
"Besok anda harus datang ke kantor polisi sebagai saksi juga nona Grizz dan temannya itu" ucap Luis saat menyampaikan agenda esok hari yang harus dihadirinya.
Alex menganggukkan kepalanya mengerti. Mau tak mau dirinya memang harus ke kantor polisi agar masalah ini segera selesai karena dia ada dalam kejadian malam kemarin. Apalagi semua bukti juga berasal darinya dan ia juga sebagai pelapornya agar nama baik Grizz tetap terjaga.
"Istirahat lah Luis. Saya tahu kamu lelah karena semalam tak tidur, aku yang akan mengurus semua kerjaan ini" ucap Alex tanpa melihat kearah asistennya itu.
__ADS_1
Luis menganggukkan kepalanya tak percaya mendengar apa yang diucapkan oleh Alex itu. Pasalnya selama ini Alex terus memforsir tenaganya itu saat pekerjaan sedang banyaknya seperti ini. Maka saat Alex menyuruhnya istirahat tentunya ia sangat terkejut.
Luis dengan segera berlari keluar ruangan Alex sebelum nantinya atasannya itu berubah pikiran. Setidaknya untuk hari ini otaknya beristirahat terlebih dahulu dari semua permasalahan. Sedangkan Alex hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah asistennya itu.
Alex segera melanjutkan memeriksa semua berkas yang ada didepannya terutama masalah keuangan perusahaan. Setelah dikeluarkannya karyawan divisi keuangan waktu itu tentunya membuat Alex harus lebih teliti lagi dalam melihat semua laporan.
***
"Bos, penjagaan untuk besok sudah siap. Bahkan pihak kepolisian bersedia memberikan tempat serta waktu agar terjadi mediasi. Mereka ingin nantinya ada mediasi antara nona Grizz dengan siswa atau guru-guru di sekolahnya dulu" lapor Felix yang kini ada di ruangan Alex.
Sementara Luis istirahat, Felix lah yang akan menggantikan tugas di lapangan. Apalagi kalau bukan masalah yang kemarin malam itu. Alex memang meminta Felix untuk memperketat penjagaan disana terutama pada pihak yang berwajib. Ia tak ingin ada konspirasi antara pihak yang berwajib dengan wali siswa.
"Mediasi? Sepertinya mereka sangat ketakutan jika anak-anaknya sampai di penjara. Bahkan untuk melihat wajah mereka saja aku malas apalagi harus berdiskusi" ucap Alex sambil geleng-geleng kepala.
"Sepertinya mereka yang meminta pihak kepolisian agar diadakan mediasi ini. Terlebih bukti yang tuan serahkan sangat kuat terutama CCTV yang ada di ruang kepala sekolah dan gudang belakang" ucap Felix membuat Alex menganggukkan kepalanya mengerti.
Alex takkan pernah membiarkan mereka keluar dari penjara dengan mudahnya. Paling tidak mereka harus merasakan kesakitan dibully terlebih dahulu sebelum keluar dari sana. Lagi pula seseorang yang membully itu pastinya mempunyai mental pengecut menurut Alex.
Merema beraninya keroyokan kalau pun sendiri pasti yang laki-laki dan di tempat tersembunyi. Hal yang paling dibencinya adalah adanya pelecehan yang dilakukan salah satu murid disana. Hal ini tentunya akan menjadi PR bagi Isabella dan Grizz nanti untuk menentukan hukuman juga tuntutan apa yang cocok.
__ADS_1
"Baiklah... Aku akan siapkan Grizz agar mentalnya tak jatuh lagi esok. Kabari itu teman Grizz agar bersiap esok. Kita jemput kesana" ucap Alex membuat Felix segera keluar dari ruangan atasannya itu.