
Alex memberikan pukulan pada tubuh Harto dengan menendang perut dan kaki kemudian memukul badannya juga. Untuk Niken, hanya ia berikan tendangan pada kedua kakinya dan tamparan di pipinya. Tentu keduanya yang sudah lemas sebelumnya semakin tak bisa berkutik. Bahkan kini keduanya sudah tergeletak diatas lantai kotor sambil meringis kesakitan.
Setelah memberikan hadiah itu, segera saja Alex dan ketiga sahabatnya langsung pergi berlalu dari sana. Mereka meninggalkan keduanya yang menatap semuanya dengan tatapan minta tolong. Tentu keempatnya yang sedari dulu tak punya hati pun akan membiarkan saja. Bahkan mereka terkesan acuh kepada orang-orang seperti Harto dan Niken.
"Ini semua gara-gara kamu. Kalau saja kau tak berbuat ulah, pasti kita bisa hidup tenang walaupun sederhana. Kalau disini? Sudah jauh dari warga, kita juga nggak bawa uang sepeser pun. Mau beli pun susah, mana ada warung disini" kesal Harto menyalahkan istrinya.
Dirinya yang badannya sudah sakit semua akibat hadiah dari Alex itu pun kemudian menyandarkan tubuhnya ke tembok. Begitu pula dengan Niken, ia baru sadar akan kekuasaan Alex yang tak main-main. Niken bahkan kini bingung karena perutnya lapar namun mereka tak bisa berbuat apa-apa.
"Makan ini dulu" kesalnya sambil menyerahkan sebungkus roti kepada istrinya.
Beruntung tadi cemilan yang dibawa oleh ketiga sahabat Alex itu ditinggal disana. Bahkan cemilan dan minuman itu masih banyak. Setidaknya sampai esok mereka bisa sedikit lega karena ada makanan untuk mengganjal perut. Niken langsung memakannya sambil menyuapi Harto.
Walaupun Harto sedang kesal atas ulah istrinya, namun ia sama sekali tak bisa membiarkan Niken kelaparan. Kini keduanya yang setiap harinya hanya cekcok itu akhirnya juga merasakan moment kebersamaan kembali walaupun dalam keterbatasan.
***
"Loe yakin biarkan mereka disana? Gue yakin kalau beberapa minggu lagi pasti mereka sudah sekarat. Disana nggak ada makanan dan minuman lho apalagi rumah warga juga jauh" ucap Nando.
"Biarkan saja... Lagi pula kalau mereka cerdas, keduanya bisa kok cari sumber pangan di hutan. Disana ada air dan buah-buahan yang bisa dimakan atau diminum" ucap Alex acuh.
Alex sudah memutuskan untuk memberi mereka pelajaran dengan mengasingkan keduanya. Ia tak ingin istrinya diganggu oleh dua orang itu. Jahat memang, namun ini demi kebaikan semuanya karena tak ingin saling menyakiti. Walaupun sebenarnya Alex sudah menyakiti Harto dan Niken namun anggap saja itu sebagai hukuman keduanya.
__ADS_1
Ketiga sahabat Alex hanya menganggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang diucapkan oleh laki-laki itu. Tentunya apa yang dilakukan oleh Alex ini sudah benar menurut mereka. Terlebih Niken yang begitu meresahkan ketenangan Grizz memang harus dijauhkan dari gadis itu.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah Josh. Tak berapa lama, mobil yang dikendarai oleh Nando itu sampai juga di tempat tujuan. Didepan rumah sudah ada Alex dan Luis yang tengah berbincang serius. Melihat mobil atasannya datang, keduanya segera mendekat.
"Bos, tadi si anaknya Niken itu datang ke mansion untuk mencari ibu dan ayahnya. Beruntung tadi bodyguard sigap mengusirnya sebelum membuat kerusakan di mansion" ucap Luis melaporkan pada atasannya itu.
Alex menghela nafasnya kasar karena ternyata dia melupakan sesuatu. Neo, anak dari Niken yang tentunya akan mencari keberadaan orangtuanya. Sedangkan ketiga sahabatnya bingung dengan siapa yang dimaksud oleh Luis itu.
