
Semua media dan wali siswa langsung diarahkan ke ruang dilakukannya wawanca yang memang sudah difasilitasi oleh pihak yang berwajib. Tentu saja melihat kedatangan Grizz dan yang lainnya langsung membuat semuanya ingin merangsek maju ke depan. Polisi dan anak buah Alex langsung membuat pemabatas agar tak ada yang bisa mendekat kearah semua orang yang ada di barisan depan.
"Mohon tenang dulu, kalau kalian masih ribut saja jangan harap kami akan memulai acara ini" ucap Nicho dengan tegasnya.
Aura yang dikeluarkan oleh Nicho itu terasa dingin bahkan tak mengenakkan. Tentunya membuat hampir semua orang menahan nafasnya kemudian mundur perlahan. Mereka semua langsung mencoba untuk menertibkan diri dengan mengatur tanpa bersuara.
Grizz awalnya juga takut namun selama ia tak melakukan hal yang diluar batas, ia yakin kalau Nicho akan lebih membela dirinya. Lagi pula aura yang dikeluarkan Nicho ini agar semuanya tertib dan tak ada kericuhan. Polisi dan anak buah Alex begitu lega saat melihat semuanya akhirnya tertib kemudian duduk dengan rapi.
"Silahkan nona Grizz untuk menyampaikan apa yang ditanyakan sedari kemarin oleh mereka semua" ucap Nando memberikan waktu pda Grizz.
Grizz tersenyum tipis melihat semua orang yang tampak penasaran dengan apa yang akan ia ucapkan. Grizz sedikit menghela nafasnya karena gugup harus mengatakan semua kejadian buruknya ini berulangkali.
"Disini saya hanya ingin menuntut keadilan. Untuk saya pribadi dan temanku ini, dia dulunya juga sama denganku yang selalu dibully di sekolah itu. Lebih parahnya lagi, dia hampir dilecehkan oleh seorang siswa tetapi pihak sekolah tak ada tindakan apapun" ucap Grizz sambil tersenyum tipis.
"Kalau pun nanti memang terbukti ada yang tidak bersalah, pasti mereka bisa keluar. Pengacara kami sudah mengurusnya untuk mengeluarkan siswa yang memang tak terlibat jadi bagi para orangtua tak perlu khawatir. Namun maaf bagi yang sudah membully atau hingga adanya kejadian melecehkan itu, kami akan memprosesnya secara hukum" lanjutnya.
Penjelasan Grizz begitu lengkap dan jelas membuat para awak media tak bisa berkata-kata lagi. Bahkan inti dari pertemuan hari ini juga sudah jelas kalau sang pelaku pembully akan tetap di proses secara hukum sesuai yang berlaku. Sedangkan orangtua siswa harap-harap cemas menanti apakah anak mereka menjadi salah satu yang bebas atau bersalah.
__ADS_1
"Untuk jadwal hari ini adalah mediasi. Namun mediasi itu gagal karena dari pihak sekolah atau siswa masih tak merasa bersalah bahkan cenderung mewajarkan tindakan pembullyan itu. Jadi kami putuskan melanjutkan kasus ini" ucap Alex menambahi.
Semuanya masih terdiam bahkan ketiga sahabat Alex terus memerhatikan orang-orang yang ada disana. Tak bisa ada yang dikomentari karena memang semunya sudah jelas. Apalagi Grizz terlihat sudah tak mau berada disana.
"Mohon do'anya ya teman-teman, semoga masalah ini segera selesai. Sebenarnya saya juga tak mau muncul dengan masalah seperti ini namun pihak sekolah sendiri yang menginginkan semua ini terjadi. Setelah ini silahkan tanya kepada pihak yang berwajib untuk kelanjutan prosesnya dan tolong jangan buat keramaian di kantor suami saya" ucap Grizz yang langsung memberi kode kepada yang lainnya agar segera keluar dari ruangan itu.
