
"Wah... Ini kok makanannya banyak banget. Mana sekarang makan di halaman belakang rumah lagi" ucap Nicho dengan takjub.
Tadinya ia dan kedua sahabatnya yang lain sudah memasuki ruang makan namun disana tak ada makanan juga siapapun. Salah seorang bodyguard pun memberitahu kalau acara sarapan pagi kali ini diadakan di halaman belakang rumah Josh atas ide Grizz. Mereka pun akhirnya menuju ke halaman belakang rumah.
Sesampainya disana, mereka melihat semua makanan sudah tertata rapi diatas tikar yang dibentangkan pada rumput. Mereka pun sudah tak lagi terkejut kalau Grizz selalu memberikan ide seperti ini namun yang membuat kagum adalah semua masakan yang begitu lengkap.
"Grizz dimana?" tanya pada salah satu maid yang akan masuk dalam rumah sambil membawa mangkok.
"Nona sedang mandi, tuan. Ini tadi yang menyiapkan makanannya itu Nona Grizz katanya spesial untuk tuan-tuan" ucap maid itu memberitahu.
Setelah maid itu pergi dari hadapan ketiganya, sontak saja mereka saling pandang. Makanan spesial untuk mereka dalam rangka apa, itulah yang ada dipikiran ketiganya. Mereka pun memilih duduk di gazebo terlebih dahulu sebelum nantinya akan makan bersama dengan yang lainnya.
Setelah menunggu sekitar 10 menitan sambil meminum teh hangat, semua orang kini langsung berkumpul di halaman belakang rumah. Tak terkecuali Alex dan Grizz yang datang dengan saling bergandengan tangan seperti mau menyeberang jalan. Ketiga sahabat Alex itu menatap julid kearah dua sejoli pasangan pengantin itu.
"Tolong ya, pagi-pagi kalau menyeberang jalan itu di jalanan jangan di halaman belakang rumah yang nggak ada kendaraannya" ucap Nicho julid.
"Dih... Truk aja gandengan, kok situ nggak ada gandengannya?" tanya Grizz tersenyum sinis.
Nicho kesal karena Grizz masih bisa membalikkan ucapannya itu. Padahal niatnya ingin sekali menyindir Grizz namun dirinya malah ikutan disindir. Bahkan anak buahnya dan maid yang sudah ada disana menahan tawanya mendengar dirinya dinistakan oleh Grizz. Namun Nicho juga tak marah kalau gadis itu menyindir bahkan mengejek dirinya.
__ADS_1
Kini ketiga sahabat Alex langsung saja duduk diatas tikar setelah semuanya duduk disana. Mereka memulai makan setelah diawali dengan do'a. Setelah selesai makan, mereka masih duduk disana untuk sekedar bersantai bersama. Grizz yang memang ingin mengucapkan terimakasih pada ketiga sahabatnya itu pun langsung berdiri kemudian menatap semuanya yang ada disana.
"Sarapan pagi kali ini disponsori oleh Grizz yang sedang bahagia. Kebahagiaan ini tak luput dari peran ketiga sahabat suaminya aku. Mereka adalah Kak Nicho, Kak Nando, dan Kak Josh" ucap Grizz mengawali dengan senyuman.
Ketiga sahabat Alex yang masih bingung itu menatap suami dari Grizz. Namun Alex langsung memberi kode pada ketiganya agar bisa diam dan menunggu apa yang akan diucapkan oleh Grizz. Ketiga sahabat Alex kembali fokus mengarahkan pandangannya kearah Grizz yang masih tersenyum dengan lebar.
"Terimakasih kalian bertiga karena sudah membuat Grizz bahagia. Grizz nggak menyangka kalau kalian itu ternyata bisa membuang keluarga benalu itu ke hutan belantara sehingga mereka kini mendapatkan hukumannya. Grizz senang karena semua rasa sakit yang ku rasakan dulu ternyata berbalik pada mereka kini" lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.
Tentunya ketiga sahabat Alex menganga tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Grizz. Mereka tak menyangka kalau Grizz sudah mengetahui tentang ketiganya yang memberi pelajaran kepada keluarga benalunya itu. Yang lebih membuatnya tak percaya lagi, ternyata Grizz tak marah bahkan malah senang dengan tindakan mereka.
