Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Kedatangan Dara


__ADS_3

Tiga hari menjelang pernikahan antara Grizz dan Alex, semua media berbondong-bondong mencari tahu tentang latar belakang sosok calon istri raja bisnis itu. Namun semua akses benar-benar tertutup rapat bagi siapapun bahkan mereka tak tahu siapa nama asli pengantin wanitanya.


Sudah Alex katakan kalau calon istrinya akan ia beritahukan ke media setelah acara respsi dilaksanakan namun tetap saja mereka tak sabaran. Terbukti kini didepan perusahaan sudah ada banyak sekali awak media yang menunggu kedatangan Alex dan Luis.


Mereka begitu penasaran dengan sosok calon istri Alex yang bisa menaklukkan laki-laki kaya itu. Bahkan di media sosial sudah banyak gunjingan dilayangkan kepada Grizz karena mau menerima Alex menjadi suaminya padahal laki-laki itu berwajah cacat.


"Aku yakin kalau wanita itu hanya ingin hartanya tuan Alex saja".


"Jangan pada berprasangka buruk dulu".


"Tak mungkin tuan Alex sembarangan memilih seorang pendamping".


Beruntungnya Grizz tak mempunyai sosial media hingga tak melihat cuitan-cuitan menyakitkan hati itu. Namun keadaan berbeda dirasakan oleh Alex yang begitu marah karena Grizz dipojokkan.


"Tutup semua media yang memberikan artikel sampah itu" kesal Alex memberi perintah pada Luis.


Luis segera menjalankan perintah dari bosnya itu. Ia juga tak rela jika nonanya dituduh memanfaatkan Alex. Tak berapa lama berita yang menyudutkan Grizz itu hilang dari peredaran membuat beberapa netizen kecewa. Mereka hanya bisa melihat berita tentang pernikahannya pada hari H.


***


"Kenapa Grizz nggak kasih tahu kalau mau nikah besok minggu?" Seru Dara diseberang telfon sana.


Dara baru saja diberitahu oleh ayahnya bahwa mendapatkan undangan dari tuan Alex. Sontak saja Dara terkejut terlebih ia tahu siapa mempelai wanitanya, namun yang membuatnya kesal adalah Grizz tak memberitahunya. Harusnya sebagai seorang sahabat dirinya diundang oleh Grizz sendiri.


"Maafkan Grizz, Dara. Grizz lupa, lagi pula sekarang kan Dara udah tahu hehe" ucap Grizz dengan sedikit menyengir lucu walaupun tak terlihat oleh gadis diseberangnya.

__ADS_1


Sebenarnya bukan maksud Grizz tak memberitahu sahabatnya kapan pernikahan itu dilangsungkan, namun ia saja baru tahu beberapa hari yang lalu. Bahkan ia juga tak dilibatkan secara langsung dalam rencana ini. Ia kini juga tengah menutupi kepiluan hatinya karena merasa bahwa Alex hanya ingin menang sendiri tanpa memikirkan perasaannya.


"Huh... Share lokasi dimana kamu tinggal. Aku akan kesana menemuimu" seru Dara tak mau tahu.


Bahkan Dara langsung saja mematikan panggilannya tanpa menunggu jawaban dari Grizz. Grizz hanya bisa menggerutu kesal dengan tingkah laku sahabatnya yang pemaksa itu. Ia kan harus meminta ijin dulu pada pemilik rumah ini jika menemui tamu.


"Gimana minta ijinnya ini? Huh... Dara juga sih aneh-aneh aja mau pakai kesini segala" gerutunya.


Mau tak mau Grizz keluar dari kamarnua untuk mencari keberadaan Alex. Sebelum memberikan lokasi rumah ini tentunya itu harus atas persetujuan pemiliknya dulu. Grizz tak boleh lancang.


***


"Ibu, tuan Alex ada dimana? Grizz mau minta ijin kalau Dara mau kesini" ucap Grizz memberitahu tujuannya.


"Telfon saja, nak. Alex dan Luis kan kalau jam segini masih kerja di kantornya" saran Bibi Yun.


