
"Grizz jadi incaran orang-orang dunia bawah" lapor Josh pada Alex dan kedua sahabatnya.
Alex yang mendengar itu langsung saja menatap kearah Josh dengan pandangan bertanya. Bukannya selama ini tak ada yang tahu mengenai identitas Alex yang ikut dunia bawah karena tak ingin jika istrinya ikut terlibat. Lalu ada apa dengan dunia bawah yang kini mengincar istrinya itu.
"Neo meminta bantuan kelompok dunia bawah untuk mencari Grizz dan menangkapnya. Agar nantinya bisa digunakan untuk mengancam Alex agar bisa dilepaskan tuh orangtuanya" lanjut Josh memberikan penjelasan.
Sedikitnya Alex menghela nafas lega karena ternyata belum ada yang mengetahui identitasnya di dunia bawah. Kalau sampai mereka tahu Grizz adalah istri dari salah satu pemimpin dunia bawah, sudah pasti kehidupannya akan terancam dimana pun ia berada. Ia harus segera menyelesaikan urusannya di dunia bawah kemudian berhenti dari sini karena fokusnya sekarang sudah ada sang istri.
"Kok bisa dia ada kenalan orang dunia bawah?" tanya Nando dengan tatapan penasarannya.
"Gue belum tahu. Tapi lihat ini, sudah ada selebaran yang berkeliaran di tempat-tempat khusus anggota dunia bawah yang mengumumkan untuk mencari keberadaan Grizz. Bahaya Lex kalau sampai anak-anak dunia bawah keluar ke kota-kota demi mencari Grizz. Apalagi bayarannya lihat tuh, nggak main-main" ucap Josh sambil menyerahkan ponselnya.
Alex mengepalkan kedua tangannya karena begitu emosi karena Neo sudah berani melawannya. Tentunya dengan bayaran diatas 1 milyar itu akan membuat mereka dengan cepat mencari Grizz dimana pun itu berada. Bahkan kini Nando dan Nicho langsung menghubungi anggotanya untuk tak ikut-ikutan dalam mencari keberadaan Grizz.
Josh langsung menghubungi rekannya untuk menghentikan semua anak buahnya agar tak mencari keberadaan Grizz. Kalau sampai itu terjadi, pasti Alex akan menghabisi semua orang yang terlibat dalam pencarian ini. Tentunya ini akan berdampak langsung pada keberlangsungan kelompok dunia bawah yang bisa saja musnah.
"Gue bakalan hancurkan semua orang yang mengincar Grizz kalau sampai istriku kenapa-napa" ucap Alex tiba-tiba.
Nando langsung menepuk bahu sahabatnya itu agar meredakan emosinya. Jangan sampai emosi yang meledak-ledak dari sahabatnya ini malah menghancurkan semuanya. Tentunya masih banyak anggota yang menggantungkan hidupnya dari mengikuti kelompok dunia bawah ini. Tak lupa juga mengenai beberapa kelompok dunia bawah yang membantu pihak berwajib demi mengungkap kasus-kasus besar.
__ADS_1
"Semua ini bisa diselesaikan dengan baik asalkan kita bisa membalikkan keadaan. Kita tekan kelompok lain agar berbalik menyerang Neo. Pasti tuh anak bisa ketar-ketir" ucap Nando memberikan saran.
Josh dan Nicho langsung mengacungkan kedua jempolnya mendengar ucapan dari Nando. Mereka harus bermain cerdik dan licik untuk membalikkan semua keadaan. Tentunya mereka tak perlu mengeluarkan tenaga banyak karena semua akan berbalik menyerang lawan.
"Suruh anak buahmu perketat keamanan Grizz. Jangan biarkan dia berkeliaran sendirian di tempat sepi" ucap Josh menyuruh Alex.
Alex hanya menganggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Josh. Sedari tadi ia juga sudah mengerahkan anak buahnya agar lebih teliti menyusuri area sekitar didekat tempat singgah Grizz. Lagi pula akan ada Felix dan Luis yang ada didekat istrinya itu tentu tak bisa sembarang orang mendekat kearah gadis itu.
