
Hari ini Grizz akan melakukan fitting gaun yang akan dikenakannya saat pernikahannya nanti. Beberapa orang yang berasal dari sebuah butik ternama itu datang dengan membawa dua buah gaun yang kemarin diinginkan Grizz. Dua gaun itu kini terpajang apik di ruang tamu mansion.
Sedangkan kini Grizz dan Bibi Yun sudah ada disana. Grizz akan dibantu Bibi Yun untuk memakai gaun itu, pasalnya ia akan malu jika dilihati oleh orang-orang yang tak dikenal. Sedangkan beberapa maid menatap iri atas keberuntungan Grizz yang menikahi atasan mereka.
"Harusnya aku yang ada disana" gumam Desi.
Desi yang baru saja kembali dari rumahnya tentu tetkejut dengan berita kalau tuan Alex akan menikah dengan Grizz. Sedari awal, Desi memang sudah mengincar majikannya itu. Desi hanya ingin hartanya saja namun jika diajak ke acara tentunya ia takkan mau karena ia malu dengan Alex yang buruk rupa.
"Jangan halu" ucap maid lainnya setelah mendengar gumaman Desi.
Beberapa maid tentunya akan lebih memilih Grizz menjadi pendamping Alex. Terlihat sekali jika Grizz adalah sosok yang tulus sedangkan Desi sudah kelihatan kalau ingin mengambil harta milik Alex. Jika Desi yang menjadi istrinya tentu kebanyakan maid lebih memilih untuk berhenti bekerja dibandingkan harus mempunyai majikan seperi wanita itu.
"Heh... Kalian itu jangan kaya gitu, nanti kalau aku jadi istri tuan Alex beneran maka akan ku pecat kalian semua dari sini" ancam Desi.
"Nggak usah capek-capek pecat kita. Kita yang bakalan mengundurkan diri jadi maid disini" ketus salah satu maid yang tak menyukai Desi.
Akhirnya semua maid meninggalkan Desi yang menggerutu kesal karena ucapan mereka. Sedangkan Desi masih menatap Grizz yang kini sedang dibantu oleh Bibi Yun membawa gaun itu ke kamar tamu yang akan digunakan untuk berganti pakaian.
***
__ADS_1
"Wah... Grizz mirip seperti barbie" puji Bibi Yun dengan semangat.
Grizz yang dipuji seperti itu pun hanya bisa tersenyum malu-malu, terlebih kini kedua pipinya sudah memerah. Bibi Yun begitu takjub dengan gaun yang dirancang oleh salah satu butik ternama itu, pasalnya begitu pas di badan Grizz. Entah kebetulan atau Alex sudah memperkirakannya tentang ukuran badan Grizz karena gadis itu bahkan masih kebingungan sampai sekarang jika ditanya tentang pengukuran baju.
"Ibu, ini udah pas kan ya? Kenapa bisa kebetulan pas di badan Grizz? Apa mereka mengukur badan Grizz saat aku tertidur ya?" Heboh Grizz.
"Nggak lah, nak. Pasti mereka sudah memperkirakan ini semua. Mereka kan pintar-pintar jadi pasti saat melihat fotomu pun pasti sudah tahu ukuran badanmu" ucap Bibi Yun asal.
Grizz yang kebingungan bertanya pada Bibi Yun yang juga bingung membuat wanita paruh baya itu memilih menjawab asal. Sedangkan Grizz begitu takjub dengan ucapan Bibi Yun, jika memang kenyataan tentunya ia akan sangat berterimakasih kepada perancangnya.
"Ayo kita keluar" ajak Bibi Yun mengalihkan pembicaraan.
Dengan dibantu oleh Bibi Yun, Grizz melangkahkan kakinya keluar dari kamar tamu. Gaun yang besar dan berat membuat langkahnya begitu pelan dan itu membuat Bibi Yun tertawa kecil. Pasalnya ia sedang membayangkan jika nanti gadis itu harus memakai high heels dengan gaun besar dan ekor menjuntai panjang ke belakang. Sepertinya dia harus mengajari cara berjalan Grizz nantinya agar terlihat lebih anggun.
