Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Kegalauan Alex


__ADS_3

Malam tiba, Alex dan Luis masih mengorek informasi dari warga sekitar mengenai pembangunan villa dan hotel yang mangkrak itu. Ada beberapa fakta yang membuat mereka tercengang hingga hanya bisa mengelus dadanya. Bahkan keduanya kini tak bisa menghubungi siapa pun karena akses jaringan internet yang sangat susah.


"Sudah satu bulan ini tak ada pembanguna di lahan itu, tuan. Baru beberapa hari bekerja namun upah per minggunya yang dijanjikan tak dibayar. Akhirnya banyak pekerja atau warga sekitar memilih menganggur daripada bekerja tak dibayar" ungkap salah seorang warga.


Padahal setiap minggunya pihak kontraktor selalu membuat laporan rinci mengenai pengeluaran keluangan terutama gaji pekerja. Bahkan sampai minggu kemarin juga masih meminta uang untuk menggaji pekerja dan membeli material bangunan. Lalu uang itu berlari kemana?. Itu pertanyaan yang sedari tadi berada dalam benak Alex dan Luis.


"Memangnya selama sebulan terakhir ini tak ada mandor atau kepala proyek yang melihat kondisi lapangan?" tanya Luis.


"Tidak ada, tuan. Tapi sepertinya mandornya itu mengerjakan hotel yang ada di tikungan sebelah sana, tuan. Yang sudah kelihatan wujudnya itu lho" tunjuk salah seorang warga.


Keduanya lagi-lagi merasa dibodohi karena mereka baru sadar jika desaign bangunan hotel itu sangat mirip dengan apa yang disetujui olehnya dengan sang perusahaan yang bekerjasama. Alex dan Luis langsung saja pamit undur diri kemudian langsung memasuki rumah yang mereka sewa.


Keduanya lemas karena kini tak bisa mencari informasi pada orang-orang yang bersangkutan. Jaringan sinyal yang membuat semuanya jadi sulit. Harusnya sekali pencet bisa langsung menghubungkan pada orang-orang yang curang.


"Bos, kita coba naik genteng. Siapa tahu di tempat ketinggian ada sinyal" ucap Luis menyampaikan idenya.


Alex menyetujui ide yang diungkapkan oleh Luis. Keadaan yang begitu darurat membuat mereka harus mencari cara agar bisa menghubungi orang-orang yang berkaitan dengan proyek ini. Luis segera saja meminjam tangga kepada warga sekitar. Tak berapa lama Lus kembali dengan tangga yang ada ditangannya kemudian meletakkannya pada tembok rumah.


"Luis, duluan saja. Biar aku yang pegangin" ucap Alex.


Luis sebenarnya tak enak hati dengan bosnya yang malah memegangi tangga untuk dirinya. Namun melihat tatapan Alex yang seakan tak ingin dibantah membuatnya langsung menurut saja. Luis naik keatas kemudian duduk di genteng rumah dengan hati-hati. Setelahnya Alex juga naik keatas dengan tangga yang dipegang oleh salah satu bodyguardnya yang ikut.


"Gimana? Ada sinyal?" tanya Alex yang baru sampai diatas genteng.

__ADS_1


"Ada nih, walaupun cuma 1 atau 2 tapi lumayan lah bisa buat kirim pesan. Apalagi ini banyak banget yang hubungi kita di ponsel tak terkecuali si Grizz" ucap Luis sambil memperlihatkan layar ponselnya.


Ponsel khusus pekerjaan juga diperlihatkan oleh Luis pertanda banyak sekali client yang ingin membuat janji dengan Alex. Sedangkan ponsel pribadinya memang hanya menunjukkan kalau ada panggilan dari Grizz, istri dari Alex. Alex hanya menganggukkan kepalanya kemudian ia juga memeriksa ponselnya yang kini banyak sekali panggilan dan pesan masuk.


Alex langsung menghubungi Grizz terlebih dahulu sedangkan Luis fokus dengan pekerjaannya. Namun Grizz sepertinya sudah tertidur sehingga membuat panggilannya tak diangkat oleh istrinya itu. Sepertinya dirinya kini merasa galau karena tak bisa mendengar suara Grizz padahal baru sehari berpisah. Akhirnya Alex hanya memandang langit malam yang bertaburan bintang itu.


