
Grizz dan Alex kini sudah kembali di warung makan tempat Ibu Ima bekerja. Mereka duduk bersama dengan Bibi Yun, pemilik warung, dan beberapa karyawan di sana. Bahkan mereka juga akan makan bersama dengan masakan yang memang sengaja disisihkan.
Tadi saat melihat anak buah Alex yang dibawa lumayan banyak, mereka segera memasak kembali untuk menyediakan makanan. Saat semua tengah berkeliling membagikan makanan, mereka langsung memasaknya dengan cepat. Beruntung hanya sekitar satu jam saja dibutuhkan untuk memasak semuanya.
Bibi Yun yang tadi ditanyai tentang masakan kesukaan atau yang biasa dimakan oleh anak buah Alex pun hanya menjawab seadanya saja. Yang terpenting makanannya enak dan bisa dimakan bersama karena mereka tidak pilih-pilih.
"Puji Tuhan... Akhirnya semua makanan tersedia. Kami tak tahu kalau Nona Grizz akan membawa anak buahnya sebanyak ini. Lagi pula kami tak enak jika tak menyediakan makanan untuk kalian karena uang yang diberikan Grizz sudah lumayan banyak" ucap pemilik warung makan itu memberi alasan.
Awalnya memang Bibi Yun bilang kalau tak usah menyediakan makanan. Namun mereka berdalih ingin mengembalikan sisa uang yang diberikan Grizz. Kemarin Grizz tak mau jika ada uang kembalian hingga diberikan pada pemilik warung makan itu. Padahal uang yang diberikan Grizz itu sangatlah banyak.
"Terimakasih sudah menjamu kami. Padahal kami nanti bisa pulang untuk makan siang" ucap Bibi Yun.
"Ini mah tak sebanding dengan apa yang dilakukan oleh Nona Grizz. Dia bahkan membantu warung makan kecil ini untuk mendapatkan penghasilan yang lebih banyak" ucap pemilik warung makan itu.
Setelah semua orang berkumpul dengan anak buah Alex. Mereka pun makan sama-sama dengan semua anak buah Alex yang berada di luar. Mereka makan di mobil atau beralaskan tikar yang sengaja diletakkan di atas tanah sebelah warung makan.
Semua makan dengan tenang hingga semua makanan yang terhidang itu tandas. Semuanya mengucapkan syukur dalam hati karena perut bisa kenyang sekaligus dapat membantu orang banyak. Setelah selesai makan, mereka pun segera berpamitan pulang.
"Terimakasih untuk makanannya, sungguh enak. Oh ya ini untuk sebagai bayar makanannya kita-kita tadi" ucap Grizz sambil menyerahkan amplop cokelat.
"Eh... Tidak, nona. Uang yang kemarin nona berikan itu saja sudah sisa lho kalau untuk makan ini" tolak pemilik warung makan itu.
"Kalau begitu ini untuk dibagi rata saja sama kalian. Jangan nolak, rejeki kalau ditolak nanti seret lho" ucap Grizz menakut-nakuti.
__ADS_1
Padahal itu hanya candaan saja, namun sepertinya mereka percaya dengan ucapan Grizz. Pemilik warung makan itu dengan cepat menerima pemberian Grizz membuat wanita itu terkekeh pelan. Mereka segera saja berpamitan pergi dengan Grizz yang melambaikan tangannya.
"Ibu, titip salam untuk Ima dan si kembar ya. Bilang jangan kangen sama Grizz yang imut ini" teriak Grizz saat mobil mulai melaju meninggalkan warung makan itu.
"Siap..." jawab Ibu Ima dengan berteriak.
Setelah semua mobil itu pergi, pemilik warung makan itu segera membagi rata uang yang diberikan oleh Grizz. Mereka tak menyangka kalau Grizz ternyata memberikan uang yang begitu banyak. Padahal karyawan di sana juga diberikan gaji sesuai pekerjaannya yang sangat menumpuk. Bahkan mata mereka sampai berkaca-kaca karena melihat uang yang sebanyak ini dalam genggaman tangan.
"Baru kali ini pegang uang sebanyak ini. Semoga kita kelak bisa punya uang banyak untuk pendidikan anak-anak kita" ucap Ibu Ima yang begitu bersyukur dipertemukan oleh Grizz melalui anaknya.
