
"Grizz, stop it" kesal Dara mendengar celotehan Grizz mengenai kebaikan dari Luis.
Bahkan Grizz sama sekali tidak memberikan kesempatan kepada Dara untuk mengungkapkan pendapatnya. Grizz yang asyik berceloteh itu membuatnya sangat susah untuk menghentikannya. Yang lebih menyebalkan lagi, Grizz memuji Luis setinggi langit padahal itu hanya modusnya saja agar Dara mau menyetujui menikah dengan Luis.
"Ish... Dara tunggu dulu deh. Kamu harus dengar dengan semua yang aku ucapkan. Pasti suatu saat nanti akan penting bagimu" ucap Grizz yang protes akan ucapan Dara.
"Dara nggak butuh itu. Dara bisa mengenal dan menilai Tuan Luis seperti apa dengan sendirinya. Yang paling utama di sini adalah aku belum punya perasaan apapun pada dia" ucap Dara dengan tegas.
Tentu saja ia bukanlah Grizz yang mau menerima dengan cepat sebuah pernikahan. Ia tak mau pasrah menerima takdirnya yang akan menikah dengan alasan menghindari perjodohan orangtuanya. Ia masih ingin mencoba untuk berbicara kepada kedua orangtuanya agar tak ada hal seperti ini. Terlebih Grizz sama sekali tak bersalah dalam hal ini.
Ia tak mau Grizz disalahkan oleh kedua orangtuanya tentang perubahan sikap dan sifatnya. Ia memang begini adanya yang tak suka dikekang dan ingin kebebasan. Lagi pula ia jarang berada di rumah dan memilih tinggal bersama Grizz karena selalu merasa kesepian. Di rumah jarang sekali Dara bertemu dengan orangtuanya, membuat ia malas untuk pulang.
"Baiklah, terserah Dara saja. Tapi asal Dara ingat, cinta datang karena terbiasa melakukan semuanya sama-sama. Perasaan nyaman dan aman membuat cinta itu tumbuh. Contohnya Grizz dan Kak Alex" ucap Grizz sambil tersenyum manis.
Dara yang mendengar ucapan itu langsung mengingat mengenai apa yang diucapkan oleh Luis kemarin. Memang benar adanya kalau cinta hadir tanpa disangka. Bahkan karena terlalu sering bersama pun bisa menimbulkan getaran cinta itu hadir.
Namun ia tak mau melakukan cara instant demi keuntungan pribadinya. Walaupun Luis sudah tahu dan takkan merasa dimanfaatkan olehnya, namun Dara tak mau melakukan itu. Ia ingin Luis menerima dan mencintainya begitu juga dengan dirinya.
__ADS_1
***
Dara memilih kembali pulang ke rumahnya tadi saat bersamaan dengan Grizz berangkat kuliah. Dara kembali membolos sekolah demi menemui orangtuanya. Ia diantarkan oleh anak buah Alex yang menjaganya dan juga Luis.
"Seharusnya anda tak perlu repot-repot mengantarkan saya pulang, Tuan Luis. Lagi pula sudah anak buah Tuan Alex yang menjaga. Bahkan seharusnya Grizz yang perlu anda jaga lebih instens" ucap Dara sedikit hati-hati dalam menegur Luis.
"Masalah anda itu sudah menjadi permasalahan saya. Nona Grizz sudah mengijinkan saya agar bisa mendampingi anda. Lagi pula saya sedikit merasakan kalau akan terjadi sesuatu pada anda saat bertemu dengan orangtua" ucap Luis mengutarakan kekhawatirannya.
Dara hanya diam saja dan tak menanggapi apapun mengenai ucapan Luis. Walaupun yang diucapkan oleh Luis itu benar adanya karena ia juga merasakan hal yang sama. Namun ia tak mau mengungkapkan perasaan gundahnya itu kepada Luis. Toh... Belum tentu juga apa yang ia pikirkan atau rasakan itu akan terjadi.
Mobil yang dikendarai oleh salah satu anak buah Alex itu berhenti di depan sebuah rumah mewah berlantai dua. Di halaman rumah ada beberapa mobil yang asing pada penglihatan Dara. Namun Dara merasa cuek saja dan memilih keluar dari mobil bersama dengan Luis yang menemani.
