Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Akhir


__ADS_3

Alex, Tuan Grey, dan sahabat-sahabatnya berlari dengan tergesa-gesa di lorong rumah sakit. Tak lupa dengan rumah sakit ini yang memang sudah diamankan oleh anak buah Alex. Bahkan saat Alex dan yang lainnya memasuki kawasan rumah sakit, mereka dengan sigap langsung memberi pengawalan ketat.


Beberapa pengunjung rumah sakit yang melihat kedatangan orang-orang penting itu pun memberi jalan. Alex dan yang lainnya juga tak ingin egois untuk menguasai rumah sakit yang digunakan umum ini. Jika ada pasien lansia atau darurat, Alex dan lainnya lebih dulu memberi jalan.


"Bagaimana dengan keadaan Grizz?" seru Alex saat sampai di ruang IGD dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Grizz akan segera melahirkan. Dokter sedang menyiapkan ruang operasi karena proses melahirkannya tak bisa dilakukan secara normal. Ada salah satu bayi yang posisinya tidak tepat" ucap Bibi Yun yang mendengar pertanyaan dari anaknya.


"Apa aku boleh masuk, bu?" tanya Alex dengan tatapan khawatirnya.


Bibi Yun hanya menjawab dengan gelengan kepala. Tentu saja ini bukan waktu yang tepat untuk Alex masuk ke dalam. Dokter belum memperbolehkan ada yang menemani pasien. Nanti saat di ruang operasi saja, tadi katanya.


Alex hanya bisa menghela nafasnya pasrah. Pikirannya sudah tak lagi bisa berpikir karena khawatir dengan apa yang terjadi pada istrinya. Tadi saat mendengar kabar dari Nicho tentang istrinya yang akan segera melahirkan, membuat dia langsung berlari kencang keluar dari ruangannya.


Alex bahkan tak mempedulikan siapapun karena pikirannya hanya tertuju pada Alex. Dia begitu takut kalau sampai anak dan istrinya kenapa-napa. Tuan Grey juga merasakan kekhawatiran yang berlebihan karena takut terjadj sesuatu pada Grizz.


"Berdo'a pada Tuhan agar semuanya diberi kelancaran. Grizz adalah perempuan yang hebat dan kuat. Dia pasti bisa melewati ini semua" ucap Bibi Yun sambil memeluk Alex.


Alex menganggukkan kepalanya kemudian membalas pelukan itu. Tak berapa lama, dokter dan beberapa perawat memasuki ruang IGD. Alex dan lainnya masih menunggu dengan tenang walaupun hatinya terlihat sangat khawatir.


"Silahkan suami pasien untuk menemani istrinya saat proses melahirkan. Bisa langsung ke ruangan sebelah karena pasien sebentar lagi akan dipindahkan ke sana" ucap seorang perawat.


Alex segera saja melangkahkan kakinya ke ruangan sebelah. Grizz juga langsung dipindahkan ke sana dengan beberapa orang yang mengikutinya. Tuan Grey yang melihat adiknya berwajah pucat dengan keringat yang mengucur pada pelipisnya itu pun merasa tidak tega.


"Kamu harus kuat, dek. Demi kami semua yang ada di sini, terutama dua calon bayimu yang sebentar lagi akan melihat dunia" gumam Tuan Grey sambil tersenyum tipis.


Brankar yang membawa Grizz pun memasuki ruang operasi. Semua menunggu di depan ruang operasi dengan jantung yang berdetak lebih kencang. Terutama Tuan Grey dan Bibi Yun yang mempunyai sedikit ketakutan berlebihan mengenai apa yang akan terjadi.


***

__ADS_1


"Sayang, kamu harus kuat. Kamu tahu kan kalau di luar itu ada banyak orang yang menunggumu? Tak lupa juga dengan kedua calon anak kita" bisik Alex pada telinga istrinya.


Alex sudah mengenaikan pakaian khusus untuk mendampingi Grizz saat melahirkan. Grizz yang memang hanya dibius sebagian saja itu pun tentu masih tersadar dan mendengar bisikan suaminya. Telapak tangan Grizz dipegang erat oleh Alex saat beberapa alat operasi sudah siap untuk melakukan tindakan.


Alex terus saja memberikan kekuatan dan bisikan penuh cinta kepada Grizz. Bahkan Alex juga selalu menceritakan hal-hal manis kepada istrinya itu agar Grizz tidak tegang. Grizz merasa nyaman saat Alex menemaninya dalam kondisi seperti ini. Sehingga bunyi gesekan gunting dan alat operasi lainnya tak lagi menjadi perkara menakutkan.


Oekkk... Oekk...


"Selamat nyonya dan tuan, bayi pertama telah lahir dalam kondisi sehat dan tak kurang satu apapun. Baby lahir dengan jenis kelamin laki-laki" ucap Dokter Abina yang menangani Grizz.


