Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Clear


__ADS_3

"Silahkan cek itu mutasi rekening kelompok kalian. Walaupun atas nama ketuanya, namun itu aslinya adalah milik kelompok. Semua anggota bisa melihatnya, sesuai perjanjian waktu pertemuan kelompok waktu itu" ucap Alex.


Semua ketua kelompok yang merasa akan ada sesuatu yang hebat pun langsung menegang. Bahkan wajah-wajah mereka langsung saja pucat. Kalau sampai semua tahu mengenai hasil mutasi rekening, tentunya anggotanya malah akan berbalik menyerang ketuanya. Lagi pula selama ini memang Alex dan ketiga sahabatnya susah diajak kerjasama kalau sudah mengenai uang seperti ini.


"Kita anggap permasalahan ini selesai. Kalau kalian masih ribut dan membuat kekacauan di kota, akan ku pastikan kalau kalian langsung dihukum sama penguasa dunia bawah" seru Nando.


"Mengenai uang, urus sendiri sama ketua kalian. Kalau ketua kalian tak mau transparan, langsung saja habisi. Kalian ini kan banyak, sedangkan ketuanya cuma satu orang. Kalau dikeroyok saja mungkin akan kalah itu dia. Perjuangkan hak kalian" lanjutnya.


Beberapa anggota dunia bawah menghela nafasnya kasar karena tak menyangka kalau semua ini hanya salah paham dan akal-akalan dari ketua mereka saja. Lagi pula mereka sudah tak bisa lagi mendapatkan uang 1 M lagi karena memang Neo sekarang tak bisa ditemukan. Entah dimana anak buah Alex membuang kakak tiri Grizz itu.


Alex dan sahabat-sahabatnya juga anak buahnya pun langsung balik badan kemudian pergi berlalu menuju mobil. Sedangkan anggota dunia bawah mulai meminta penjelasan pada ketuanya masing-masing. Tentunya para ketua hanya diam karena apa yang diucapkan oleh orang-orang yang dekat dengan Alex itu memang benar adanya.


Uang yang didapatkan oleh ketua kelompok dunia bawah itu memang digelapkan. Mereka tak membagi rata kepada anggotanya dan menggunakannya sendiri. Tentu mereka takkan ada nyali menunjukkan bukti transferan dari pihak Alex. Kalau berbohong dan menuduh Alex, bisa tamat riwayat mereka.


"Kita habisi saja itu mereka. Harusnya hak sama karena kita juga bekerja walaupun hanya cari target saja. Sedangkan mereka yang nggak kerja kok malah dapat banyak. Kita bisa cari ketua yang lebih jujur" seru salah satu anggota kelompok dunia bawah.


Semua anggota tentunya langsung menganggukkan kepalanya sedangkan para ketua kelompok sudah mundur perlahan. Jumlah anggota dan ketua yang sangat berbeda jauh tentunya membuat pihak yang berjumlah sedikit akan kuwalahan. Walaupun mereka punya kekuatan fisik lebih bagus, kalau sudah dikeroyok akan susah apalagi jumlah anggotanya sudah ratusan orang.


Akhirnya para ketua kelompok dunia bawah itu langsung saja berlari menghindar setelah memberikan kode satu sama lain. Namun ternyata anggotanya langsung mengejar kemudian mengepung mereka. Pertarungan itu pun terjadi mengakibatkan suasana malam didalam hutan itu begitu gaduh dengan tendangan dan suara senjata.

__ADS_1


***


Alex dan semua yang mengikutinya kembali ke rumah Josh. Masalah kekacauan di kota yang disebabkan oleh Neo itu sudah selesai. Setidaknya malam ini mereka bisa tertidur sedikit lebih tenang sebelum mengerjakan banyak pekerjaan di kantor. Tentunya Alex harus ikut mengawasi transaksi di pelabuhan besok malam yang membuatnya mungkin tak bisa berada didekat Grizz.


"Kak Alex..." seru Grizz setelah melihat suaminya masuk ke dalam ruang keluarga.


