Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Bimbang


__ADS_3

Grizz berjalan dengan langkah gontainya menuju ke kamar yang selama ini ia tempati. Setelah tadi berbincang dengan Alex yang menghasilkan keputusan bahwa ia akan menikah dengan laki-laki itu minggu depan, dirinya benar-benar shock. Bahkan butuh beberapa waktu untuk dirinya tersadar dari keterkejutannya itu. Setelah tersadar, ia segera keluar dari ruang kerja milik Alex.


"Huft... Padahal dulu sama kak Luis sudah dinasehati kalau suruh terima aja kalau tuan Alex memintanya menikah dengannya karena itu bukanlah sesuatu yang buruk. Namun kok aku jadi bimbang ya?" gumam Grizz sambil membuka pintu kamarnya.


"Cinta itu apa sih? Kenapa orang juga harus nikah? Grizz saja nggak tahu lho tujuan menikah itu apa kok main diajak nikah" kesalnya.


Hatinya benar-benar bimbang pasalnya selama ini dia tak pernah merasakan jatuh cinta. Terlebih melihat pernikahan kedua orangtuanya, cinta ayahnya luntur setelah dirinya hadir. Begitu pun dengan kondisi ekonomi orangtuanya yang sulit membuatnya merasa kasihan dengan sang ibu yang menjadi pelampiasan kekesalan sang ayah.


"Istri tak berguna, harusnya kamu itu irit kalau mau belanja sesuatu. Jadi begini kan aku nggak ada uang buat main" sentak Harto.


"Uangnya bukan untuk ku gunakan hal-hal yang tak penting, mas. Tapi ini buat makan dan bayar sekolah anak kita" ucap Ibu Grizz.


Grizz yang selalu mendengar pertengkaran kedua orangtuanya hanya seputar uang pun diam-diam selalu menangis di kamarnya. Ingin sekali ia membantu sang ibu bekerja agar bisa menghasilkan uang dan tak membuat ayahnya memarahi wanita yang begitu disayanginya. Namun usianya yang saat itu masih berumur 6 tahun tentunya bingung harus berbuat apa.


Bukan hanya ucapan menyakitkan saja yang keluar dari mulut sang ayah, namun terkadang lemparan gelas dan yang lainnya juga membuatnya ketakutan. Sang ibu hanya bisa menundukkan kepalanya karena tak kuasa melawan ayahnya. Hal ini yang membuat Grizz semakin bertekad untuk sukses dan tak memikirkan pernikahan.


Kalau pun kelak ia akan menikah, ia akan mencari seseorang yang tak seperti ayahnya. Tentunya yang memperlakukan dia dengan baik bukan kekerasan seperti yang dilakukan ayahnya dulu pada sang ibu.


"Ibu, aku harus apa?" gumamnya dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


"Aku belum sukses untuk membalas orang-orang yang yang menyakiti dan meremehkan kita, bu. Tapi aku harus menikah, kenapa Tuhan nggak adil sama kehidupanku? Apa impianku untuk sukses hanyalah angan belaka?" lanjutnya yang kemudian menangis tergugu.


Ia mengadukan segala rasa bimbang, kecewa, dan sedih yang ia rasakan didalam kamarnya. Ia menangis diatas kasurnya sambil memeluk gulingnya sendiri. Tanpa sadar karena kelelahan menangis membuat Grizz terlelap dalam tidurnya dengan masih terdengar suara isakan lirih.


Tanpa Grizz sadari, sedari tadi ada seseorang yang berdiri didepan kamarnya. Ia mendengarkan segala keluh kesah dan tangisan Grizz yang begitu memilukan hati dan menyesakkan dadanya. Ia tak tahu bagaimana kehidupan Grizz dulu saat ibunya masih ada karena informasi yang didapatkannya hanya seputar setelah ayahnya menikah dengan Niken.


Kedua tangannya mengepal erat, ingin rasanya ia meninju wajah orang-orang yang meremehkan bahkan menghina gadis polos itu. Ingin sekali dirinya merengkuh erat tubuh rapuh itu namun lagi-lagi dia bukanlah laki-laki yang memanfaatkan kesempatan. Dia adalah Alex yang sedari tadi sudah melihat jika Grizz sedang berperang antara hati dan pikirannya setelah mendengar keputusannya.


