Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Terkejut


__ADS_3

"Kamu mengandung anak kembar?" tanya Tuan Grey dengan tatapan tak percayanya


"Iya dong. Napa nggak suka? Pasti kakak pikir kalau anak Grizz ada dua nanti harus mengeluarkan biaya yang besar kan? Apalagi hadiahnya harus dua, kalau mobil berarti belinya double" ucap Grizz dengan tuduhan-tuduhannya.


Tuan Grey tak menyangka kalau Grizz semenjak hamil itu ternyata ucapannya pedas seperti ini. Pantas saja kini lex lebih baik diam dibandingkan berbicara dengan Grizz. Pasti akan selalu salah di mata Grizz nantinya kalau mengucapkan sesuatu yang tak sesuai dengan keinginan ibu hamil itu.


"Tenang saja, nona. Tuan Grey mah bisa membelikan keponakannya berapapun itu, walaupun harus double. Itu hal mudah dan kecil bagi Tuan Grey" ucap David yang langsung membela atasannya itu.


"Jangan sombong, Kak David. Nanti kalau ditegur sama Tuhan dan diambil semuanya, Grizz syukurin lho" ucap Grizz yang membuat David sepertinya kena mental.


David yang mendengar hal itu tentunya hanya bisa mengelus dadanya sabar. Ia tak menyangka kalau adik dari atasannya itu bisa berubah sedrastis ini karena kehamilannya. Padahal saat bertemu pertama kali, menurut pandangan David kalau Grizz itu orangnya lemah lembut dan sangat polos.


Walaupun tingkahnya membuat susah semua orang, namun masih wajar karena memang dari usianya yang memang sangat labil. Namun untuk saat ia kini tengah hamil, sungguh sifat dan sikapnya berubah seperti seekor serigala yang siap memangsa siapapun ketika salah sedikit saja.


"Sudahi perdebatan ini, bikin pusing saja. Kak Rey minta maaf sama Grizz karena hanya membelikan mobil satu saja. Itu juga karena Kak Rey belum tahu mengenai kamu yang hamil anak kembar. Kalau begitu, itu mobilnya untuk Grizz saja. Buat kedua keponakanku itu, nanti saja kalau mereka sudah lahir" ucap Tuan Grey yang langsung meminta maaf kepada Grizz.


Grizz hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Lagi pula Grizz tak bisa mengendarai mobil, sehingga nanti pasti akan disetir oleh Nela atau Neli. Tuan Grey langsung memeluk adiknya itu dengan sayang, walaupun menyebalkan namun rasa sayangnya itu sangat besar. Terlebih sekarang sudah jarang bertemu.


"Apa Kak Rey akan terus berada di negara ini sampai Grizz lahiran nanti?" tanya Grizz dengan tatapan penuh harap.

__ADS_1


"Maafkan kakak, Grizz. Kakak di sini hanya dua minggu saja. Nanti kalau sudah mendekati bulan kelahiran keponakanku ini, Kak Rey pasti akan siap sedia di sini. Bahkan kalau bisa sih nanti dampingi kamu saat lahiran" ucap Tuan Grey dengan tatapan penuh sesalnya.


Grizz yang mendengar hal itu hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal. Ia ingin selama kehamilannya ini ditemani oleh orang-orang terdekatnya. Namun ternyata kakaknya itu malah tak bisa menemaninya, hal itu membuatnya sedikit kecewa. Namun ia haruslah mengerti bahwa kakaknya tak bisa sembarangan untuk pindah ke negara ini karena pekerjaannya.


"Ya sudah, asalkan sering temani Grizz jalan-jalan dan antar ke kampus ya" ucap Grizz dengan tatapan permohonan.


"Siap, Nona Grizz yang sangat cantik" ucap Tuan Grey.


Grizz tertawa kecil melihat kakaknya yang memang luar biasa. Sejak bertemu dengannya, kakaknya itu selalu berusaha untuk membuatnya bahagia. Kemungkinan itu dilakukan Tuan Grey untuk menebus waktunya yang terbuang selama beberapa tahun ke belakang. Mereka yang melihat adegan manis itu hanya tersenyum tipis, terlebih Alex yang memang akan selalu diabaikan jika keduanya sudah bersama.