Grizz segera keluar dengan pengawasan semua anak buah Alex begitu juga dengan yang lainnya. Semua terdiam bahkan awak media yang biasanya pintar dalam mengajukan pertanyaan hanya bisa membisu. Sedangkan orangtua siswa segera menunggu di dekat ruang pengumuman karena siapa tahu anaknya segera dikeluarkan.
Saat Grizz sudah keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju halaman kantor polisi, tiba-tiba saja seorang wanita paruh baya datang yang kemudian menarik tangannya. Semua anak buah Alex yang tadinya mempersiapkan mobil dan beberapa pengamanan sekitar merasa kecolongan karena gerakan tiba-tiba itu.
"Grizz, kamu masih ingat ibu kan? Kasih ibu uang cepat, biar aku lepaskan dan tak ku permalukan kau disini" bisik Niken tepat pada telinga Grizz.
Grizz awalnya memang terkejut namun Alex sudah memberi kode padanya untuk tenang. Sedangkan kini Grizz semakin yakin jika yang kini memeluknya dengan erat di belakang itu adalah ibu tirinya. Dari suaranya yang begitu khas dan permintaannya tentu ini membuatnya tak habis pikir. Apalagi ini ada banyak anak buah Alex yang menjaga namun dengan nekatnya Niken datang.
"Grizz nggak punya uang" jawab Grizz dengan polosnya.
Grizz mencoba untuk tenang dan santai menanggapi apa yang diinginkan oleh Niken. Sedangkan kini para awak media sudah kembali berkumpul di halaman kantor polisi. Mereka melihat adegan yang berbeda itu membuat semuanya ricuh. Tentunya anak buah Alex segera mengamankan semuanya.
__ADS_1
"Jangan bohong. Kau itu menikah dengan orang kaya, tak mungkin jika tak punya uang" sentak Niken bahkan kini wajahnya sudah memerah.
Mendengar Niken telah terpancing emosinya, segera saja Grizz langsung menyikut perut ibu tirinya itu dengan sikunya. Ia takkan pernah membiarkan orang-orang yang dulu menindasnya kembali. Ternyata Niken malah kini datang sendiri ke hadapannya tanpa harus ia menyambangi kediaman keluarganya tinggal.
"Arrghhh... Jangan kurang ajar kamu Grizz. Dasar anak durhaka dan tak berguna. Harusnya kamu itu memberi dan membantu dengan ikhlas keluargamu bukan malah meninggalkan kami di saat terjatuh" ucap Niken sambil menahan rasa sakit di perutnya.
Bahkan Niken bersandiwara seakan disini dia lah yang tersakiti. Padahal ini hanya Niken gunakan untuk menarik simpati dari banyak media dan orangtua siswa disana. Tentunya dengan media yang memberitakan masalah ini akan membuat image dari Grizz jelek.
"Apa kamu nggak ada rasa kasihan pada kami? Kami kelaparan bahkan hidup di jalanan, tapi sebagai anak kau sama sekali tak peduli" teriaknya.
Grizz sedikit panik karena takut akan penilaian orang terhadapnya. Bahkan kini semua orang yang ada disana terlihat menatap tak percaya kearahnya. Ia takut kalau nanti malah semua orang menyalahkannya yang tak bersalah ini. Alex langsung saja maju mendekat kearah Grizz kemudian mengelus lembut kepalanya.
Tentunya media dan orangtua siswa hanya menatap sinis kearah Grizz secara diam-diam. Mereka tak mau bersuara daripada nanti karirnya akan jatuh dan berurusan dengan pihak berwajib.
"Katanya kamu kuat. Balas orang yang sudah memfitnahmu itu dengan berkata jujur" bisik Alex tepat pada telinga istrinya.
Bahkan kini Niken sudah tersenyum penuh kemenangan karena merasa diatas angin. Bahkan hampir semua orang menatapnya dengan iba.
__ADS_1