"Aku berjanji akan membuatmu bahagia. Kita balas orang-orang yang menyakitimu di masa lalu bersama-sama" gumam Alex menatap Grizz yang kini tengah tertidur pulas.


***


Setelah pulang dari luar negeri untuk menyelesaikan pekerjaannya, Luis langsung menemui Alex demi melaporkan informasi yang didapatnya. Bahkan Luis pun tanpa basa-basi langsung masuk tanpa mengetuk pintu ruang CEO. Hal ini tentu saja membuat Alex geram namun karena ucapan yang diucapkan oleh Luis membuatnya menahan emosinya.


"Apa maksudmu?" tanya Alex penasaran.


"Walaupun kita sudah membeberkan video itu, ternyata mentalnya hanya kena sedikit. Pasalnya ia tetap saja bisa keluar rumah dengan santai menggunakan penyamaran sehingga orang sekitar tak ada yang tahu" ucap Luis.


Alex sudah mengira kalau hal ini akan terjadi. Bahkan Felix juga sudah memberitahunya tentang keadaan ayah kandung Grizz yang kini terlunta-lunta akibat kelicikan Niken. Namun Alex tidak akan pernah kasihan kepada Harto karena ia juga merupakan salah satu orang yang harus dihancurkannya. Terlebih Grizz sudah mendapatkan kesakitan sejak kecil oleh orang yang disebutnya ayah itu.

__ADS_1


"Terus awasi wanita itu dan anaknya. Aku yakin jika mereka masih mengincar keadaan Grizz" titah Alex.


Luis menganggukkan kepalanya mengerti. Ia juga takkan membiarkan mereka memanfaatkan kepolosan Grizz. Terlebih kini mereka tahu jika Alex adalah orang kaya yang bisa saja mereka meminta uang lewat Grizz.


"Persiapan pernikahanku dengan Grizz bagaimana, Luis?" tanya Alex mengalihkan pembicaraan.


Luis juga sudah mengetahui tentang acara yang akan digelar oleh Alex. Awalnya ia terkejut saat Alex mengutarakan maksudnya untuk menikahi Grizz dalam waktu dekat bahkan pengumuman kelulusan sekolah saja belum diumumkan. Alex juga sudah mengaku padanya jika ia jatuh cinta pada sosok Grizz membuatnya ingin segera meresmikan pernikahannya.


"Semua aman. Untuk acara pemberkatan di gereja kita hanya menyebar undangan untuk keluarga inti saja. Sedangkan resepsinya nanti baru mengundang semua kolega bisnis" ucap Luis melaporkan.


"Oh ya, apakah nanti yang mendampingi dan mengantar Grizz di altar itu ayah kandungnya?" tanyanya.


Alex terdiam, sepertinya laki-laki itu baru mengingat hal kecil seperti itu yang harus dipersiapkan. Namun ia juga harus menanyakan dulu pada Grizz mengenai hal ini. Namun kalau boleh dirinya meminta, ia takkan pernah mengijinkan ayah kandung Grizz hadir dalam acara pernikahan itu. Lagi pula mereka pasti juga akan mengetahui pernikahannya yang disiarkan langsung oleh beberapa acara TV.


"Nanti aku tanyakan dulu pada Grizz. Aku tak ingin dia merasa tak dilibatkan dalam acara sekali seumur hidupnya ini. Jangan lupa penjagaan untuk di segala titik jangan sampai lengah" ucap Alex.


Luis menganggukkan kepalanya mengerti kemudian menyerahkan beberapa laporan mengenai kerjasama perusahaan dengan investor asing. Berikut juga tentang pergolakan dunia bawah yang kini sedang dihadapi para mafia. Alex juga ikut memikirkan hal itu demi kelancaran bisnisnya terutama Grizz yang sebentar lagi menjadi istrinya. Sekali di ekspose, maka bahaya akan semakin mengintai.


Tugas Alex semakin banyak saat pesta pernikahannya digelar, terutama untuk mengawasi Grizz. Semua orang yang menjadi lawannya pasti akan menargetkan istrinya itu. Namun jangan panggil Alex kalau tak bisa menyelesaikan masalah itu.

__ADS_1


__ADS_2