Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Perubahan


__ADS_3

Perubahan besar-besaran terjadi di rumah Josh. Pembangunan tanah kosong di samping rumah langsung dilakukan. Terlebih Alex juga akan memindahkan maid dan bodyguardnya ke rumah Josh.


Selama ini mereka dipekerjakan di mansion Alex lainnya namun karena mungkin akan terasa sia-sia sehingga atasannya memindahkan ke sini. Apalagi Alex dan ketiga sahabatnya berencana menggunakan rumah Josh sebagai tempat tinggal utama. Terlebih letaknya yang begitu strategis dan aman.


"Saya ingin design untuk rumah sebelah itu seperti ini. Oh jangan lupakan untuk mengubah ruangan lantai bawah di rumah utama untuk dijadikan kamar. Di sana nanti akan jadi kamar utama Alex dan Grizz, satu minggu lagi harus jadi sebelum wanita hamil itu kembali dari rumah sakit" titah Josh.


"Siap, bos" seru anak buah Josh.


Memang Josh sengaja meminta anak buahnya yang mengerjakan kamar utama Alex. Salah satu anak buahnya itu seorang arsitek. Untuk pembangunan rumah dan kamar akan dikerjakan hampir semua anak buah Alex, Nando, dan Josh. Mereka yang memang dulu rata-ratanya seorang tukang bangunan tentu lebih mengerti hal ini.


Josh tak mau memasukkan orang baru dan luar dalam pembangunan ini. Tentu ini untuk meminimalisir lawan atau musuh untuk masuk dalam area mereka. Untuk gaji pun mereka dibuat double karena harus mengerjakan pekerjaan yang berbeda.


***


Jika di rumah mengalami perubahan besar dalam pembangunan, kini di rumah sakit semua orang dibuat kerepotan. Kerepotan akibat perubahan sikap Grizz yang tambah menyebalkan menurut mereka. Setiap kali dilarang sesuatu, wanita itu akan merengek jika keinginannya tak dituruti.


"Grizz mau pulang. Ayolah... Sedari tadi Grizz nggak dibolehin ngapa-ngapain lho ini. Masa cuma tiduran di atas kasur gini, bosen ihhh" kesal Grizz dengan mengerucutkan bibirnya.


Seperti saat ini, Grizz merengek ingin pulang ke rumah karena tak betah tiduran di atas brankar tempat tidur. Sedari malam saat ia sadar dari tak sadarkan dirinya, ia langsung menginginkan untik infusnya dilepas. Namun Bibi Yun berhasil membujuknya dengan rayuan mautnya.

__ADS_1


"Grizz yang cantik, kalau infusnya dilepas nanti calon anak kamu diberi makan apa dong? Kan kasihan, mereka juga harus makan lho. Kamu juga kan susah makannya sekarang, ini buat kekuatan kamu" ucap Bibi Yun dengan sedikit merayu dan berbohong.


Grizz yang selalu percaya dengan ucapan Bibi Yun pun langsung saja menganggukkan kepalanya. Namun saat bangun dari tidurnya pada pagi hari, Grizz kembali berulah dengan meminta pulang. Alex dan Tuan Grey yang membujuk Grizz hanya bisa mengangkat tangannya. Mereka malah diamuk oleh wanita hamil itu.


"Sayang, adik bayinya itu belum sehat betul lho. Kalau kamu pulang sekarang, kasihan dedek bayinya yang masih sakit" ucap Alex membujuknya.


"Apa sih? Memangnya Kak Alex tahu darimana kalau dedek bayinya masih sakit? Emang Kak Alex tahu dedek bayinya demam atau bersin-bersin gitu" kesal Grizz menyangkal ucapan dari suaminya.


"Kan itu kata dokter, sayang. Calon bayinya masih sakit, Grizz harus tiduran di atas tempat tidur. Kaki Grizz kan juga masih nyeri kan?' ucap Alex dengan lembut.


"Sok tau ih... Emangnya Kak Alex ngerasain rasa kaki Grizz nyeri atau enggaknya? Kan yang sakit itu kakinya Grizz" ucap Grizz mengelak.


