
"Grizz..." seru beberapa warga yang melihat kedatangan gadis itu.
Tentunya Grizz yang baru saja keluar dari mobil itu langsung melihat kearah semua warga yang tengah berkumpul dari salah satu rumah tetangganya. Mata mereka terlihat berkaca-kaca karena melihat Grizz yang kini sudah baik-baik saja. Grizz langsung berlari kearah salah satu tetangga samping rumahnya yang dulu selalu ada untuk dirinya itu.
"Ibu, Grizz sekarang sudah bahagia. Terimakasih sudah membantu Grizz selama ini walaupun harus sembunyi-sembunyi" ucap Grizz kepada tetangganya dengan memeluknya dengan erat.
"Puji Tuhan. Syukur nak kalau kamu sekarang sudah bahagia. Mana ini sekarang kamu bersih dan cantik lagi, semoga kamu selalu bahagia dan berada dalam lindungan Tuhan" ucap ibu-ibu itu.
Grizz menganggukkan kepalanya dengan antusias sambil terus memeluk tetangganya itu. Matanya sudah berkaca-kaca namun ia tak ingin menangis untuk saat ini. Apalagi jika nanti sampai kelihatan oleh keluarganya yang bisa saja keluar rumah karena ada keramaian didepan rumahnya. Para tetangga yang lainnya juga terharu atas pertemuan ini dengan seorang gadis yang begitu polos dan tegar dalam kehidupannya.
Para tetangga sebenarnya juga khawatir dengan nasib Grizz yang beberapa hari ini wara-wiri di berbagai media. Tentunya mereka tahu dengan apa yang terjadi, bahkan saat kejadian yang ada di depan kantor polisi tadi. Sedangkan kini Alex dan ketiga sahabatnya segera saja berjalan mendekat kearah Grizz yang masih berpelukan erat dengan tetangganya dan dikelilingi oleh beberapa warga disana.
"Terimakasih sudah membantu istri saya selama ini" ucap Alex dengan nada datarnya.
Grizz segera melepaskan pelukannya dari ibu-ibu itu kemudian mendekat kearah Alex. Semua orang disana yang baru melihat wajah Alex dari dekat pun seketika memundurkan langkahnya kecuali bu-ibu yang tadi berpelukan dengan istrinya. Bahkan mereka terlihat agak jijik saat menatap wajah Alex dan laki-laki itu pun memakluminya.
"Sama-sama, tuan. Lagi pula sudah kewajiban kita sebagai manusia untuk saling tolong menolong" ucap ibu-ibu sambil tersenyum tipis.
"Kalau begitu kami permisi dulu untuk mengurus sesuatu" ucap Alex membuat ibu itu menganggukkan kepalanya mengerti.
Toh mereka semua paham kalau kedatangan Grizz kesini pasti berhubungan dengan kejadian Niken yang datang ke kantor polisi tadi. Tentunya semua kejadian itu mereka tahu saat melihat tayangan TV. Grizz langsung berpamitan kemudian pergi berlalu bersama dengan ketiga sahabat Alex. Alex sedikit berjalan lebih lambat kemudian menyelipkan beberapa lembar uang ke tangan ibu-ibu yang membantu Grizz dulu.
__ADS_1
Alex segera menyusul Grizz dan ketiga sahabatnya meninggalkan warga yang sedikit kebingungan karena melihatnya berjabat tangan dengan salah satu tetangganya. Sedangkan ibu-ibu itu terlihat meneteskan air matanya karena tak menyangka akan diberi sesuatu atas hasil yang ia tabur dulu.
***
Tok... Tok... Tok...
"Kenapa lama banget mereka buka pintunya? Ini masih pagi lho, masa iya udah pada pergi" ucap Grizz dengan kesal.
Sudah hampir 15 menit mereka berdiri didepan pintu dengan saling bergantian mengetuk pintu. Namun tak ada suara yang terdengar dari dalam rumah membuat mereka kesal. Padahal hari masih pagi dan menunjukkan waktu pukul 7 pagi yang kemungkinan mereka masih ada di rumah.