"Harusnya tadi kita juga bawa tuh anak benalu. Duanya sudah kita singkirkan tapi masih ada anaknya yang siap mengacaukan semuanya" kesal Alex menggerutu.
"Maksudmu siapa, Lex?" tanya Nando dengan raut wajah kebingungan.
"Anaknya si Niken. Kakak tirinya Grizz tadi mendatangi mansion, mungkin dia tahu dari tetangga kalau dibawa sama kita" jawab Alex.
"Grizz..." panggil Alex sambil memberi kode pada istrinya itu untuk mendekatinya.
Grizz yang melihat suaminya sudah pulang pun langsung saja meninggalkan pekerjaannya kemudian berjalan menuju Alex. Grizz segera saja memeluk Alex kemudian digendong oleh suaminya itu menuju kamar. Untuk masakan sudah dilanjutkan oleh maid yang ada disana.
***
"Kak Alex, Grizz mau lanjutkan kuliah. Apa boleh?" tanya Grizz dengan takut-takut.
__ADS_1
Setelah Alex selesai membersihkan dirinya, ia segera mendekat pada Grizz yang duduk di sofa dalam kamar. Alex melihat Grizz tampak gelisah seperti akan mengungkapkan sesuatu namun takut. Alex langsung saja mencerca istrinya itu agar mau mengungkapkan semua perasaannya.
"Mau masuk jurusan apa?" tanya Alex dengan santai sambil merapikan rambut istrinya.
Sontak saja Grizz yang sedari tadi menunduk karena ketakutan pun langsung mengangkat kepalanya. Ia melihat wajah suaminya yang tampak santai bahkan tidak menunjukkan raut kemarahan. Grizz sedikit menghela nafasnya lega karena setidaknya Alex mau menuruti keinginannya itu.
"Fashion Design" seru Grizz dengan cerianya.
Grizz ingin mewujudkan mimpinya untuk mendesign sendiri baju-baju miliknya kemudian memamerkannya ke khalayak dunia. Bahkan ia ingin mempunyai brandnya sendiri kemudian memperkenalkannya hingga masyarakat luas. Selama ini bakatnya dalam membuat design baju masih sedikit iseng-iseng. Dulunya ia ingin masuk kuliah kedokteran hanya saja seiring berjalannya waktu cita-citanya berubah.
Ia sangat suka melihat baju-baju bagus dengan design unik sehingga suatu saat nanti ia berkeinginan menciptakan model baru sesuai keinginannya. Tentu nantinya itu bisa dijadikan trend fashion baru karena setiap desainer pasti mempunyai ciri khasnya sendiri.
"Baiklah. Mau disini atau di luar negeri?" tanya Alex sambil mengelus pipi istrinya dengan lembut.
"Terserah Kak Alex saja. Yang penting dekat sama Kak Alex" ucap Grizz sambil menganggukkan kepalanya.
Karena sekarang posisinya ia sudah mempunyai suami tentunya Grizz harus mengikuti Alex kemana pun ia pergi. Sehingga untuk kuliah harus mengikuti dimana tempat tinggal Alex. Alex menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Ternyata seiring berjalannya waktu, Grizz mempunyai pikiran yang lebih dewasa dibandingkan kemarin-kemarin.
"Sahabatmu itu kuliah dimana?" tanya Alex menanyakan Dara.
Tentunya Alex nanti lebih memilih mendekatkan Grizz dan Dara agar istrinya ada yang menjaga. Terlebih Grizz kadang susah untuk membedakan mana yang baik dan buruk sehingga membuatnya sedikit khawatir kalau tak ada yang menemani. Setidaknya dengan kehadiran Dara bisa sedikit membuatnya tenang.
__ADS_1
"Belum tahu. Dara masih daftar-daftar terus test gitu jadi nggak tahu diterima di kampus mana" ucap Grizz sambil menggelengkan kepalanya.
Alex menganggukkan kepalanya kemudian meminta Luis menanyakan tentang kuliah Dara. Ia meminta agar Dara satu kampus dengan Grizz walaupun berbeda jurusan nantinya.