
"Siapa yang punya ide membuat kotor ruang keluarga?" seru Alex dengan wajah datarnya.
Bahkan kini pandangan matanya terlihat menyapu seluruh orang yang ada di ruangan ini. Mereka semua termasuk Bibi Yun menundukkan kepalanya karena ia sebenarnya juga tak enak hati karena membuat kotor ruang keluarga. Ia sendiri yang dianggap Alex ibunya saja kadang masih sungkan jika berbaur di ruang keluarga.
Namun lihatlah sekarang, ruang keluarga yang awalnya bersih kini karpetnya menjadi putih karena banyaknya bedak yang tumpah disana. Sebenarnya Alex tak marah dengan mereka semua, terlebih ini juga untuk membuat Grizz bahagia. Ia hanya iseng saja dengan berpura-pura marah dengan kelakuan mereka.
Semua orang langsung menunjukkan jari telunjuknya kearah Grizz untuk menjawab pertanyaan dari Alex. Grizz yang melihat hal itu tentunya panik bahkan melotot tak terima. Hal ini sungguh membuat Alex dan Luis berusaha menahan tawanya karena wajah Grizz yang begitu lucu di saat kondisi seperti ini.
"Eh... Ini ide semuanya kok. Iya kan?" tanya Grizz sambil menggelengkan kepalanya panik.
Bahkan semuanya dengan kompak menggelengkan kepalanya membuat Grizz rasanya dikhianati oleh mereka. Wajahnya memberengut kesal bahkan matanya juga sudah berkaca-kaca karena merasa dipojokkan. Bukannya membuat semua orang merasa bersalah, namun mereka ingin sekali mencubit pipi gembulnya itu. Tanpa diberitahu pun Alex tahu kalau ini semua adalah ide dari Grizz.
Tanpa aba-aba langsung saja Alex menggendong Grizz masuk dalam pelukannya kemudian membawanya pergi dari ruang keluarga. Sedangkan yang lainnya masih terdiam di ruang keluarga menyaksikan aksi romantis dari majikannya itu.
"Tolong nanti dibersihkan ya untuk ruang keluarganya. Kalau perlu karpetnya di laundry kemudian ganti yang baru" ucap Luis dan diangguki oleh para maid.
Mereka pun menganggukkan kepalanya mengerti kemudian membubarkan diri pergi dari ruang keluarga untuk membersihkan wajahnya. Sedangkan Luis langsung masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri.
***
Alex membawa Grizz masuk ke dalam kamarnya kemudian membawanya ke kamar mandi setelah laki-laki itu melemparkan jas dan tas kerjanya. Dengan telaten, Alex membersihkan wajah Grizz dengan air.
Sedari tadi berada di gendongan Alex sampai masuk dalam kamar mandi, Grizz hanya diam. Gadis itu tak mengeluarkan kata-katanya sama sekali dari mulutnya.
"Lihat... Wajahnya jauh lebih cantik sekarang bukan daripada tadi cemong dengan bedak" ucap Alex yang langsung mendudukkan Grizz didekat kaca.
__ADS_1
Grizz juga langsung melihat kaca yang ada didepannya bahkan Alex tengah tersenyum di belakangnya. Melihat wajah Alex yang tersenyum itu tentunya membuat Grizz diam-diam tersenyum lega karena ternyata suaminya itu tak marah padanya.
"Grizz memang selalu cantik. Tapi Grizz bahagia lho walaupun cemong kaya tadi" ucap Grizz dengan antusias.
Alex menganggukkan kepalanya mengerti. Ia juga takkan membatasi apapun yang akan dilakukan oleh Grizz. Terlebih itu yang membuatnya bahagia. Senyum Grizz itu yang selalu ia nantikan walaupun hanya dengan sesuatu yang sederhana.
"Baiklah sekarang keluarlah. Aku mau mandi" suruh Alex.
Grizz menganggukkan kepalanya kemudian keluar dari kamar mandi. Grizz segera menyiapkan semua perlengkapan baju tidur suaminya itu dan meletakkannya diatas ranjang. Baru pertama kali ini dirinya melakukan hal seperti ini pada Alex, ini pun juga karena ajaran dari Bibi Yun.
