
Grizz berjalan dengan memegang erat telapak tangan Kak Rey. Bukan karena takut berada di makam, hanya saja kini jantungnya berdebar begitu kencang. Sudah beberapa bulan ia tak mengunjungi makam ibunya ini karena segan dengan Alex dan banyak urusan mengenai sekolahnya yang memang harus segera diurus. Apalagi saat itu ia harus menyiapkan mental karena pernikahannya dengan Alex.
Apalagi kini ia hadir bersama dengan kakak kandungnya. Pasti ibunya yang ada di surga kini sudah bisa tersenyum karena kakaknya menjenguk beliau. Saat sampai didekat makam ibunya, Grizz berhenti kemudian menatap dengan tatapan aneh kearah kuburan itu. Pasalnya makam ibunya itu terlihat sangat bagus dan bersih, padahal sudah beberapa bulan ia tidak mengunjunginya.
Makam itu kini diperbaiki dengan menggunakan keramik untuk memperindahnya, Bahkan ukiran namanya dengan menggunakan tinta emas. Terlihat sekali kalau makam milik Ibu Grizz dan Tuan Grey ini sangat kontras berbeda dengan yang lainnya.
"Kok berhenti? Mana makam ibu?" tanya Tuan Grey sambil menatap adiknya.
"Itu. Tapi kok makamnya jadi bagus begini ya? Terakhir waktu Grizz kesini itu makamnya masih dalam bentuk tanah yang tepinya hanya batu bata lho. Tapi itu nama pada tulisan keramiknya benar kalau ibu" ucap Grizz kebingungan.
Tuan Grey hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan dari Grizz itu. Ia tadi sudah mendapatkan pesan dari Alex mengenai makam ibunya yang memang dirawat oleh orang Alex tanpa sepengetahuan Grizz. Bahkan makam itu yang memperbaiki juga Alex sehingga Grizz yang tak tahu apa-apa tentu tidak mengetahui semuanya.
Tuan Grey segera menarik tangan Grizz mendekat kearah makam itu kemudian duduk berjongkok disampingnya. Walaupun Grizz masih bingung, namun gadis itu yakin kalau memang makam ini milik ibunya. Dari nama dan letaknya yang masih diingat oleh Grizz tentunya.
" Ini memang makam ibu kita. Lihat ini, suamimu itu mengirimkan pesan padaku beberapa menit yang lalu" ucap Tuan Grey sambil menunjukkan sebuah pesan masuk dari Alex pada ponselnya.
Grizz yang membacanya langsung saja menganggukkan kepalanya mengerti. Setelah pulang dari makam ini, ia pasti akan langsung berterimakasih pada suaminya itu yang diam-diam malah merawat makam ibunya. Keduanya pun langsung saja memanjatkan do'a disamping makam ibunya dalam keadaan hening.
"Ibu, Kak Rey sudah kembali lho. Yang dulunya selalu ibu tangisin kalau Grizz menanyakan keberadaannya" ucap Grizz setelah berdo'a dan meletakkan buket bunga lili diatas makam ibunya.
__ADS_1
"Grizz bahagia sekali. Setidaknya masih ada keluarga kandung yang akan menemani dan menyayangi Grizz selain ibu. Bahagia disana ya, ibu. Suatu saat nanti, kita akan berkumpul di surga bersama dengan orang-orang baik lainnya" lanjutnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Setiap ke makam, pasti Grizz akan menceritakan tentang kehidupan sehari-harinya. Bahkan ketika ada masalah di rumah atau sekolah, ia lebih memilih melarikan diri ke makam ibunya. Disana ia bisa menangis dan menceritakan sepuasnya tentang semua beban hidupnya. Walaupun ibunya sama sekali tak memberikan solusi, namun ia bisa sedikit lega dengan apa yang dilakukannya itu.
Tuan Grey yang melihat adiknya bercerita dengan suara seraknya pun langsung mengelus rambut panjangnya. Grizz mengalihkan pandangannya kearah Tuan Grey kemudian tersenyum begitu manisnya. Tuan Grey bahkan langsung mengelus pipi kedua pipi Grizz yang kini sudah basah dengan air matanya.
