
"Makanya dong punya pasangan biar nggak jadi nyamuk" teriak Grizz sambil terkekeh geli.
Luis, Felix, dan Dara yang mendengar teriakan Grizz dari dapur pun sontak saja menghentikan langkahnya. Ketiganya tak jadi pergi namun malah jalan berbalik kembali kearah dapur lagi. Ketiganya menatap Grizz dengan tatapan tajamnya namun dibalas dengan binaran polos dari pandangan gadis itu.
Astaga... Mereka bertiga hanya bisa menggigit bagian dalam bibirnya masing-masing karena tak tahan dengan wajah polos Grizz yang begitu menggemaskan. Terlebih kini ia tengah duduk di pangkuan suaminya membuat badannya yang mungil itu benar-benar seperti bayi dalam gendongan sang ayah. Tak mungkin juga mereka berani menjitak kepala Grizz disaat gadis itu berada didekat Alex.
"Huh... Beraninya sembunyi di balik ketek suaminya" ucap Dara meledek.
"Biarin, Grizz kan sudah punya suami yang bersedia untuk melindungi aku. Lha kalau Dara kan masih jomblo jadi mau sembunyi di tempatnya siapa dong?" ucap Grizz sambil menjulurkan lidahnya.
Dara mencebikkan bibirnya kesal karena diledek oleh Grizz, sedangkan Felix dan Luis hanya bisa diam karena percuma jika melawan. Kalau pun melawan atau menggoda Grizz, pastinya mereka berdua juga akan diledek. Ketiga orang yang dijadikan bulan-bulanan oleh Grizz itu menatap penuh selidik kearah gadis polos itu. Pasalnya raut wajah Grizz seperti memancarkan sesuatu yang aneh.
"Gimana kalau kita jodohkan Dara sama kak Felix atau kak Luis?" seru Grizz sambil meminta persetujuan dari Alex.
Ketiga orang yang namanya disebut itu tentunya melotot tak terima atas ide yang diungkapkan oleh Grizz. Sedangkan Bibi Yun sudah menahan tawanya melihat muka masam tiga orang yang dijodohkan oleh Grizz itu. Rasanya kejahilan Grizz ini sudah mendarah daging apabila bertemu dengan orang-orang yang dekat dengannya.
"Jangan jahil" tegur Alex sambil menyentil hidung istrinya.
Grizz hanya menyengirkan bibirnya lucu karena merasa kejahilannya dianggap serius. Kalau memang benar adanya ada yang mau dengan Dara justru Grizz akan sangat bahagia. Namun keinginannya itu tak boleh dipaksakan karena yang menjalani adalah mereka.
__ADS_1
"Grizz jangan suka cari gara-gara ya. Nanti Dara jadiin sate" ancam Dara sambil memelototkan matanya.
"Astaga... Daging Grizz pahit lho, Dara. Jangan deh nanti kamu malah sakit perut kalau makan sate dari dagingku" ucap Grizz setengah panik.
Mereka semua yang melihat drama dari Grizz dan Dara pun hanya bisa geleng-geleng kepala. Perilaku keduanya itu begitu aktif membuat semua orang di sekitarnya hanya bisa menghela nafas sabar. Bahkan kini lihat saja keduanya sudah tertawa bersama setelah membuat sandiwara yang aneh itu.
***
Dara dan Grizz kini tengah jalan-jalan ke area perkebunan teh. Keduanya berlarian di tengah hamparan kebun teh yang sudah diawasi oleh banyak bodyguard Alex. Walaupun masih berada dalam kawasan wilayah milik Alex, namun mereka harus waspada dengan musuh yang bisa saja kapan pun datang dan menyerang.
"Grizz, jangan jauh-jauh mainnya. Nanti kalau hilang aku bisa dijadikan kambing guling sama suamimu" teriak Dara.
Grizz tak menggubris peringatan dari Dara sama sekali. Ia terus berlari menjauh dari Dara membuat beberapa bodyguard langsung dengan sigap mendekat kearah Grizz. Dara khawatir jika tingkah ceroboh dan terlalu aktif Grizz itu malah membuatnya tersesat dan merepotkan orang banyak. Dara juga sudah tak kuat jika harus mengejar sahabatnya yang tak kenal lelah itu.