"Napa bos?" tanya Luis yang menatap heran tingkah Alex.


"Grizz udah tidur kayanya. Ditelfon nggak diangkat" ucap Alex sambil memandang pada bulan yang hanya sendirian disana.


Bintang mulai tak terlihat karena cuaca yang sedikit mendung dan berkabut. Luis yang mendengar hal itu tentunya hanya bisa menahan tawanya karena melihat Alex merasa galau. Ia hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Alex yang dulunya tak mengenal rasa cinta malah kini jadi bucin.


"Bos, tapi ini pihak kontraktor minta uang tambahan lagi lho? 50 juta untuk beli pasir" ucap Luis melaporkan.


"Apa kontraktor itu lupa kalau lahan yang dibangun itu yang disini? Bukan disana" tanya Alex sambil menatap Luis.


"Tak mungkin, bos. Orang kita dulu sama-sama survey kesini kok. Bahkan yang sebelah sana itu malah masih dalam bentuk kebun warga sedangkan yang disini sudah lahan kosong" ucap Luis menyangkal pemikiran Alex.


Keduanya terdiam untuk memecahkan teka-teki dalam permasalahan ini. Mereka tak bisa gegabah dalam menuduh seseorang. Khawatirnya nanti ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atas tuduhan itu.


"Coba kau bilang padanya, besok kita akan ke lokasi sekalian memberikan biayanya. Coba kita lihat bagaimana reaksinya" ucap Alex.


Siapa tahu dengan kehadiran semua orang yang terlibat, proyek ini akan jelas ujungnya. Sudah hampir 2 bulan masa tak ada kemajuan sama sekali. Luis segera melaksanakan tugasnya dan tak berapa lama pesan itu dibaca oleh pihak kontraktor namun tak dibalas.

__ADS_1


"Nggak dibalas bos" jawab Luis sambil terkekeh.


"Kemungkinan tuh mandor dan kontraktornya nggak benar, bos. Kayanya sekarang mereka lagi kelabakan mencari alasan untuk mengelabuhi kita" ucap Alez sambil geleng-geleng kepala.


"Ya sudah, kita akan temui mereka besok disini. Kita lihat bagaimana wajah-wajah mereka itu. Lebih baik kita istirahat saja" ajak Alex.


Luis menganggukkan kepalanya kemudian mereka turun dari tangga dibantu oleh bodyguard yang memang belum tidur. Setelah keduanya turun, mereka segera saja istirahat di kamar masing-masing. Beruntung kamar itu ada tiga sehingga bisa istirahat di kamar sendiri-sendiri.


***


"Huaaaa... Semalam kak Alex hubungi Grizz. Tapi Grizz nya tidur" seru Grizz dengan hebohnya.


Setelah membersihkan dirinya di pagi hari karena sehabis memasak, Grizz langsung memeriksa ponselnya yang ternyata ada panggilan tak terjawab tadi malam dari Alex. Bahkan puluhan panggilan masuk dari suaminya itu yang tak diangkatnya karena sudah tertidur. Grizz kini mengerucutkan bibirnya sambil menghentak-hentakkan kakinya keluar dari kamarnya.


"Napa tuh bibir kaya bebek?" tanya Nicho yang tak sengaja berpapasan dengan Grizz di tangga.


"Kak Alex semalam telfon Grizz tapi nggak keangkat. Grizz galau" serunya kesal.


Nicho hanya bisa mengelus dadanya sabar mendengar seruan Grizz yang menggelegar itu. Bahkan beberapa maid terlihat hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar seruan itu. Rumah Josh saat ini penuh sekali dengan teriakan dan seruan dari Grizz saat gadis itu sedang tak tidur.


"Ibu, Kak Alex pasti semalam nggak bisa tidur karena Grizz nggak angkat telfonnya" adu Grizz pada Bibi Yun.


Grizz yang terlalu percaya diri ini malah membuat semua orang disana menahan tawanya. Buat apa juga Alex tak bisa tidur karena telfonnya tak diangkat oleh Grizz.

__ADS_1


__ADS_2