***
Tak berapa lama, Alex keluar dari kamar mandi dengan masih menggunakan bathrobenya. Alex terlihat tersenyum tipis melihat pakaian yang disiapkan oleh istrinya diatas kasur. Ternyata perlahan-lahan Grizz sudah mulai belajar untuk menjadi seorang istri.
Alex segera membawa pakaian itu masuk dalam ruang walk in closetnya dan memakainya disana. Setelah selesai, ia segera saja kembali kemudian duduk di ranjang samping Grizz. Grizz yang merasa kasurnya bergerak langsung saja mengalihkan pandangannya kearah samping.
Grizz langsung tersenyum melihat Alex yang kini berada disampingnya. Bahkan menggunakan pakaian tidur yang dipilihnya membuat senyumnya semakin mengembang.
"Kak Alex semakin tampan kalau pakai pakaian yang Grizz pilih" ucap Grizz memuji dirinya sendiri.
Alex hanya bisa terkekeh geli melihat hal itu terlebih Grizz yang begitu bangga dengan pilihannya. Alex sudah tak tahan lagi langsung saja memeluknya dengan erat karena merasa bahagia berada di sisi Grizz yang begitu polos dan mau diatur.
"Hmm... Wangi" lirih Grizz dalam pelukan Alex.
Bahkan Grizz langsung saja balik memeluk erat Alex sambil terus mengendus bau badan suaminya itu. Alex benar-benar hanya bisa mencoba menahan hasratnya saat Grizz melakukan hal seperti ini. Terlebih ia ingin melakukannya jika nanti Grizz sudah mempunyai perasaan padanya.
__ADS_1
"Ayo tidur, kamu kan habis sakit. Nggak boleh kemalaman tidurnya" ucap Alex mengalihkan kegiatan Grizz.
Grizz langsung saja melepaskan pelukannya pada Alex membuat laki-laki itu sedikit menghela nafas lega. Grizz segera membaringkan tubuhnya dengan selimut berada di atas dadanya. Alex ikut merebahkan tubuhnya kemudian menyampingkan dirinya agar bisa memeluk istrinya.
***
Pranggggg...
Tengah malam disaat hampir semua penghuni villa di dekat bukit itu terlelap dalam tidurnya, tiba-tiba saja terdengar bunyi pecahan kaca. Sontak saja Alex yang telinganya memang peka dengan suara pun langsung terbangun. Beruntung Grizz masih terlelap dalam tidurnya.
"Jendela kaca dapur pecah. Ada seseorang yang melempar batu" lapor Luis pada Alex melalui sambungan ponsel.
Dapur berada di area belakang yang tentunya wilayah itu jarang sekali disisiri karena memang hanya sebuah hutan. Mungkin mulai saat ini area itu juga harus ada penjagaan sehingga langsung bisa ketemu pelakunya.
Bahkan Alex langsung memutus panggilannya pada Luis karena begitu emosi dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini. Entah mengapa semenjak dirinya menikah, banyak sekali teror berdatangan padahal kawasan ini jarang ada yang mengetahuinya.
"Biarkan Luis dan Felix yang membereskannya sebentar. Aku tak mau jika saat keluar nanti malah orang itu masuk kesini dan melukai Grizz" gumam Alex.
Alex pun turun dari ranjangnya kemudian berjalan kearah jendela dan pintu balkon yang sudah terkunci dengan benar. Sepertinya besok ia akan mengganti semua kaca menjadi anti peluru dan anti pecah.
Namun saat dirinya hendak kembali ke atas ranjang, ia sempat melihat siluet seseorang tengah mengarahkan pandangannya kearah kamarnya. Bahkan ia sempat memgacungkan jari tengahnya pertanda sedang menantangnya kemudian pergi berlari.
"Sialan... Ternyata villa ini juga tak aman untuk istriku" gumamnya.
Akhirnya Alex kembali duduk diatas ranjangnya kemudian berjaga semalaman. Ia tak ingin ada sesuatu yang terlewat hingga menghabiskan malam itu dengan sesuatu yang ada di tablet nya.
__ADS_1