Grizz mengerucutkan bibirnya karena diledek oleh Bibi Yun bahkan disamakan dengan bebek. Grizz memang berjalannya dengan menyeret gaun itu karena menurutnya ini sangatlah berat.
"Ternyata jadi princess itu menyusahkan. Pakai pakaian kaya gini tiap hari, mana berat dan gerah lagi" gerutu Grizz pelan.
Walaupun pelan, namun gerutuan itu tentunya masih terdengar oleh Bibi Yun. Bibi Yun hanya bisa geleng-geleng kepala saja mendengar gerutuan Grizz yang memang selalu mengomel jika mengenakan sesuatu yang tak ia sukai. Tinggal dengan Grizz selama beberapa bulan membuatnya mengenal pribadi gadis itu yang cerewet. Apa saja selalu dikomentarinya, berbeda saat pertama kali bertemu yang malu-malu.
__ADS_1
"Wah... Nona muda sungguh cantik" puji beberapa orang yang ada disana.
Grizz semakin malu karena di puji oleh orang-orang yang tak dikenalnya. Bahkan ia sudah menutup wajahnya dengan kedua tangan agar mereka tak menyadari jika pipinya memerah bak tomat. Semua terkekeh melihat tingkah Grizz yang seperti itu.
Designer yang memang ditunjuk oleh Alex langsung mendekat kearah Grizz. Ia memeriksa seluruh bagian gaunnya terutama ukurannya agar tepat pada tubuh Grizz. Dengan penuh ketelitian, ia mengamati keseluruhan dibantu dengan beberapa asistennya. Tak berapa lama, designer itu tersenyum lega karena ternyata ukuran yang ia buat sesuai dengan badan Grizz.
Designer itu diberikan tekanan oleh Alex agar menyelesaikan gaun itu selama satu minggu. Sebenarnya Alex sudah menduga dari awal jika Grizz akan memilih dua gaun itu karena ia pernah melihat sebuah gambar itu di kamar gadis itu. Berbekal informasi tentang bagaimana ciri-ciri badan dan foto Grizz, designer dituntut untuk membuat gaun itu agar bisa sesuai dengan tubuh Grizz. Baru kali ini designer itu bisa membuat gaun tanpa melakukan pengukuran badan terlebih dahulu.
"Wah... Kakak hebat lho, bisa bikin gaun itu tanpa mengukur tubuhku" ucap Grizz memuji designer itu denganĀ senyuman manis.
Tim designer itu begitu lega mendapatkan pujian dari calon istri raja bisnis. Mereka seakan terbebas dari batu besar yang selama ini mereka tarik di punggungnya. Terlebih jika melakukan kesalahan sedikitpun, mereka akan mendapatkan konsekuensi dan hukuman dari Alex.
"Sekarang nona bisa ganti gaun satunya lagi. Setelah semuanya pas, maka saya akan membawa gaun ini kembali ke butik. Waktu hari H nanti saya akan membawanya ke tempat nona akan dirias" ucap designer itu.
Grizz menganggukkan kepalanya dengan semangat. Dibantu Bibi Yun kembali akhirnya Grizz mengganti gaunnya dan sudah sesuai dengan permintaan Alex. Semuanya pas bahkan sempurna menurut Grizz yang mencobanya. Para designer segera pulang dengan membawa kabar baik untuk owner butiknya.
***
"Ternyata fitting baju itu capek ya, bu. Harus bolak-balik ganti" ucap Grizz mengadu.
__ADS_1
"Makanya nikah satu kali aja, kalau bolak-balik nikah nanti fitting gaunnya harus berulang kali" seloroh Bibi Yun.
Grizz hanya bisa tertawa mendengar ucapan Bibi Yun yang benar adanya itu. Lagi pula Grizz memang ingin menikah sekali seumur hidup, jika memang Tuhan mengijinkan. Bukan karena takut kelelahan fitting baju, namun ia tak mau merasakan sakit hati karena gagal dalam pernikahan. Ia akan berusaha untuk mempertahankan pernikahan yang akan segera dibangunnya walaupun kejadian ini sebenarnya berawal dari sesuatu yang tak baik.