"Dek, jangan seperti itulah dengan suamimu. Nanti kalau terlalu galak sama suamimu, semua wajah anakmu bakalan mirip lho sama Alex. Masa iya kamu yang mengandung tapi wajahnya mirip sama Alex semua" ucap Tuan Grey dengan bujukan anehnya.


Tuan Grey berpikir kalau caranya itu akan ampuh. Terlebih seorang perempuan kalau hamil menginginkan anaknya ada yang mirip dengannya. Namun jika tak ada yang mirip dengan ibunya, pasti dia akan mengomelinya. Walaupun ini hanya beberapa saja yang seperti itu, namun Tuan Grey mencobanya dengan cara itu.


"Ya terserah Tuhan yang kasih wajah mirip siapanya lah. Kalau memang mirip Kak Alex, ya nggak papa orang dia juga orangtuanya. Kalau mirip sama Kak Luis, itu baru dipertanyakan" ucap Grizz sewot.


Akhirnya Tuan Grey menyerah untuk membujuk adiknya itu. Baru menasihati tentang tak boleh marah-marah atau sebal dengan Alex saja sudah kena omelan. Tuan Grey memilih untuk duduk saja di kursi sofa bersama dengan Alex. Sedangkan Bibi Yun dan Dara yang memang ikut menunggu Grizz di rumah sakit semalaman pun hanya bisa geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Bibi Yun dan Dara langsung mendekat kearah Grizz yang masih mengerucutkan bibirnya kesal. Ia juga sedang melirik sinis kearah infus yang terpasang pada punggung tangan kirinya. Ia sangat suka jika tangannya ditusuk jarum karena tak bisa bebas ia gerakkan. Bibi Yun mengelus lembut rambut anak perempuannya itu.


"Kalau Grizz mau pulang itu harus ada syaratnya" ucap Bibi Yun mencoba memberi pengertian.


"Apa syaratnya, bu?" tanya Grizz dengan tatapan penasaran.


"Grizz harus banyak makan sayur dan buah. Bahkan makan itu kalau bisa sih lebih dari empat kali dalam sehari" ucap Bibi Yun sambil menahan tawanya.


Pasalnya setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Bibi Yun itu membuat Grizz langsung membulatkan matanya. Bahkan mulutnya seakan menganga tak percaya dengan ucapan Bibi Yun. Grizz yang tak terlalu menyukai sayuran pun hanya bisa menelan ludahnya. Grizz pun memilih pasrah untuk tidak lagi merengek pulang ke rumah.


Padahal kalau pulang nanti, Alex dan yang lainnya juga akan memaksa Grizz makan sayur. Ini srmua demi kesehatan Grizz dan calon bayinya. Saat dulu Grizz masih tinggal bersama orangtuanya, ia lebih memilih makan menggunakan tempe dibandingkan sayur. Kalaupun tak ada lauk, ia lebih memilih makan nasi saja. Itulah yang membuat sampai saat ini Grizz tak terbiasa makan sayuran.


"Baiklah. Grizz akan di sini saja. Grizz emang nggak suka tuh sama jarum infus, tapi lebih tidak mau makan sayuran setiap hari" ucap Grizz dengan lesu.


"Baiklah... Kalau begitu kamu sarapan dulu. Itu ada soup ayam, pasti enak banget tuh kalau dimakan pagi-pagi" ucap Bibi Yun yang langsung mengambil mangkok soup yang ada di atas meja nakas.


"Ish... Katanya nggak makan sayuran. Tapi kok sarapannya pakai soup sih. Mau yang tempe, tahu, dan ayamnya itu saja" protes Grizz sambil menunjuk kearah tiga makanan yang masih berada di atas nakas.


Bibi Yun tak mempedulikan protesan yang dilayangkan oleh Grizz itu. Bibi Yun segera menyuapkan tempe, nasi, dan sedikit sayuran dalam sendok kemudian memaksa Grizz memakannya. Bahkan Dara melotot pada Grizz agar menurut membuat wanita hamil hanya pasrah saja sambil menahan mualnya.

__ADS_1


__ADS_2