
Suasana kampus mendadak heboh karena kejadian Grizz yang dibawa oleh kedua bodyguard perempuannya. Apalagi Grizz dalam keadaan pucat dan kakinya sampai keluar darah. Terlebih setelah melihat itu, banyak sekali anak buah Alex yang merangsek masuk dalam kampus ini.
Sontak saja hal ini membuat pihak kampus yang diberi laporan akan adanya kejadian ini langsung bertindak. Mereka memeriksa CCTV yang ada di kelas dan semuanya hanya bisa menahan nafasnya. Akhirnya pihak kampus lebih memilih untuk meniadakan semua kuliah hari ini dan esok karena pasti akan ada penyelidikan oleh pihak dari Alex.
"Tolong catat semua nama mahasiswa yang ada di kelas ini dan ada pada saat kejadian. Besok kami akan ke sini untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, juga menelusuri beberapa motif yang mungkin saja jadi alasannya" seru salah satu anak buah Alex memberi perintah pada salah satu dosen yang tadi hendak masuk ke ruang kelas itu.
Dosen itu segera mencatat semuanya dan diberikan pada anak buah Alex. Setelahnya anak buah Alex meninggalkan tempat kejadian walaupun ada yang beberapa tinggal di sana. Terlebih nanti pasti ada banyak media yang dengan cepat mengendus kasus seperti ini.
"Ibu tak menyangka, kenapa bisa terjadi kejadian seperti ini di kampus kita? Apa hukuman yang diberikan oleh pihak kampus pada kalian bertiga itu masih berkurang? Sudah banyak kasus kalian di kampus ini, setelah ini pasti petinggi kampus juga akan bergerak" kesal seorang dewan kedisiplinan di kampus itu, Ibu Meta.
"Padahal kami mendorongnya hanya pelan lho. Dianya saja yang lebay pakai jatuh segala di lantai" elak Angeline.
Angeline, Adelia, dan Beby kini tengah dipanggil oleh dewan kedisiplinan kampus atas kasus yang tengah terjadi. Ibu Meta hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah dari ketiganya yang tiada jeranya. Padahal sudah seringkali diingatkan untuk tak membuat masalah, namun malah makin menjadi.
Mungkin sebelumnya mahasiswa lain takkan berani mengadu atau memberi pelajaran pada ketiganya. Namun kali ini, sepertinya mereka salah lawan. Terlebih yang dihadapi saat ini adalah Grizz yang notabene istri Alex. Bahkan kekuasaannya di kampus ini melebihi kedua orangtua mereka bertiga.
"Kali ini, tamatlah riwayat kalian. Kalian salah lawan, bahkan mungkin uang orangtua kalian semua takkan berguna untuk membuat lawanmu tutup mulut" ucap Ibu Meta sambil menghela nafasnya lelah.
Ada rasa takut dari ketiganya setelah mendengar kalimat yang diucapkan oleh Ibu Meta. Bahkan terlihat kalau wajah ketiganya sudah pucat pasi. Selama ini memang uang orangtua mereka yang membungkam para korban bullyan ketiganya. Untuk kali ini, mereka tak bisa membayangkannya.
***
__ADS_1
Alex yang berada di perusahaannya mendadak gelisah. Bahkan sedari tadi ia tak bisa fokus dengan pekerjaan yang ada di depannya itu. Pikirannya selalu tertuju pada Grizz yang ada di kampusnya.
Bahkan ketiga sahabatnya yang menemani Alex itu menatap aneh pada laki-laki itu. Mereka melihat Alex yang tampak frustasi dengan berulangkali menghela nafasnya kasar. Ketiga sahabat Alex yang sudah sangat penasaran pun memilih untuk mendekati laki-laki itu.
"Loe kenapa sih, Lex?" tanya Nicho yang duduk di kursi depan meja kerja sahabatnya.
"Kok gue kepikiran sama Grizz ya. Kaya ngerasa ada sesuatu yang terjadi sama dia dan gue takut kalau Grizz juga anak gue terluka" ucap Alex mengungkapkan kekhawatirannya.
"Hubungi Nela, Josh" ucap Nicho memberi perintah pada sahabatnya.
