
Enghhhh...
Suara lenguhan terdengar saat semua sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Sudah hampir dua jam Grizz terbaring namun baru menit ini juga ia terbangun dari pingsannya. Alex yang memang berada disampingnya langsung menekan tombol diatas brankar Grizz untuk memanggil dokter dan perawat. Sedangkan Bibi Yun, Dara, Felix, dan Luis segera saja mendekat kearah brankar Grizz.
Mata Grizz mengerjap dengan sebelah tangannya dipegang erat oleh Alex. Melihat Grizz siuman membuat hati Alex yang sebelumnya sendu berubah menjadi sejuk dan berbunga-bunga bagaikan tanaman yang sudah disiram air. Melihat Grizz kini telah membuka matanya dengan sempurna bahkan melihat kearah sekelilingnya langsung membuat senyum Alex terbit.
"Tolong... Tolongin Grizz... Lift dan lampunya mati... Tolong..." teriak Grizz tiba-tiba.
Bahkan kini Grizz langsung menggeleng-gelengkan kepalanya karena mengingat kejadian didalam lift. Kedua tangan Grizz pun langsung menutup matanya seakan-akan dia masih berada didalam lift. Semua yang ada disana terutama Alex begitu panik melihat apa yang terjadi dengan Grizz.
"Peluk Grizz, Alex" titah Bibi Yun kepada laki-laki itu.
Grizz yang terus bergerak membuat mereka takut jika nanti selang infus dan oksigennya lepas dari tempatnya. Alex yang terkejut dan linglung pun langsung didorong oleh Luis agar segera memeluk juga menenangkan Grizz. Alex ingin marah pada yang mendorongnya pasalnya bisa saja nanti malah menindih istrinya. Namun semua itu ia urungkan karena memang sekarang waktunya dia harus bisa menenangkan sang istri.
Alex langsung memeluk tubuh Grizz dengan eratnya dengan keduanya langsung dipegang olehnya. Grizz masih terus menangis sambil menutup matanya, ia benar-benar takut saat bayang-bayang kegelapan juga pergerakan lift yang bergerak dengan cepatnya.
"Liftnya terlalu cepat bergerak... Tolong..." teriaknya.
__ADS_1
"Kamu aman disini. Tenang ya, kamu sekarang sudah aman" bisik Alex tepat pada telinga Grizz.
"Enggak, Grizz nggak mau nak lift lagi" teriaknya.
Astaga... Alex merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada istrinya itu. Kalau kejadiannya seperti ini, sudah dipastikan ia takkan pernah memasang list dengan sistem kode seperti ini. Bodohnya dia yang juga memberitahu semua pekerjanya tentang cara mengubah kode sistem acak ini kepada mereka. Kalau ada pengkhianat tentunya bisa mencelakai orang-orang yang setia disampingnya.
"Felix, Luis... Panggil dokternya, kenapa lama sekali mereka datang" kesal Alex dengan sedikit melirik kearah dua orang yang ada dibelakangnya itu.
Keduanya segera pergi mencari dokter dan perawat yang memang sedari awal mengerti kondisi Grizz. Sedangkan Bibi Yun langsung mendekat kearah Alex kemudian mengelus punggungnya dengan lembut. Emosi Alex yang tak terkendali karena keadaan Grizz seperti ini membuat semua akan kena amarahnya.
Sedangkan Dara mendekati Grizz kemudian mengelus punggungnya dengan lembut. Alex yang memang kaku dalam menghadapi perempuan pun begitu beruntung dengan adanya Dara dan Bibi Yun yang terus memberitahu bagaimana cara menenangkan Grizz. Bahkan keduanya membantu mengucapkan beberapa kalimat penenang untuk Grizz.
Dara benar-benar tak tega melihat kondisi Grizz yang seperti ini. Biasanya ia melihat Grizz yang ceria namun kini sosok itu malah terbaring diatas brankar rumah sakit akibat dari ulah oknum tak bertanggungjawab. Ia akan terus menemani Grizz sampai nantinya gadis itu sembuh dan kembali seperti biasanya.
Tak berapa lama, Luis dan Felix datang bersama dengan seorang dokter yang ditarik oleh keduanya. Bahkan ada beberapa perawat disana yang menundukkan kepalanya takut. Ruangan khusus yang dipakai oleh Grizz ini memang tombolnya juga dikhususkan bagi perawat dan dokter yang bersangkutan saja. Entah darimana mereka sehingga sangat lah lama datangnya.