"Puji Tuhan..." ucap Alex dan Grizz bersamaan.


Bayi dibersihkan oleh perawat khusus kemudian mereka kembali fokus dengan calon anak Grizz dan Alex selanjutnya. Butuh waktu sedikit lama untuk Dokter Abina dan tim medis lainnya mengeluarkan bayi kedua ini. Pasalnya ada beberapa hal yang mempersulit kelahiran bayi ini.


Oekkk... Oekkk...


Alex dan Grizz sungguh bahagia karena mendapatkan sepasang bayi kembar. Sebelumnya mereka memang tak ingin mengetahui jenis kelamin dari kedua bayinya itu. Keduanya ingin ini dijadikan sebuah kejutan bagi mereka dan keluarganya yang lain.


"Terimakasih, sayang. Sudah mengandung dan melahirkan calon pewaris semua kekayaanku. Terimakasih juga sudah mencintaiku dan mendampingiku yang tak sempurna ini. Aku harap, kita akan seperti ini selamanya. Selalu hidup damai dan bahagia bersama dengan anak-anak kita" bisik Alex setelah Grizz berhasil melahirkan dua bayi sekaligus.


"Terimakasih juga sudah mencintai Grizz yang seperti anak kecil ini. Bahkan sudah mau menerima Grizz yang nggak punya harta atau kekuasaan apapun. Terimakasih karena bertemu dengan Kak Alex, Grizz bisa merasakan hangatnya sebuah keluarga" ucap Grizz dengan mata yang berkaca-kaca.


Alex hanya menganggukkan kepalanya. Keduanya sama-sama mempunyai kekurangan dan hidupnya banyak kepahitan. Namun dipertemukan dengan cara tak terduga hingga akhirnya memilih bersatu. Mereka bersatu dengan saling melengkapi kekurangan satu sama lain dan menjadikannya sebuah kekuatan juga kelebihan.


***


"Alex mendapatkan sepasang bayi kembar sekaligus" seru Alex yang kemudian memeluk Bibi Yun dengan erat setelah keluar dari ruang operasi.


Grizz baru dibersihkan dan istirahat kemudian akan dipindahkan ke ruang rawat inap. Alex keluar untuk menemui keluarganya yang lain untuk memberitahu kabar ini. Kedua bayinya kini sudah tertidur di sebuah box setelah tadi sempat berada di pelukan Grizz dan Alex.

__ADS_1


"Puji Tuhan" ucap semuanya bahagia dengan kabar yang disampaikan.


"Jadi babynya laki-laki dan perempuan?" tanya Bibi Yun dengan penasaran.


"Iya. Mana ganteng dan cantik lagi. Ganteng kaya Alex dan cantik seperti Grizz" ucap Alex dengan bangganya.


"Wah... Kalau gitu bisalah nanti kalau sudah dewasa jadi istriku" ucap Nicho menimpali pembicaraan mereka.


"Langkahi dulu aku" seru Alex dan Tuan Grey bersamaan.


Tentu saja Nicho langsung bersembunyi di belakang tubuh Nando untuk meminta perlindungan. Tentu saja Nicho takut dengan tatapan tajam Alex dan Tuan Grey yang menatapnya seakan ingin memakannya hidup-hidup.


***


"Ini mah duplikat orangtuanya" ucap Bibi Yun saat melihat kedua anak Grizz dan Alex.


Kini Grizz sudah berada di ruang rawat inap bersama dengan kedua bayinya yang terlelap dalam dua box. Di sana juga sudah berkumpul semua keluarganya yang begitu bahagia dengan kehadiran anggota keluarga baru.


"Iya, bu. Cantik dan tampan" ucap Dara yang mengelus lembut punggung tangan bayi laki-laki Alex dan Grizz.


Semuanya mengerumuni dua bayi yang baru lahir beberapa jam itu. Grizz dan Alex yang kini tengah bersama melihat semua keluarganya pun seketika saja merasa terharu. Kedua anaknya begitu disayangi dan dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi mereka.


"Terimakasih, sayang. I love you" ucap Alex sambil tersenyum menatap istrinya yang memandangnya penuh cinta.


"Terimakasih juga sudah menyelamatkan hidupku dan menjadikanku perempuan yang paling bahagia. I love you too" ucap Grizz sambil tersenyum.


Alex mencium kening istrinya begitu lama. Ia sangat bahagia, begitu pula dengan Grizz. Keduanya masih tak menyangka bisa meraih kebahagiaan ini. Apalagi Grizz yang merasa tak ada lagi harapan untuk bahagia, namun Tuhan membalikkan semuanya. Tuhan memberikan kebahagiaan yang berlebihan kepada Grizz dan Alex setelah kepahitan dalam hidup keduanya.


END

__ADS_1


__ADS_2