Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Kesal


__ADS_3

Grizz dan Ima makan sambil beberapa kali melontarkan candaan. Walaupun candaan yang dilontarkan oleh keduanya itu sungguh aneh, namun mereka berdua menikmati moment itu. Saat keduanya tengah asyik bercanda, tiba-tiba saja ada tiga orang perempuan berambut pirang datang dan berdiri di depan kursi keduanya.


Grizz dan Ima yang merasa diperhatikan pun langsung menengadahkan kepalanya kearah tiga gadis itu. Grizz menatap aneh kearah ketiganya yang seakan melayangkan tatapan benci kearahnya.


"Jangan sok cantik. Di sini yang paling cantik dan kaya itu aku. Kalau kau macam-macam dan berniat mencari perhatian mahasiswa yang ada di sini, langkahi dulu diriku" ucap salah satu dari mereka dengan membisikkan sesuatu tepat di telinga Grizz.


Grizz yang memang otaknya agak lemot kalau mengenai hal selain materi pelajaran pun langsung menatap penasaran kearah mereka. Bahkan Grizz langsung saja berdiri, kemudian berjalan dengan pelan dan melangkahkan kakinya melewati seorang gadis yang membisikkannya sesuatu itu.


"Grizz udah melangkahi kakak lho ini. Tapi Grizz nggak berniat macam-macam di sini. Grizz hanya kuliah aja di sini kok, lagian kalau memang pada menilai aku cantik itu ya berarti salahkan mereka dong. Masa nyalahin aku yang nggak tahu apa-apa" kesal Grizz sambil mengerucutkan bibirnya.


Ketiga gadis yang ada di dekat keduanya itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Mereka menatap tak percaya kearah Grizz yang begitu polosnya malah mengucapkan hal itu. Bahkan Grizz sama sekali tak terlihat takut dengan ancaman dari salah satu dari mereka. Sebenarnya bukannya Grizz tidak takut, namun ia tak paham dengan maksud dari ketiga gadis di depannya ini.


"Kalian namanya siapa sih? Kok Grizz nggak pernah lihat kalian ada di kelas ini. Kakak tingkat ya?" tanya Grizz dengan tatapan penasarannya.


"Ya, kita kakak tingkat dan penguasa di sini. Jadi jangan sok cantik" seru salah satu diantara mereka yang bernama Angeline.


Angeline, Beby, dan Adelia adalah salah satu kelompok gadis yang paling berkuasa di kampus itu. Mereka adalah sekelompok gadis yang tak suka jika ada yang bisa menyaingi ketiganya. Bahkan teman satu angkatannya saja selalu menjadi bahan bullyan jika sampai melebihinya.


Sekarang kekuasaan mereka terancam karena kedatangan Grizz yang wajahnya cantik bak boneka. Namun mereka sepertinya tidak mengetahui kalau Grizz ini merupakan istri dari Alex. Pasalnya kalau tahu istri seorang Alex maka mereka takkan berani untuk mengganggu Grizz.


Walaupun sebenarnya mereka tadi sedikit merasakan keanehan saat akan masuk kelas ini. Terlebih di depan ruang kelas ada dua orang yang mereka tak kenali. Tampilannya seperti seorang bodyguard namun tak tahu siapa yang tengah dijaga di dalam kelas ini. Yang jelas orang itu adalah orang terkaya yang ada di kampus ini.


"Penguasa? Bukannya yang penguasa itu adalah Tuhan ya. Kakak kan bukan Tuhan" ucap Grizz yang langsung menggelengkan kepalanya.


Semua orang yang ada di sana begitu takjub pada Grizz yang begitu berani pada ketiga gadis yang ada di depannya. Bahkan mungkin Grizz akan menjadi sasaran ketiga gadis itu dalam pembullyan selanjutnya. Walaupun ada bodyguardnya, namun mereka tidak bisa leluasa masuk dalam kelas ini.


"Ngelunjak ya, anda. Dibilangin malah selalu nyerocos seenaknya dan jawab mulu. Seharusnya kamu itu lebih menghormati kami yang senior ini" seru Beby yang kesal dengan sikap Grizz.


"Kalau ditanya ya jawablah. Gimana sih kakak ini? Balik ke TK saja sana, biar belajar dulu. Lagian kakak yang mulai duluan kok, main ngelabrak Grizz duluan. Padahal Grizz nggak tahu lho salahnya apa" kesal Grizz sambil mengerucutkan bibirnya kesal.

__ADS_1


"Lebih baik kakak-kakak tidak usah di sini. Maafkan teman saya jika dia salah. Saya di sini hanya tak ingin ada keributan, nanti malah jadi masalah besar" ucap Ima yang segera berdiri bahkan berusaha melerai mereka.


Namun bukannya perdebatan dan pertengkaran itu berhenti, namun Angeline, Beby, dan Adelia tidak terima. Bahkan ketiganya langsung menatap tajam kearah Ima membuat gadis itu sedikit menundukkan kepalanya. Terlebih ia tak punya kekuasaan apa-apa di sini, yang ada malah dia kena bully.


"Iuuhhhh... Situ siapa sih? Udik amat" ucap Angeline yang langsung sedikit menjauh saat melihat Ima dari atas ke bawah dengan tatapan merendahkan.


"Kok ada sih manusia seperti dia di sini? Masa pakai sepatu harga sepuluh ribu dan celananya gembrong kaya gini. Mana warnanya dah luntur lagi" ucap Beby menimpali.


Mereka terus menatap Ima dengan tatapan merendahkan. Tentu saja hal itu membuat Grizz tidak terima karena temannya direndahkan. Grizz langsung berkacak pinggang di depan ketiganya yang masih menatap Ima. Tubuh Grizz itu sontak saja membuat pandangan ketiganya terhalangi.