"Amin. Terimakasih juga berkat Ima kita bisa mengenal Nona Grizz dan suaminya. Ternyata nggak kaya yang ada di TV gitu ya suaminya. Walaupun dia punya kekurangan pada bagian wajahnya namun hatinya sangat baik. Menurut saya sih yang penting kita tidak mengganggu atau menyakiti oranglain, pasti kita juga tak diapa-apakan" ucap pemilik warung makan itu.
Semuanya menganggukkan kepalanya setuju. Akhirnya setelah selesai membereskan semua sisa makan siang hari itu, mereka pulang ke rumah masing-masing. Besok warung makan ini akan libur satu hari dan sudah dipasang pengumumannya untuk para karyawannya yang akan istirahat.
Grizz keluar dari mobil dengan dahi yang mengernyit heran. Pasalnya ada sebuah mobil yang sangat asing di halaman rumah Josh. Mobil baru dengan satu buket bunga yang ada di depannya. Grizz berpikir mengenai siapa yang membeli mobil mewah ini.
"Ini mobil untuk siapa?" tanya Grizz pada Alex yang ada di sampingnya.
"Nggak tahu" ucap Alex sambil mengedikkan bahunya pertanda tidak tahu.
Alex memang tak mengetahui tentang dari atau untuk siapa mobil ini. Ia pun juga baru melihatnya bahkan ketiga sahabatnya tidak memberitahu apapun mengenai mobil ini. Namun Alex seakan diberi kode pada semua bodyguard yang berjaga untuk tak bertanya lebih.
Alex pun hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan masuk rumah. Grizz masih kebingungan, pasalnya ia sangat penasaran dengan pemilik mobil itu. Grizz segera berjalan kearah ruang keluarga yang terdengar suara ramai.
__ADS_1
"Kak Rey..." teriak Grizz yang menatap tak percaya kehadiran kakaknya.
Tuan Grey, David, dan Paman Gilbert yang ada di ruang keluarga itu seketika saja mengalihkan pandangannya. Tuan Grey langsung berdiri kemudian berjalan mendekat kearah Grizz yang masih terdiam. Tuan Grey memeluk adiknya itu dengan erat membuat wanita tersentak.
Namun tak ayal Grizz juga memeluk balik kakaknya itu. Ia masih tak percaya kalau kakaknya akan pulang ke sini saat dirinya hamil. Padahal kakaknya itu belum ia beri tahu mengenai kehamilannya.
"Wah... Kak Rey pulang. Terimakasih sudah menjenguk Grizz. Grizz rindu berat nih sama Kak Rey" seru Grizz dengan memeluk erat kakaknya.
"Kak Rey juga rindu berat sama adik kakak yang lucu dan imut ini" ucap Tuan Grey yang langsung mengecup singkat dahi adiknya itu.
Setelah melepaskan pelukannya dari Grizz, Tuan Grey segera memeluk dan menyalami Bibi Yun. Bahkan Tuan Grey juga memeluk singkat Alex dan menanyakan kabarnya. Mereka kemudian duduk di ruang keluarga dengan suasana yang begitu hangat.
"Jadi mobil yang ada di halaman rumah itu milik Kak Rey?" tanya Grizz dengan tatapan penasarannya.
"Bukan. Itu mobil untuk keponakan kakak yang masih ada di dalam perut Grizz" ucap Tuan Grey.
Ternyata mobil baru yang terparkir di halaman rumah Josh itu untuk keponakan Tuan Grey yang belum lahir. Padahal keponakannya saja belum lahir namun hadiahnya sudah bukan kaleng-kaleng lagi. Alex bahkan masih tak menyangka karena kemungkinan besar anaknya nanti akan jadi ladang dapat rejeki berlimpah dari orang sekitarnya.
"Tapi kan keponakan kakak yang ada di perut Grizz ini ada dua, masa mobilnya cuma satu" ucap Grizz ngelunjak.
Tuan Grey, David, dan Paman Gilbert yang mendengar hal itu hanya bisa menganga lebar. Mereka kira akan mendapatkan ucapan terimakasih, namun ternyata mendapat protesan dari Grizz. Pasalnya anak yang ada di dalam kandungan wanita itu ada dua, sedangkan hadiahnya hanya satu.
Alex yang mendengar hal itu hanya bisa terkekeh pelan. Apalagi melihat ekspresi dari Tuan Grey yang memperhatikan Grizz yang tiada senangnya walaupun dikasih hadiah. Ia pun kalau mau memberi hadiah harus lebih memperhatikan semuanya lagi karena nanti malah salah di mata Grizz.
__ADS_1