Grizz menepuk dahinya pelan karena bisa-bisanya dia lupa kalau sekarang masihlah pagi. Tentunya Alex dan Luis masih bekerja, berbeda dengan dirinya yang sudah seperti pengangguran hanya tidur dan makan saja. Grizz menganggukkan kepalanya kemudian berjalan kembali menuju kamarnya.


***


"Nona, ada teman anda di ruang tamu" suara itu muncul dari sebuah alat interkom yang terpasang diatas nakas kamar Grizz.


Setelah tadi Grizz meminta ijin Alex, ternyata laki-laki itu mengijinkan Dara mengungjunginya di mansion. Dengan catatan bahwa mereka tak boleh keluar area mansion. Walaupun hanya bisa didalam mansion, namun itu sudah membuat Grizz bahagia karena bisa bertemu dengan sahabat satu-satunya itu.


Grizz dengan semangat segera saja berjalan keluar dari kamarnya. Ia bahkan berlari kecil demi bisa segera menemui Dara. Tak berapa lama, sampailah ia di ruang tamu dan terlihat Dara sedang menatap kagum semua isi mansion yang ada di sekitarnya.

__ADS_1


"Ish... Dara norak, kaya nggak pernah aja lihat barang mewah" ledek Grizz tiba-tiba.


Padahal saat dirinya masuk ke mansion ini pertama kali juga bersikap seperti Dara. Bahkan mungkin saja lebih norak sikapnya dibanding Dara yang sudah biasa hidup dalam gelimang harta. Dara yang mendengar ledekan dari Grizz pun mengalihkan pandangannya kearah sang empu yang menampilkan wajah tanpa bersalahnya.


"Bocil... Gue kangen banget nih sama loe" pekik Dara menggunakan bahasa gaulnya saat melihat kehadiran Grizz.


Bahkan Dara tak membahas sama sekali tentang ledekan Grizz karena terlalu bahagia bertemu dengan sahabatnya. Sudah beberapa hari tak bertemu bahkan jarang saling berkomunikasi membuat Dara begitu rindu dengan sahabat polosnya itu. Dara bahkan kini langsung saja memeluk Grizz dengan eratnya membuat gadis polos itu sesak.


"Ya ampun Dara... Sesek..." seru Grizz memberontak didalam pelukan sahabatnya.


Dara yang mendengar hal itu langsung saja melepaskan pelukannya dari Grizz kemudian menyengir dengan tatapan tak bersalah sama sekali. Sedangkan Grizz langsung meraup nafas sebanyak-banyaknya untuk menetralkan rasa sesak di dadanya.


"Dara nggak boleh peluk-peluk Grizz lagi ya. Bisa-bisa badan Grizz jadi gepeng karena pelukannya kuat banget" kesalnya sambil mengerucutkan bibirnya.


Kini Grizz segera saja duduk di sofa yang ada disana diikuti oleh Dara. Dara masih menatap kagum kearah segala arah yang ada di ruang tamu ini. Sedangkan Grizz melihat Dara dengan tatapan anehnya.


"Ini mansion apa istana? Mansionku saja tak semewah ini lho" ucap Dara penuh kagum.


"Ini gubuk, Dara" ketus Grizz.


Grizz ini benar-benar masih kesal dengan sikap Dara yang seenaknya sendiri untuk datang ke rumah ini. Terlebih ia harus sekuat tenaga membujuk Alex agar Dara diijinkan datang ke mansion. Lalu tadi Grizz dibuat kesal karena Dara yang memeluknya begitu erat. Sepertinya kedatangan Dara membuat mood Grizz memburuk.


"Ish... Grizz mah sewot mulu sama Dara. Oh ya Dara kan kesini mau nanyain tentang pernikahan kamu" pekik Dara setelah mengingat tujuannya menemui Grizz.


Bahkan Dara kini langsung saja beranjak dari tempat duduknya menjadi lebih dekat dengan Grizz. Dara menatap tajam dan penasaran kearah Grizz agar gadis itu segera menjelaskan tentang rencana pernikahannya yang dimajukan secara mendadak. Terlebih Grizz tak memberitahunya secara langsung.

__ADS_1


__ADS_2