
Pesawat yang ditumpangi oleh Grizz mendarat dengan apiknya di landasan pacu Bandara. Grizz segera saja berjalan keluar dari pesawat dengan diikuti oleh dua anak buah Alex. Grizz yang tahu kalau sudah sampai di negaranya pun langsung berlarian cepat untuk keluar dari area landasan.
"Wah... Grizz sudah sampai di sini. Ayo paman, kita harus segera pulang. Kak Alex pasti akan bahagia melihat Grizz sudah kembali" seru Grizz dengan langkah riangnya.
Kedua anak buah Alex hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Grizz yang sangat aktif. Bahkan dengan cepat mereka segera saja berlari menyusul Grizz dengan menarik koper milik gadis itu. Sesampainya di area luar Bandara, Grizz segera saja berhenti dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Ish... Paman pada kemana sih? Kenapa jalannya pada lama sekali?" kesal Grizz sambil menghentakkan kakinya berulangkali.
Grizz tengah mencari keberadaan kedua anak buah Alex yang lama dalam mendekat kearahnya. Padahal ia tadi merasa kalau hanya berlari kecil saja namun dua anak buah Alex tak bisa mengikutinya. Grizz melihat sekeliling yang memang sangat sepi terlebih waktu masih menunjukkan pagi hari.
"Nona... Astaga, kami mencari anda sampai mengelilingi area Bandara ini" ucap salah satu anak buah Alex dengan nafas ngos-ngosan.
Pasalnya tadi mereka kehilangan jejak Grizz membuat keduanya kelimpungan. Grizz begitu lincah dalam berlari dan menyelip diantara banyaknya pengunjung. Hal itu juga yang membuat dua anak buah Alex itu sedikit pusing. Akhirnya setelah mencari Grizz di sekitar semua Bandara, mereka menemukan gadis itu sudah berada di luar. Mereka menghela nafasnya lega saat melihat nona mudanya itu baik-baik saja.
"Ish... Paman gimana sih? Kenapa lama sekali. Ini kita pulangnya naik apa? Apa jalan kaki?" tanya Grizz dengan cerocosannga.
"Itu mobilnya, nona" ucap salah satu anak buah Alex sambil menunjuk kearah mobil yang memang telah bersiap.
Grizz mendengus kesal karena ternyata mobil yang dicarinya itu berada tak jauh darinya. Grizz berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya karena kesal kemudian segera masuk dalam mobil itu. Kedua anak buah Alex hanya bisa pasrah menjadi luapan kekesalan dari Grizz itu. Mereka juga segera saja berjalan kearah mobil itu dan masuk ke dalamnya.
__ADS_1
Alex memang tak ikut menjemput Grizz karena ada urusan pekerjaan. Ia ingin sekali menjemput istrinya itu, namun ini juga karena masalah yang penting dan menyangkut banyak orang. Akhirnya daripada semuanya menjadi masalah, Alex memilih untuk tidak ikut menjemput istrinya pulang.
"Kalau tahu Kak Alex sibuk gini, mending Grizz tetap bersama Kak Rey aja sih" kesal Grizz yang tahu kalau suaminya tak bisa menjemputnya.
"Tapi ini menyangkut hidup orang banyak lho, nona. Kalau Tuan Alex datang ke sini, bisa saja usahanya bangkrut dan karyawan dipecat. Kasihan kan, nona?" tanya salah satu anak buah Alex dengan sedikit melebih-lebihkan.
Padahal semua itu tak benar karena kalau pun bangkrut pasti Alex masih punya usaha lain. Grizz yang mendengar hal itu hanya bisa menganggukkan kepalanya lesu. Ia tak boleh egois dengan mementingkan kebahagiaannya sendiri. Lagi pula Grizz sudah bersama dengan anak buah dari suaminya, jadi tak apa jika Alex mengurus pekerjaannya.
Grizz yang polos hanya bisa percaya pada anak buah Alex. Grizz memilih untuk melihat jalanan kota yang masih sepi itu membuat perjalanan mereka begitu lancar. Tak berapa lama, mobil yang dikendarai oleh salah satu anak buah Alex itu berhenti di sebuah mansion yang begitu Grizz kenali.
"Lho kok kita di sini? Harusnya kan ke rumah Kak Josh" tanya Grizz sambil mengerutkan dahinya bingung.
"Tuan Alex meminta kita berada di sini, nona" ucap salah satu anak buah Alex.
"Kenapa kita turun di sini? Harusnya kan mobil masuk" tanya Grizz dengan tatapan bingungnya.
Pasalnya mansion ini juga terlihat begitu sepi dengan tak adanya bodyguard atau maid yang berjaga. Grizz semakin curiga kalau ada sesuatu yang mencurigakan. Grizz langsung membalikkan badannya dan melihat tiga orang anak buah Alex berubah wajahnya.
Grizz begitu terkejut dan memundurkan langkahnya saat melihat yang berada di hadapannya ini bukanlah anak buah Alex. Sepertinya ada yang memanfaatkan kepergian Grizz tadi dengan menyamar sebagai anak buah Alex.
__ADS_1
"Mau kemana nona cantik? Ayo kita jalan-jalan. Tenang saja, kami akan membawamu pergi dari kehidupan si Alex itu" ucap salah satu diantaranya dengan terkekeh sinis.
Grizz yang mendengar hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan cepat. Grizz tak menyangka, akibat kecerobohannya malah membuatnya dalam bahaya. Grizz kini begitu panik dan ketakutan karena berhadapan dengan orang-orang jahat ini.
Mereka sengaja mengarahkan ke mansion Alex yang terletak di dekat hutan karena memang tempat itu sudah kosong. Mansion Alex memang segera dikosongkan setelah beberapa kali Niken datang ke sana. Namun Grizz tak mengetahuinya sama sekali karena maid dan bodyguard telah dipindah ke rumah Alex yang baru.
"Pergi... Kalian jahat. Grizz nggak suka sama kalian, dasar penjahat" seru Grizz dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kita takkan pergi sebelum kami dapat sesuatu yang berharga darimu. Tentunya kehancuran Alex yang kami cari" ucap salah satu diantara mereka.
Grizz benar-benar ketakutan hingga tak bisa berpikir lagi. Grizz melihat kearah sekitar yang memang sangat sepi. Ia hanya bisa berharap kalau ada seseorang yang bisa menyelamatkannya. Ia yakin kalau anak buah Alex akan selalu mengikutinya dari jauh walaupun dia sering bertingkah ceroboh.
"Tolong... Tolong..." teriak Grizz.
"Berteriaklah sampai suaramu habis" ucapnya sambil terkekeh sinis.
Bahkan mereka bertiga juga terus berjalan kearah Grizz yang memundurkan langkahnya. Grizz seketika saja mempunyai solusi untuk melawan mereka semua. Grizz memencet sebuah tombol yang ada di gelang tangannya secara diam-diam untuk memberi sinyal bahaya. Beruntung kemanapun Grizz berada, ia selalu memakai gelang itu.
Bahkan Grizz tahu kalau gelang itu bisa mengirimkan sebuah lokasi dimana keberadaan pemiliknya. Ia sekarang hanya bisa berharap kalau sinyal yang diberikannya itu sampai pada orang-orang itu.
__ADS_1
"Nggak usah berdo'a kalau pada akhirnya kamu akan mati. Tenang saja, nanti suamimu itu pasti akan menyusulmu mati kok" ucap salah satu diantara mereka.
Grizz tak menggubris ucapan mereka karena yang terpenting ia sudah berdo'a untuk diberikan pertolongan. Ia yakin kalau Tuhan akan mampu mendengar do'a dari pengikutnya.