"Mungkin masih tidur" ucap Nicho yang juga kesal.
"Bisa jadi. Mereka kan pemalas" celetuk Grizz membuat yang lainnya hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Grizz..." ucap seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Harto, ayah Grizz.
Harto terlihat memundurkan langkahnya membuat Grizz langsung menyelonong masuk ke dalam rumah itu. Harto terlihat terkejut dengan kehadiran anak perempuannya yang datang ke rumahnya pagi-pagi seperti ini. Sepertinya Harto tak mengetahui perbuatan istrinya kemarin sehingga Grizz bisa datang ke rumah ini.
Alex dan ketiga sahabatnya juga langsung masuk dalam rumah itu meninggalkan Harto yang termenung di dekat pintu masuk. Kini Grizz mencoba meyakinkan hatinya kalau apa yang dilakukannya ini sudah benar dengan menampilkan wajah datarnya. Kelimanya duduk di kursi tamu dengan wajah datar dan angkuhnya.
"Panggilkan istrimu itu" titah Grizz dengan gaya bossynya.
__ADS_1
Tentunya hal itu membuat Harto tampak terkejut dan tersadar dari lamunannya. Ia segera menatap wajah anaknya yang tampak menatap dingin kearahnya. Seketika ia langsung memegang dadanya yang terasa teriris-iris karena sudah tak ada lagi tatapan kasih sayang anaknya itu kepada dirinya. Padahal dulunya Grizz selalu menatapnya dengan tatapan sayang walaupun ia menyakitinya.
"Cepat..." sentak Alex dengan wajah memerah.
Mendengar sentakan dari Alex itu segera saja Harto langsung berlari kecil menuju kamar milik istrinya. Ternyata benar dugaan mereka kalau Niken masih tidur pada jam segini. Mereka hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Sayang, siapkan dirimu" ucap Alex dengan pelan dan dijawab anggukan kepala oleh Grizz.
***
"Niken, apa yang kau perbuat sampai Grizz dan Alex kesini?" pekik Harto tertahan.
Harto sudah berpikiran yang tidak-tidak mengenai Niken yang dicari oleh Grizz. Pasti istrinya itu membuat ulah di belakangnya sampai Grizz dan Alex menyambangi rumahnya pagi sekali. Harto sedari tadi berusaha membangunkan Niken dengan menggoyangkan lengannya namun wanita itu masih lelap.
Karena kesal, Harto langsung mengambil gelas berisi air yang ada diatas meja kemudian meraupkannya pada wajah Niken. Hal ini tentu membuat Niken langsung terbangun dengan rasa yang terkejut. Merasakan wajahnya basah, langsung saja ia bangun dan menatap seseorang yang kini tengah menatapnya dengan tajam.
"Apa-apaan sih? Ini kan basah" ketus Niken.
"Salahnya siapa dibangunin nggak bangun. Kamu buat ulah apa sampai sepagi ini dicariin Grizz dan Alex tuh di ruang tamu?" kesal Harto.
Tentunya dengan adanya masalah ini, pasti ia akan terbawa-bawa. Mendengar adanya Grizz dan Alex ke rumahnya, tentu langsung membuat Niken gelagapan dan bahagia bersamaan. Ia langsung masuk ke kamar mandi dan cuci muka kemudian keluar ke ruang tamu.
__ADS_1
"Akhirnya... Grizz kamu kesini juga. Pasti kamu akan memberikanku uang yang ku minta kan? Iya dong. Kamu kan anak baik dan tak durhaka, pasti akan memberikanku uang yang banyak dong" seru Niken demgan cerocosannya.
Bahkan Harto yang berada di belakangnya hanya bisa mengelus dadanya sabar. Tak menyangka jika istrinya bisa berhalusinasi seperti ini. Padahal sudah jelas kalau mereka kesini untuk memberi Niken pelajaran. Tak mungkin juga mereka berbaik hati mengantarkan uang untuk orang yang sudah menindas Grizz.