"Jangan hina atau merendahkan sahabatku ya. Apa-apa dilihat dari barang yang digunakan. Nih coba lihat gelang dan anting Grizz, pasti kalian juga nggak bakalan bisa beli kan? Kalau belum bisa melawan kekuasaan dan kekayaan Grizz itu nggak usah ngehina oranglain" seru Grizz dengan nada sombongnya.


Sebenarnya Grizz tak berniat untuk menyombongkan kekayaan yang dimilikinya, namun ia ingin menunjukkan kalau sebenarnya diatas mereka itu masih ada oranglain yang lebuh berkuasa. Menurut Grizz, ketiganya sudah sangat keterlaluan dalam merendahkan Ima. Grizz paling tak suka kalau orang terdekatnya ada yang disakiti begitu.


"Dih... Serah kita-kitalah. Kok jadi loe sewot" ucap Adelia dengan sinisnya.


Bahkan kini ketiganya saling pandang seakan tengah merencanakan sesuatu. Tentu saja hal itu membuat Ima waspada karena sepertinya mereka ingin melakukan sesuatu pada Grizz. Ima tak mau kalau sampai Grizz nantinya malah akan terluka karena melindunginya.


Brakkk....


Brugh...


Arrghhh...


Sakit...


Grizz...


Grizz terjatuh karena didorong oleh ketiganya secara bersamaan. Bahkan Ima yang akan menolongnya terlambat karena tiba-tiba dijegal kakinya oleh salah satu dari ketiganya. Ima juga terjatuh dengan kaki yang lumayan sakit karena kemungkinan keseleo.

__ADS_1


Sedangkan Grizz terdorong ke belakang hingga terjatuh bersama dengan beberapa kursi di sana. Sontak saja beberapa mahasiswa yang ada di dalam kelas itu langsung berdiri. Mereka seakan was-was kalau sampai kejadian ini malah membuat kampus ini semakin heboh.


Grizz terlihat memegang perutnya yang terasa sakit. Apalagi kakinya tertimpa beberapa kursi membuat gadis itu meringis kesakitan. Ima yang melihat Grizz kesakitan itu hanya bisa menatap teman sekelasnya untuk meminta bantuan.


"Tolong panggilkan bodyguard Grizz" ucap Ima kepada teman satu kelasnya itu.


Walaupun mereka tak suka dengan persahabatan antara Ima dan Grizz, namun semuanya juga takkan tega kalau salah satu teman kelasnya terluka. Salah satu dari mereka segera keluar kelas untuk memanggil bodyguard Grizz. Sedangkan ketiga gadis yang tadi mendorong Grizz itu matanya langsung melebar mendengar ucapan Ima.


"Nona Grizz..." panggil Nela dan Neli yang datang dengan raut wajah paniknya.


Apalagi melihat nonanya itu meringkuk kesakitan di atas lantai kelas dengan kursi yang masih menimpa kakinya. Sedangkan Ima sendiri juga masih duduk di lantai karena kakinya begitu sakit akibar jatuh tadi. Nela dan Neli langsung mendekat kearah Grizz.


Mata keduanya membulat saat melihat adanya darah yang mengalir pada paha Grizz. Keduanya segera saja mengangkat Grizz yang wajahnya juga sudah sangat pucat. Semua orang di sana yang melihat adanya darah itu sontak saja terkejut.


"Siapapun yang melukai nona kami, akan berurusan dengan Tuan Alex. Jangan harap kalian akan bisa lari dari masalah ini, sekalipun bersembunyi di lubang semut" seru Nela saat mereka sudah mencapai pintu ruang kelas.


Beberapa anak buah Alex yang melihat ada kode bahaya yang diberikan oleh Nela dan Neli pun segera menuju ke kelas Grizz. Bahkan mereka langsung mengamankan kelas itu agar tak ada satupun orang yang bisa keluar. Terlebih tadi melihat kondisi Grizz yang memprihatinkan.


Bahkan Ima yang masih terduduk di atas lantai langsung dibantu berdiri oleh salah satu teman kelasnya. Mereka tak diijinkan pergi sebelum anak buah Alex menemukan pelaku dari kejadian ini. Bahkan kini anak buah Alex menatap tajam kearah semua orang yang ada di sana.


"Siapa yang membuat nona kami terluka?" seru anak buah Alex dengan suara menggelegarnya.


"Mereka, tuan. Mereka yang mendorong Grizz" jawab Ima sambil menunjukkan jari telunjuknya kearah Angeline, Adelia, dan Beby.


Ketiganya yang ditunjuk itu pun sontak saja langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. Mereka tak menyangka kalau sampai akan berurusan dengan orang-orang Alex. Sungguh hal ini membuat posisi mereka akan terancam, bahkan nyawa ketiganya pun berada di ujung tanduk.


Enam orang anak buah Alex langsung berjalan mendekat kearah ketiganya yang memundurkan langkahnya. Ketiganya seakan buntu karena tak bisa berpikir jernih agar bisa keluar dari situasi ini. Mereka langsung ditangkap dan diseret oleh anak buah Alex.


"Tolong... Kami tak bersalah" seru Angeline sambil mencoba melepaskan tarikan tangannya.

__ADS_1


"Kami tak bersalah, dia jatuh sendiri kok" elak Beby dengan mata yang berkaca-kaca.


Anak buah Alex tak peduli karena tadi salah satu rekannya sudah memeriksa CCTV. Memang benar adanya kalau mereka bertiga yang telah melukai Grizz. Setelah ini, Alex pasti akan murka karena istrinya terluka apalagi ada Tuan Grey juga di negara ini.


__ADS_2