Alex melepaskan pelukannya dari Grizz dengan yang lainnya langsung sedikit menjauh dari brankar kecuali Dara. Tangan Dara dipegang erat oleh Grizz membuatnya tak tega jika harus meninggalkannya. Dokter dan perawat itu langsung merangsek maju ke dekat brankar Grizz kemudian memeriksanya dengan teliti. Sedangkan Grizz sendiri kondsinya sudah lebih tenang walaupun masih ada gumaman dan isakan lirih.
__ADS_1
"Sesuai dengan apa yang saya katakan dari awal. Kondisi fisiknya sudah lebih baik namun untuk psikisnya perlu penanganan lebih lanjut. Dukungan dari orang-orang terdekatnya lah yang kini berperan dalam kesembuhannya. Untuk sementara jauhkan pasien dari tempat kejadian kemarin sampai dia bisa menerima kenyataannya" ucap dokter itu menjelaskan.
Dokter sudah mengetahui tentang apa yang terjadi karena Bibi Yun yang menjelaskannya. Hal ini sangat penting agar dokter bisa tahu apa yang bisa dilakukannya dan memprediksi apa yang terjadi. Namun diam-diam semua menghela nafasnya lega karena kondisi Grizz yang setidaknya baik-baik saja.
"Sebenarnya darimana kalian? Saya sudah meminta dokter dan perawat khusus untuk menangani istri saya. Namun kenapa pelayanannya lelet sekali" tanya Alex dengan wajah datarnya.
Setelah memastikan kondisi Grizz dan istrinya itu tertidur karena disuntikkan obat penenang agar pasien bisa istirahat, Alex langsung mencecar beberapa pertanyaan kepada dokter juga perawat itu. Mereka bertiga gelagapan karena bingung akan menjawab apa. Terlebih kini Felix dan Luis juga menatap keduanya dengan tatapan tajamnya.
"Tadi kami disuruh pihak rumah sakit memeriksa pasien lan, padahal kami sudah bicara tentang nona Grizz yang harus kami utamakan. Bahkan kami tadi baru selesai memeriksa pasien itu saat ditarik kesini" ucap dokter itu dengan sedikit menunduk.
Setidaknya kalau rumah sakit ini tak bisa menyediakan fasilitas dokter dan perawat khusus akan lebih baik jika ditiadakan saja. Pasalnya mereka yang membayar menggunakan fasilitas khusus itu harus membayar hampir 3 kali lipatnya. Hal ini tentunya sangat merugikan jika sampai sudah membayar mahal namun tak mendapatkan pelayanan yang sesuai. Jika Alex protes juga ini memang kesalahan manajemen rumah sakit yang mengadakan fasilitas seperti ini.
Dokter dan perawat itu segera pergi setelah diusir oleh Felix dan Luis. Alex bahkan terdiam kemudian pergi dari ruangan Grizz. Namun sebelum itu ia menitipkan istrinya kepada Bibi Yun dan Dara. Ketiganya berjalan keluar dari ruangan Grizz dengan wajah datarnya.
"Jaga ruangan ini. Jangan biarkan siapapun masuk sampai saya datang" titah Alex.
Bodyguard yang mendengar perintah dari Alex tentunya menganggukkan kepalanya mengerti. Ketiganya segera berjalan untuk menemui manajemen rumah sakit ini. Ia ingin melakukan protes terhadap apa yang didapatnya. Bukannya ia tak mau berbagi dokter dan perawat, namun sekali lagi ini adalah fasilitas yang dipilihnya dengan sesuatu yang khusus.
__ADS_1
"Siap-siap rumah sakit ini bakalan di akuisisi sama si bos" bisik Felix kepada Luis.
Luis hanya menghela nafasnya pasrah karena jika memang apa yang diucapkan oleh Felix itu benar adanya, pekerjaannya pasti akan bertambah banyak. Terutama mengubah seluruh manajemen rumah sakit ini agar kedepannya lebih baik lagi dalam pelayanan. Rumah sakit ini memang yang paling dekat dengan mansion Alex sehingga mereka lebih memilih disini bukan di salah satu aset dari laki-laki itu.