Namun mereka bersyukur kalau pada akhirnya Grizz sudah tak merasakan trauma atau ketakutan berlebihan dengan mendengar keadaan orang-orang itu. Bahkan kini ketiganya langsung berdiri kemudian berjalan mendekat kearah Grizz. Mereka bertiga memeluk Grizz yang kini terisak dalam pelukan ketiga sahabat Alex itu.
"Terimakasih" ucap Grizz dengan lirih.
Grizz hanya menganggukkan kepalanya sebagai respons. Mereka semua yang menyaksikan semua itu hanya bisa tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Mereka terharu karena melihat bagaimana kini Grizz sudah mendapatkan kebahagiaannya dari orang-orang disekitarnya.
"Hei... Sampai kapan kalian berpelukan? Suaminya ada disini lho" seru Alex tiba-tiba.
Walaupun mereka hanya menganggap Grizz sebagai adiknya, namun ada sedikit rasa cemburu di hati Alex saat melihat istrinya dipeluk seperti itu. Para maid dan bodyguard hanya bisa terkekeh geli melihat tatapan-tatapan sinis yang terlihat di mata keempat laki-laki itu.
__ADS_1
"Pelit..." seru Nicho.
Mereka bertiga pun langsung saja melepaskan pelukannya dari Grizz setelah gadis itu memberontak ingin dilepaskan. Mereka mendengus kesal karena momentnya ini diganggu oleh Alex padahal tadi suasananya sedang haru-harunya. Grizz bahkan kini langsung saja duduk kembali di tempatnya kemudian memeluk suaminya dengan erat.
"Hayo... Kalian pasti bayangin kalau lagi pelukan sama pacarnya?" seru Grizz tiba-tiba setelah melihat wajah semua orang disana seperti menginginkan moment yang sama.
"Tolong sadarlah wahai rakyat-rakyatku. Kalian kan jomblo jadi nggak usah membayangkan" lanjutnya sambil tertawa.
Mereka semua yang tadinya begitu terharu dan bahagia dengan moment yang diciptakan oleh Grizz itu seketika ingin mengumpati gadis itu. Tentunya mereka kesal karena diledek oleh gadis itu membuat semuanya langsung berdiri. Mereka membereskan semua yang ada disana tanpa mempedulikan Grizz yang masih tertawa.
Melihat semuanya sibuk, Grizz yang tadinya memeluk Alex pun langsung melepaskannya. Grizz membantu mereka sedangkan Alex langsung pergi bersama dengan ketiga sahabatnya dan Luis. Mereka harus mengurus beberapa pekerjaan yang sudah menanti.
"Nona, lebih baik anda istirahat saja. Nona kan sedari pagi sudah memasak masa iya sekarang bantuin bersih-bersih juga" ucap salah satu maid.
"Tapi Grizz ingin bantu beres-beres. Nanti waktu cucinya biar kalian saja" ucap Grizz sambil mengedipkan matanya berulangkali.
Maid yang diberikan tatapan mata seperti itu pun hanya bisa menahan kegemasannya. Ia pun akhirnya menganggukkan kepalanya setuju kemudian segera menyelesaikan semuanya. Setelah semua beres, Grizz segera saja duduk di ruang keluarga bersama dengan Erga.
"Erga, kamu udah didaftarin sekolah lho sama Kak Alex. Besok sekolahnya kalau berangkat bareng Kak Grizz dan Dara" seru Grizz.
__ADS_1
Kemarin memang Grizz sudah mengutarakan niatnya agar Erga segera bisa dimasukkan ke sekolah. Tentunya ini akan semakin baik untuk perkembangan dan pertumbuhan bocah laki-laki itu. Grizz ingin kalau Erga bisa lebih banyak bersosialisasi dengan teman sebayanya.
Bahkan kini mata Erga sudah berbinar cerah bersekolah. Impiannya sejak dulu untuk bisa merasakan belajar di tempat yang bagus. Akhirnya impian itu akan segera terwujud.