"Sebenarnya apa yang membuat ibu meninggal? Perasaan dulu ibu sehat dan nggak pernah sakit-sakitan walaupun harus kerja keras" tanya Tuan Grey penasaran.
"Ini semua gara-gara ayah. Ibu selalu menjadi tameng ketika aku akan dipukuli olehnya sehingga badannya kian melemah. Puncaknya waktu ada debcolector datang ke rumah karena ayah punya hutang banyak. Ibu shock sehingga langsung jatuh pingsan. Selang beberapa jam, ternyata ibu bukan pingsan tapi terkena serangan jantung dan meninggal" jelasnya sambil mengepalkan kedua tangannya.
Tuan Grey hanya bisa menahan nafasnya mendengar pengakuan dari Grizz itu. Ia sungguh kesal dan marah pada dirinya sendiri yang tidak bisa datang tepat waktu untuk menyelamatkan ibunya itu. Bahkan kini kedua tangannya juga langsung mengepal erat sambil menatap lurus kearah makam ibunya.
Tuan Grey tersenyum melihat adiknya sangat cepat sekali mengubah suasana hatinya menjadi begitu bahagia setelah mengingat masa lalunya. Tuan Grey langsung merangkul bahu adiknya itu untuk saling memberi kekuatan agar bisa menghadapi kehidupan ini bersama.
"Ibu, aku janji akan menjaga Grizz gembul ini dengan segenap nyawaku. Aku akan membahagiakannya dan takkan pernah membiarkan air matanya jatuh karena penderitaan" ucap Tuan Grey berjanji didepan makam ibunya.
Mendengar hal itu, Grizz langsung memeluk Tuan Grey erat dari samping. Ia kini yakin kalau kehidupannya yang dulu sangat suram tanpa sosok keluarga, kini akan menjadi lebih membahagiakan. Grizz dan Tuan Grey segera pamit kepada ibunya sambil mencium batu nisannya.
"Kami janji akan sering menjenguk ibu disini" ucap Grizz dan Tuan Grey bersamaan.
__ADS_1
Segera saja mereka meninggalkan lokasi makam kemudian berjalan menuju mobilnya. Mereka segera berterimakasih pada salah satu warga yang baik karena diijinkan memarkirkan mobil didepan rumahnya. Bahkan Grizz juga memberikan sedikit rejekinya kepada warga itu karena memang sedari dulu mereka sangat baik.
"Kita ke rumah lama dulu ya?" tanya Tuan Grey setelah menjalankan mobilnya.
"Iya. Kita bisa cerita-cerita disana nantinya" ucap Grizz dengan antusias.
Rumah masa kecil yang penuh kenangan itu tentunya akan menjadi saksi bagaimana kehidupan mereka dulu. Tentunya Grizz sangat bahagia karena disana nanti, ia akan menceritakan semua kehidupannya dulu saat masih tinggal bersama keluarga toxicnya dulu.
Mobil melaju menuju kediaman Grizz dengan kecepatan sedang. Grizz yang menggunakan celana kulot longgar pun seketika saja langsung menaikkannya sedikit. Grizz langsung saja memperlihatkannya kepada sang kakak yang fokus menyetir.
"Kak Rey, lihat ini. Ini gimana cara hilangin bekasnya ya? Lihat ini terus bikin Grizz selalu ingat sama pukulan yang dilayangkan oleh ayah" ucap Grizz tiba-tiba dengan melengkungkan bibirnya kebawah.
Tuan Grey yang memang tadinya fokus menyetir pun langsung saja mengalihkan pandangannya. Alangkah terkejutnya ia melihat beberapa bekas luka memanjang dan membulat yang ada pada kaki Grizz. Bahkan kini ia langsung saja menghentikan laju kendaraannya secara mendadak.
Citttt...
"Astaga... Grizz, jangan menceritakan hal yang membuat kakak shock saat masih dalam berada di mobil" ucap Tuan Grey yang langsung mengelus dadanya.
Grizz pun hanya menyengir lucu dan merasa sedikit bersalah dengan apa yang dilakukannya. Ia segera menurunkan lagi celananya seakan tak pernah melakukan kesalahan. Tuan Grey berusaha menetralkan emosinya kemudian mengemudikan kembali mobilnya itu.
__ADS_1