Semua orang yang ada di ruang tamu tentu saja langsung mengalihkan pandangannya. Kedua orangtua Dara yang melihat anaknya pulang pun segera saja berdiri. Saat keduanya akan mendekat kearah Dara, tiba-tiba mereka langsung menghentikan langkahnya. Terlebih saat melihat adanya Luis yang berdiri di belakang Dara.
Tubuh keduanya menegang karena melihat tatapan tajam nan intens yang dilayangkan pada mereka. Tentu saja ini merupakan alarm bahaya yang bisa saja mengancam bisnis atau kehidupan mereka. Mereka berdua kemudian saling pandang dan memberi kode pada Dara agar segera duduk di ruang tamu.
"Selamat siang, tuan dan nyonya. Maaf jika kehadiran saya mengganggu acara kalian. Saya di sini untuk memastikan kalau Nona Dara baik-baik saja" ucap Luis dengan penuh penekanan.
__ADS_1
Kalimat sindiran yang dilayangkan oleh Luis itu membuat tubuh kedua orangtua Dara menegang. Mereka tak menyangka kalau kehadiran Luis bertepatan dengan datangnya calon suami dari Dara. Bahkan kini empat tamu yang hadir dan duduk di ruangan itu segera berdiri melihat calon besannya mematung di tempatnya.
"Siapa dia, mbak? Apakah kekasih Dara? Kalau iya, tolong untuk segera diputuskan. Kan Dara mau menikah dengan anakku. Aku tak ingin ya kalau anakku itu jadi orang ketiga diantara hubungan seseorang" ucap seorang ibu-ibu dengan mulut nyinyirnya.
Dara yang mendengar apa yang diucapkan oleh ibu-ibu itu menganga tak percaya. Ia menatap kedua orangtuanya yang sepertinya memang bersungguh-sungguh ingin menjodohkannya tanpa persetujuan darinya. Dara sungguh kesal bahkan kini menatap tajam mereka.
Namun keduanya tak bisa berkutik saat melirik kearah Luis yang masih berdiri di sana. Tak mungkin mereka membahas ini jika ada Luis di sini. Bahkan terlihat sekali tatapannya tambah menajam dan terlihat emosi setelah mendengar apa yang diucapkan oleh calon besannya.
"Kalian mau menjodohkanku tanpa persetujuan dariku dulu? Bahkan kalian tak tahu apa yang aku inginkan selama ini. Aku berubah bukan karena berteman dengan Grizz. Justru Grizz yang selama ini memintaku sering menjenguk dan menghubungi kalian. Bukan dengan cara seperti ini kalian menahanku agar sering-sering di rumah. Aku sungguh muak dengan apa yang kalian rencakan" seru Dara dengan mata yang berkaca-kaca.
Sontak saja kedua orangtua Dara tersentak kaget. Kemarin Dara memang hanya bilang kalau Grizz bukan penyebab dari perubahannya. Namun keduanya sama sekali tak percaya. Sekarang setelah menjelaskan mengenai apa yang terjadi, mereka malah semakin terkejut.
"Benar dengan apa yang diucapkan oleh Nona Dara. Bahkan Nona Grizz sama sekali tak memberikan pengaruh buruk pada Nona Dara. Nona Grizz terlalu polos untuk mempengaruhi seseorang yang jauh lebih dewasa pikirannya" ucap Luis memperkuat alasan dari Dara.
"Hei... Siapa anda? Cuma pesuruh atau bodyguard dari Dara saja sudah mau ikut campur. Ini urusan keluarga, jangan ikut campur" teriak seorang laki-laki dewasa seumuran dengan Luis.
Laki-laki dewasa yang tak lain adalah orang yang akan diodohkan dengan Dara. Entah kurang update atau tak pernah membaca majalah bisnis, namun laki-laki itu sepertinya tak mengenali Luis. Sedangkan seorang perempuan muda yang berada di samping laki-laki itu menatap tak percaya kearah semua orang di sana.
__ADS_1
Tak hanya itu, kedua orangtua Dara bahkan sampai menepuk dahinya pelan. Mereka kini semakin panik dan ketakutan karena ternyata orang yang akan menjadi calon suami anaknya malah menantang maut.