Hari memang sudah sangat malam dan menunjukkan pukul 11 malam ketika sampai di rumah Josh. Bahkan Alex dan yang lainnya pun tak mengetahui kalau Grizz belum tidur padahal biasanya gadis itu sudah istirahat. Mereka tak menyadari juga akan adanya Grizz di ruang keluarga karena memang semuanya berjalan lurus untuk segera masuk dalam kamarnya.


"Kok jam segini belum tidur?" tanya Alex dengan memundurkan langkahnya.


Saat Grizz ingin mendekat dan memeluk Alex, laki-laki itu langsung memundurkan langkahnya membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya. Alex memang sengaja menolak pelukan dari istrinya karena ia belum membersihkan diri. Ia harus kesana kemari hingga ke hutan sehingga tak mau kalau istrinya mendekati dirinya dalam posisi masih belum mandi.


"Suamimu ini harus mandi dulu. Jadi ayo kita ke kamar, kamu juga harus segera istirahat" ucap Alex.


Tentunya Grizz menatap aneh kearah Luis dan ketiga sahabat suaminya. Apa yang ia ucapkan sepertinya biasa saja namun reaksi keempatnya sungguh tak terduga. Bahkan mereka seperti kesal pada dirinya.


"Udah berani ya kamu ngomong gitu? Main temani mandi suaminya lagi. Nakal" ucap Luis dengan sedikit sinis.


"Terserah dong. Kita kan sudah suami istri. Mau mandi bareng atau ngapain juga nggak papa" ucap Alex dengan santai.

__ADS_1


"Makanya nikah" seru Grizz dan Alex bersamaan.


Bahkan setelah mengucapkan kalimat itu, segera saja mereka langsung berlari pergi dari hadapan keempat laki-laki yang tengah memelototkan matanya itu. Mereka yang tadinya ingin menyindir dan menistakan keduanya malah dibalikkan. Justru keempatnya yang merasa tersindir dan tertohok hatinya. Mereka menghela nafasnya kasar karena kesal dengan tingkah laku keduanya yang selalu kompak kalau sudah menistakan keempatnya.


***


"Mandi sana" ucap Grizz sambil mendorong suaminya ke kamar mandi.


Setelah berlari agar tak mendapatkan kejaran dari empat laki-laki itu, keduanya hanya duduk di sofa kamar. Mereka berdua sibuk menetralkan nafasnya yang ngos-ngosan karena berlari menaiki tangga hingga ke lantai 2. Setelah nafas keduanya perlahan sudah stabil, Grizz langsung saja menyuruh suaminya agar membersihkan diri dengan mendorong bahunya.


"Temani dong, sayang" ucap Alex dengan manja.


Bahkan ucapan manja Alex itu membuat Grizz sendiri merasa bergidik ngeri. Ia tak menyangka kalau suaminya yang galak dan berwajah datar ternyata bisa manja juga. Padahal sebelumnya sang suami tak pernah seperti ini dan menunjukkan sifat dewasa didepannya. Setelah melihat sifat barunya ini malah membuatnya sedikit geli.


"Ogah,,," seru Grizz sambil berjalan pergi kearah ruang ganti pakaian.


"Kak Alex, kalau sampai Grizz kesitu belum mandi juga silahkan tidur di luar kamar" teriaknya.


Tentunya Alex yang setelah kepergian Grizz ke ruang ganti tadi memejamkan matanya dengan badan disandarkan pada kursi sofa pun langsung memelototkan mata. Alex tak menyangka kalau istrinya itu ternyata susah pintar dalam mengancam dirinya. Dengan langkah malas, Alex segera saja berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


"Ya kali tidur di luar kamar, nggak bisa peluk guling hidup dong. Mana dingin lagi, butuh pelukan si buntalan guling itu" gumam Alex sambil terkekeh geli.


Tentunya ia yang sudah terbiasa tidur dengan Grizz merasa keberatan kalau sampai tak ditemani Grizz. Apalagi sekarang kondisi Grizz juga sudah memungkinkan tidur satu kasur dengannya. Tak seperti kemarin-kemarin saat teror dan dirinya yang sering ke luar kota.


__ADS_2