***
"Ayo pulang" ajak Luis pada Grizz dan Dara.
"Wah... Ini ospek kok barang bawaannya banyak banget sih" gerutu Grizz saat mereka sudah berada dalam mobil.
Bahkan saat mereka tengah berjalan menuju kearah mobil tadi, semuanya dikerubungi oleh beberapa mahasiswa tingkat atas. Mereka begitu penasaran dengan wajah Grizz dan istri dari Alex itu. Namun tentunya Felix, Luis, dan Dara langsung melindungi Grizz dari serbuan ponsel yang mengarah pada gadis itu.
"Coba lihat sini" ucap Dara sambil mengintip kearah buku yang dibaca oleh Grizz.
"Ini sih bukan banyak lagi, tapi ngribetin. Nggak usah berangkat aja kali ya" ucap Dara memberi ide.
__ADS_1
Sontak saja Grizz menutup buku panduan itu kemudian menatap kearah Dara dengan tatapan tajamnya. Grizz kesal karena dengan seenaknya Dara memberikan ide seperti itu. Nanti kalau tidak ikut pasti hanya akan jadi bulan-bulanan mahasiswa lain dan kakak tingkat. Grizz tak ingin itu terjadi karena ia masih trauma dengan pembullyan.
"Dara nggak boleh ngomong gitu ya. Kita harus ikutan ini, emang Dara mau kalau diomongin seluruh anak kampus jika nggak ikutan ospek itu" kesal Grizz memarahi sahabatnya.
"Lihat itu... Disitu ada lho tulisannya kalau program ospek ini nggak wajib diikuti. Yang wajib itu hanya hari terakhirnya saja karena ada pengumuman penting dari pihak kampus" ucap Dara yang tadi sepintas melihat tulisan yang ada di buku itu.
Grizz pun membuka kembali bukunya kemudian mencari tulisan yang dimaksud oleh Dara. Tentunya ia takkan semudah itu percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dara pasalnya gadis itu paling malas kalau acara panas-panasan. Grizz menganggukkan kepalanya saat melihat tulisan yang dimaksud memang ada disana.
"Kak Luis, Kak Felix... Berarti ini Grizz nggak papa kalau tidak ikut ospek? Kan tadi udah bayar juga buat keperluan ospeknya" tanya Grizz pada kedua anak buah suaminya itu.
Grizz tadi sempat melihat ada biaya ospek juga untuk beberapa perlengkapan dan iuran lainnya membuat gadis itu sedikit ragu jika tak mengikuti kegiatan itu. Oleh sebab itu, ia memilih bertanya kepada keduanya untuk memastikan. Apalagi uang yang dikeluarkan juga tidak sedikit namun ia juga malas kalau tak ada Dara disana.
"Tak apa, nona. Ikuti saja yang penting-penting biar anda tidak kesusahan dan kecapekan" jawab Luis dengan yakin.
Lagi pula uang sebanyak itu yang dikeluarkan oleh Alex juga tak ada artinya daripada mempertaruhkan kesehatan Grizz. Grizz pun langsung memekik senang mendengarnya kemudian memeluk Dara yang ada disampingnya. Lagi pula ospek yang dilihatnya di TV itu banyak yang disuruh dan dibentak-bentak yang nantinya malah menimbulkan traumanya kembali.
Tiba-tiba saja dalam mobil itu semuanya terdiam karena Grizz sudah menyandarkan kepalanya pada jendela. Sedangkan Dara juga melakukan hal yang sama kecuali Luis dan Felix yang terlihat saling adu pandang. Felix yang duduk disamping Luis pun langsung mengirimkan sinyal bahaya kepada anak buah Alex untuk mengamankan lokasi.
"Sudah siap" ucap Felix dengan menggerakkan bibirnya tanpa mengeluarkan suara membuat Luis menganggukkan kepalanya.
__ADS_1