Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Bahagia


__ADS_3

Tuan Grey dan Grizz seharian ini benar-benar menghabiskan waktu bersama. Tuan Grey dan Grizz bahkan sengaja mematikan ponselnya agar tidak ada yang mengganggu kebersamaan mereka. Hampir lima tempat wisata mereka kunjungi seharian ini. Saat berpindah-pindah tempat wisata pun, semuannya sepi sehingga Grizz bebas berlarian ke sana kemari.


"Terimakasih Kak Rey, sudah membuat Grizz bahagia hari ini. Sayang sekali Grizz cuma seminggu berada di sini. Kapan sih kita bisa berkumpul sama-sama?" tanya Grizz yang raut wajahnya berubah menjadi sendu.


Kini mereka ada di dalam mobil untuk perjalanan pulang. Grizz langsung mengungkapkan perasaannya yang begitu bahagia karena bisa jalan-jalan di luar negeri dengan Tuan Grey. Namun tiba-tiba raut wajahnya berubah sendu saat membahas mengenai dirinya yang hanya satu mingguan berada di negara ini.


"Gimana kalau perusahaan Kak Rey itu pindah saja di negara yang ditempati oleh Grizz?" tanyanya dengan tatapan permohonan.


Tuan Grey yang mendengar hal itu langsung saja mengalihkan pandangannya. Akan sangat susah bagi dirinya untuk pindah ke negara adiknya tinggal. Pasalnya perusahaan pusat yang sudah bertahun-tahun di sini tentu kalau dipindah akan mengancam perekonomian negara itu.


Bahkan UMKM bisa saja langsung merosot tajam penjualannya kalau sampai semua produknya beredar di sana. Kebanyakan produk yang dihasilkan oleh perusahaan Tuan Grey memang bisa jadi ancaman beberapa negara, sehingga kebanyakan jarang ada client dari luar negeri yang mau bekerja sama dengannya. Kebanyakan kerja sama dengan perusahaannya itu hanya mengenai pembangunan property.


"Maaf sayang, kakak nggak bisa mengabulkan permohonanmu itu. Kasihan nanti negara yang kamu tinggali, bisa morat marit perekonomiannya. Terlebih produk yang perusahaan atau pabrik kakak produksi itu kebanyakan barang makanan yang sudah punya nama. Bahkan penjualan online saja, produk kakak tak bisa untuk di kirim ke luar walaupun banyak yang menginginkan barang itu" ucap Tuan Grey menjelaskan.


Grizz yang mendengar hal itu hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal. Padahal menurutnya, persaingan dalam dunia usaha dan bisnis itu adalah hal yang wajar. Kalau kalah atau bangkrut, seharusnya bisa lebih kreatif dan berinovasi lagi untuk menciptakan suatu produk. Bukan malah menyalahkan perusahaan lain yang jadi kompetitornya.


"Terus gimana dong? Grizz nggak terima ya kalau sampai kita ketemunya bentar-bentaran doang. Terus nanti waktu Grizz udah masuk kuliah, akan susah dong buat aku jengukin kakak" kesalnya sambil menghentakkan kakinya berulangkali.


"Sabar, dek. Semoga nanti ada waktu untuk kita berkumpul lagi bersama dengan Alex dan yang lainnya juga. Biar itu urusan kakak yang nanti bagaimanapun caranya harus bisa sering jenguk kamu. Pikirkan saja kuliahmu dan segera kasih kakak keponakan lucu" ucap Tuan Grey sambil terkekeh pelan.

__ADS_1


Mendengar ucapan kakaknya itu sontak saja membuat Grizz mengerutkan dahinya heran. Ia juga langsung mengetukkan jari telunjuknya pada dagunya untuk memikirkan apa yang diucapkan oleh kakaknya itu. Setelahnya ia baru ingat sesuatu yang berhubungan dengan hal itu.