Tak ingin bertanya-tanya dan berpikiran negatif, Nicho meminta pada Josh agar menghubungi bodyguard Grizz. Josh pun segera menjauh untuk menghubungi si kembar itu, namun belum juga diangkat. Akhirnya Josh memilih untuk menghubungi anak buah Alex.
Josh segera berjalan mendekat kearah Alex dan sahabatnya yang lain dengan raut paniknya. Josh pun sebenarnya masih linglung dengan apa yang terjadi. Namun ia harus segera menyampaikan kabar ini pada Alex walaupun sahabatnya itu pasti akan murka.
"Lex, Grizz masuk rumah sakit. Ada permasalahan di kampus, tapi kini ditangani oleh anak buahmu. Ada Paman Gilbert juga yang lagi menuju ke kampus" ucap Josh dengan cepat.
Sontak saja Alex, Nicho, dan Nando langsung berdiri dari duduknya. Ketiganya terkejut dengan berita yang baru saja terdengar. Segera saja keempatnya langsung berlari keluar ruangan untuk menuju ke rumah sakit yang diberitahukan oleh anak buah Alex.
"Luis, Grizz masuk rumah sakit. Handle dulu semua pekerjaan Alex, minta bantuan sama Felix dan yang lainnya. Kalau nanti situasi sudah memungkinkan, gue bakalan balik ke sini buat bantuin loe" ucap Nicho yang berlari paling belakang.
Mau bagaimanapun juga, Nicho masih berpikir lurus untuk tak langsung pergi. Terlebih pekerjaan Alex sangat banyak, jadi kalau ditinggalkan seenaknya tanpa memberi pesan pada sekretarisnya pastinya akan kacau semua.
__ADS_1
Luis yang mendengar apa yang diucapkan oleh Nicho pun sangat terkejut. Untuk bertanya lebih lanjut, sepertinya ini bukan waktunya. Pasalnya semuanya masih tengah panik dan belum bisa diajak bicara. Luis hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap kepergian Nicho yang berlari.
"Semoga anda baik-baik saja, nona. Ada calon keponakanku yang harus anda jaga dan tak lupa kalau sebentar lagi ada lamaran juga pernikahanku. Ku harap anda sehat dan bisa menemani kami semua menuju kebahagiaan" gumam Luis penuh harap.
***
Alex, Nando, dan Josh sudah sampai di rumah sakit. Sedangkan Nicho yang memang tak bersama dengan mereka itu, sampai beberapa menit selang kedatangan mereka. Mereka masuk dalam rumah sakit sesuai arahan dari anak buah Alex untuk menuju langsung pada ruang IGD.
Sesampainya di sana, beberapa anak buah Alex yang berjaga langsung menundukkan kepalanya. Mereka siap mendapatkan hukuman karena lalai menjaga Grizz terutama Nela dan Neli. Sungguh ini kejadian juga di luar prediksi mereka.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Alex dengan nada datarnya entah pada siapa.
"Kami kurang tahu mengenai kejadian sebenarnya, tuan. Tadi kami berdua menunggu di luar kelas, tiba-tiba saja ada salah satu mahasiswa keluar dan mendekati kami. Dia melaporkan bahwa Nona Grizz jatuh karena didorong. Maafkan kami karena sudah lalai menjaga nona" ucap Nela dengan tegasnya.
"Kalian sudah cek CCTV?" tanya Alex.
"Sudah, tuan. Tadi saya yang memeriksanya. Memang benar adanya kalau Nona Grizz jatuh ke lantai karena didorong oleh beberapa mahasiswa kakak tingkatnya. Saya sudah mengamankan rekaman CCTV itu" ucap salah satu anak buah Alex yang bernama Agustino.
Alex terdiam mendengar apa yang diucapkan oleh anak buahnya itu. Ini bukan salah mereka yang tak bisa menjaga Grizz, namun memang peraturan kampus tak mengijinkan bodyguard berada dalam kelas. Nela dan Neli tak mungkin bisa mengawasi Grizz saat masih berada di dalam kelas.
Alex dan ketiga sahabatnya hanya bisa terdiam sambil mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini. Apalagi ini nanti akan menyangkut pada Tuan Grey yang tentunya marah besar karena adiknya terluka. Mereka duduk di depan pintu ruang IGD sambil menunggu kabar dari dokter yang memeriksa Grizz.
__ADS_1