"Hadeh... Mana sih tuh bocah" gumam Dara sambil mengedarkan pandangannya kearah seluruh perkebunan teh itu.
Benar saja jika ia tak melihat Grizz di sekitar sana membuatnya sedikit panik. Padahal ia hanya menundukkan kepalanya sejenak untuk beristirahat namun sudah tak terlihat lagi batang hidung sahabatnya itu. Ia hanya melihat para bodyguard yang kini langsung memenuhi area perkebunan untuk mencari keberadaan Grizz yang tak terlihat.
Raut wajah para bodyguard juga tampak panik bahkan terlihat sangat khawatir. Sinar matahari yang begitu menyengat siang hari itu namun tak menyurutkan semua orang untuk mencari keberadaan Grizz. Dara yang juga masih kelelahan langsung saja tak merasakan itu kemudian berlari mencari bantuan lebih. Sialnya... Ia tak membawa ponselnya sehingga tak bisa langsung menghubungi Luis atau Felix.
__ADS_1
Dara keluar dari area perkebunan kemudian mencari Felix atau Luis agar ikut mencari keberadaan Griss. Namun sebelum keluar dari area perkebunan tiba-tiba saja ia mendengar suara seseorang yang memanggilnya. Dara mengalihkan pandangannya dengan sedikit menghela nafas lega saat melihat Grizz tengah berlari kearahnya dengan membawa dua orang yang tak dikenal.
"Dara, Grizz cantik ada disini" teriak Grizz dengan senyum cerianya.
Bahkan di belakang Grizz pun sudah ada banyak bodyguard yang mengikutinya. Dua orang yang terdiri dari seorang wanita tua seumuran dengan Bibi Yun dan anak kecil laki-laki berusia 4 tahunan itu sangat takut karena dikelilingi oleh banyak orang berbadan besar. Mereka berdua tampak berpakaian lusuh dengan membawa satu plastik besar yang entah isinya apa.
Dara pun langsung saja mendekat kearah Grizz kemudian memeriksa seluruh tubuh temannya itu untuk memastikan apakah ada yang luka atau tidak. Namun setelah memeriksanya, ternyata semuanya aman sehingga mereka semua selamat dari amukan Alex.
"Mereka siapa?" tanya Dara yang langsung sedikit menjauhkan Grizz dari kedua orang itu.
Pasalnya Dara takut jika mereka membawa bom atau benda yang berbahaya dalam kantong plastik besarnya itu. Namun Grizz langsung mencubit Dara karena merasa tak sopan pada orang yang lebih tua. Dara mengerucutkan bibirnya kesal karena Grizz malah acuh dan menatapnya dengan tajam. Padahal dia hanya ingin kalau Grizz harus lah waspada pada orang sekitar.
"Mereka adalah Nenek Umi dan si kecil Erga, cucunya. Mereka bukan orang jahat, tapi tinggal di dekat bukit sana. Ayo kita bawa mereka ke villa, kasihan tahu masa mereka tinggal dibawah pohon-pohon besar gitu. Kan dingin" ucap Grizz dengan tersenyum sendu.
Grizz langsung mengingat dirinya yang disuruh tidur di luar karena pulang terlambat saat bekerja oleh ibu tirinya. Itu rasanya begitu dingin bahkan tanpa adanya selimut atau bantal. Makanya saat melihat kondisi Nenek Umi dan Erga langsung saja ia begitu iba hingga mengajaknya ikut bersamanya.
"Hah... Baiklah terserah kau saja. Jangan macam-macam dan berniat jahat sama kita, nanti ku makan kalian" peringat Dara.
Nenek Umi dan Erga yang memang sedari tadi menunduk karena ketakutan pun hanya menganggukkan kepalanya pelan. Mereka sebenarnya juga tak mau ikut namun Grizz terus memaksa dengan memasang wajah memelasnya membuat keduanya tak tega. Mereka begitu beruntung jika memang ada yang mau menampung atau memberikan pekerjaan padanya.
__ADS_1