"Ish... Grizz nggak mau bikin dedek bayi lagi, sakit. Jadi mending nggak usah minta keponakan dari Grizz" ucap Grizz dengan polosnya.


Hahahaha...


Mendengar apa yang diucapkan oleh Grizz itu sontak saja membuat Tuan Grey tertawa lepas. Ia tak menyangka kalau adiknya itu ternyata paham dengan pembahasan yang diucapkannya. Bahkan dengan polosnya malah menceritakan tentang dapurnya. Grizz bahkan kini menatap polos kakaknya yang tiba-tiba tertawa itu.


"Kenapa Kak Rey tertawa?" tanyanya.


"Nggak papa. Ayo turun, kita sudah sampai di mansion. Istirahatlah karena besok kita akan pergi liburan lagi" ucap Tuan Grey yang segera mengalihkan pembicaraan.


"Ada-ada aja sih, dek. Ternyata walaupun sudah diunboxing, masih saja sangat polos begitu. Tak menyangka adikku itu sebentar lagi pasti hamil" gumam Tuan Grey yang melihat adiknya berlarian masuk dalam mansion.


Tuan Grey segera saja turun dari mobil kemudian masuk berjalan dalam mansion. Sudah terdengar suara tawa dan teriakan dari Grizz yang sepertinya tengah berbincang dengan para maid di mansionnya. Benar juga, sepertinya Grizz memang cocok kalau jadi penghidup suasana.


***


"Tadi Grizz habis main di tempat wisata lho. Banyak mainannya terus penjual makanan dan bunga-bunga bagus. Tapi sayang, tempatnya sepi. Cuma ada Grizz dan Kak Rey sama penjaga saja, nggak ada tuh pengunjung lain" ucap Grizz bercerita pada beberapa maid yang ada di dapur.

__ADS_1


Memang Grizz tadi langsung berlari menuju dapur karena tahu kalau maid sedang berkumpul di sana pada saat jam segini. Ia langsung menyapa dan menceritakan apa yang terjadi hari ini. Mendengar apa yang diucapkan oleh Grizz tentunya membuat para maid mengerutkan dahinya bingung.


"Kok sepi, nona? Bukannya wahana permainan itu ramai pengunjung" tanya salah satu maid.


"Kata Kak Rey, ini karena bukan hari libur. Kalau weekend baru ramai" ucap Grizz sambil menganggukkan kepalanya berulang kali.


Para maid yang mendengarnya sontak saja saling pandang. Walaupun jarang keluar untuk mengunjungi wahana permainan, namun mereka paham kalau tempat wisata itu tak mungkin sepi saat hari biasa. Pasalnya pasti ada satu atau dua orang pengunjung yang ada di sana. Kemungkinan besar karena Tuan Grey sengaja mengosongkan tempat wisata itu.


Tapi para maid hanya bisa menganggukkan kepalanya. Mereka tak mau mengungkapkan apa yang ada di pikirannya karena tidak ingin kalau Grizz berpikiran macam-macam pada kakaknya itu.


"Nona lebih baik segera membersihkan diri. Mandilah lalu makan malam bersama" ucap salah satu maid.


"Siap... Jangan lupa untuk makan bersama. Grizz nggak mau makan sendiri-sendiri" seru Grizz sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


Para maid di sana hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Mereka akan membiasakan diri untuk selalu makan bersama selama Grizz tinggal di sini. Grizz pun pergi berlalu dari dapur untuk masuk dalam kamarnya. Sebelum mandi, Grizz membuka ponselnya dan alangkah terkejutnya saat melihat banyak pesan juga panggilan tak terjawab yang ada di sana.


"Oh my God... Suamiku telfon sebanyak ini dan Grizz nggak angkat. Biarlah... Grizz mau mandi dulu terus nanti baru deh telfon balik dia" ucap Grizz santai.


Grizz langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Bahkan Grizz juga langsung membawa beberapa baju tidurnya untuk langsung ia kenakan. Ia terlalu malas jika harus menggunakan bathrobe terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2