***


Pasalnya kemarin Grizz yang sangat manja dan tak bisa jauh darinya itu membuat Luis berpikir untuk menunda perbincangannya dengan Alex. Kini Grizz sedang bermain dengan Dara di kamar sahabatnya itu. Entah apa yang sedang dilakukan oleh keduanya, namun yang penting bagi Alex pasti Dara takkan membiarkan Grizz dalam bahaya.


Kini Alex dan Luis tengah berada di gazebo halaman belakang rumah Josh. Alex yang melihat Luis berada di dapur sendirian itu langsung meminta sahabatnya agar mengikutinya ke halaman belakang. Yang lainnya sedang istirahat di kamar setelah makan malam karena mungkin Tuan Grey dan David juga kelelahan akibat perjalanan panjang.


"Saya mau meminta tolong kepada anda, tuan" ucap Luis penuh dengan teka-teki.


"Minta tolong apa? Kalau mau minta tolong ya harus segera bilang. Apa ada orang yang mengganggumu atau ada masalah lain?" tanya Alex dengan beruntun.

__ADS_1


Walaupun status Luis hanyalah asisten dan sekretarisnya, namun hidup bersama dari kecil tentu sudah membuat Alex menganggapnya sebagai saudara. Apalagi keduanya dirawat oleh seorang sosok ibu yang sama yaitu Bibi Yun. Susah senang telah mereka lewati bersama, tak mungkin kalau Alex akan membiarkan Luis dalam masa kesusahan.


Bahkan dulunya Alex menginginkan Luis untuk memimpin dan memberikan salah satu usahanya, namun laki-laki itu menolaknya. Luis tetap ingin menjadi asisten dan sekretaris Alex karena laki-laki itu ingin melindungi sahabatnya. Terlebih dulunya banyak sekali cemoohan yang dilayangkan pada Alex dengan wajahnya yang cacat itu. Alex yang emosian, harus ada seseorang yang menenangkannya.


"Aku ingin melamar Dara sebegai istriku. Aku minta tolong padamu dan ibu untuk melamarkan Dara dari orangtuanya untukku" ucap Luis dengan tegas.


Sontak saja ucapan dari Luis itu membuat Alex menganga tak percaya. Pasalnya selama ini Luis ini tak pernah yang namanya bercerita kepadanya mengenai perasaannya kepada Dara. Alex teringat dengan Luis yang ia minta untuk membantu menyelesaikan masalah Dara itu. Namun ia tak menyangka kalau pada akhirnya Luis akan jatuh cinta pada Dara.


"Sebentar... Masalah Dara dengan orangtuanya sudah selesai?" tanya Alex dengan tatapan penasaran.


"Sudah. Aku ingin melamar Dara di hadapan orangtuanya agar mereka berhenti mengusiknya. Namun aku melamar Dara ini bukan karena rasa kasihan atau ingin menyelesaikan masalahnya. Aku mencintainya dengan sungguh-sungguh, bahkan kami sudah berpacaran" ucap Luis membuat pengakuan.


Alex yang mendengar pernyataan dari Luis itu meraup wajahnya kasar. Pengakuan dan kenyataan ini ternyata membuatnya bimbang. Walaupun Luis mencintai Dara, namun orangtuanya yang keras kepala itu akan sangat susah ditaklukkan. Alex tak mau jika sahabatnya itu malah kena semprotan maut dari orangtua Dara


"Untuk masalah orangtua Dara, kamu tak perlu khawatir. Mereka takkan berani macam-macam, terlebih nama besar seorang Alex yang membayangi Luis takkan bisa membuat mereka berkutik. Bukannya aku takut melawan mereka tanpa namamu, tapi ini bukannya suatu kesempatan dan keberuntungan yang harus dimanfaatkan?" lanjutnya saat melihat kekhawatiran Alex.


"Baiklah, aku akan melamarkan Dara untukmu. Besok pagi kita bicarakan ini dengan ibu. Bagaimanapun juga kamu harus mendapatkan restu darinya" ucap Alex memutuskan.


Luis menganggukkan kepalanya kemudian keduanya pergi dari gazebo halaman belakang rumah Josh. Mereka memasuki kamar masing-masing untuk istirahat. Tadi Alex sempat melihat ke kamar Dara bersama Luis untuk mencari tahu keberadaan Grizz. Namun ternyata Grizz sudah kembali ke kamarnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2